Coba si Poltak jadi tamu di acara ini yakk.... ----- Original Message ----- From: Suzarah Subject: FW: Opera Van Java
-------------------------------------------------------------------------------- From: Eko Prasetya [mailto:[email protected]] Sent: Friday, January 15, 2010 8:08 AM Kenapa pentas hukum dan politik di negeri ini seperti Opera Van Java ? Ada lima poin persamaan : 1. Yang jelas terjadinya di Jakarta atawa di pulau "Jawa" 2. Karena ceritanya "mbulet" nggak ada "benang merahnya", "bercanda melulu" seperti nggak ikhlas untuk diselesaikan. 3. Pejabat yang bersangkutan bila ditanyai seolah jadi "gagap" mendadak nggak tahu apa-apa. 4. Saling "pukul" dan saling "lempar" tanggung jawab. 5. Pernyataan - pernyataan yang kadang mengundang "tawa". 6. Banyaknya artis yang tiba-tiba "dicasting" jadi wakil rakyat, entah pinter entah anggak yang penting artis ! Hal ini seperti bintang tamu di OVJ. 7. Nggak ada atau hanya sedikit "pelajaran" positif yang bisa kita ambil, sampai sekarang gaya pejabat yang dipakai belum bisa dijadikan contoh. Kalaupun ada hanya beberapa orang atau kelompok saja. Hal ini sama dengan OVJ, pelajaran positif nomor sekian ....yang penting bisa ketawa...sesuai dengan slogannya = Itulah mengapa pentas hukum dan politik di negeri kita seperti OVJ, Disana gunung...disini gunung, ditengah - tengah pulau jawa..... wayangnya bingung...eeeee ...lhaadhhhaaaalllahhh dalangnya juga bingung..... yang penting bisa ketawa,...... Tetap di Opera Van Java......!!!!!!!!! Yaaaaaa' eeeeeee.....!!!!
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
