SBY Mulai Antisipasi "Bola Liar" Century

Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

Jumat, 22 Januari 2010 | 12:14 WIB

OMPAS/ RIZA FATHONI

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerja Pansus Angket Kasus Bank Century beranjak
mendekati garis akhir. Kesimpulan sementara akan dirumuskan pada 4 Februari.
Pengamat politik Lembaga Survei Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, membaca
gelagat mulai adanya antisipasi "bola liar" kasus Century yang dilakukan
Presiden SBY. Setelah gertakan evaluasi koalisi, SBY mengumpulkan 7 pemimpin
lembaga negara.

Secara retorik, menurut Burhanuddin, pertemuan SBY dengan pimpinan lembaga
tinggi negara memang bertujuan untuk membangun sinergi antarlembaga negara.
Akan tetapi, di tengah situasi politik yang mulai meriak panas seperti saat
ini, sinyalemen politis tak bisa dilepaskan.

"Dari sisi timing, sulit menepis dugaan bahwa motif pertemuan tersebut untuk
mengantisipasi bola liar Century yang bisa mengarah ke pemakzulan. SBY ingin
mengajak pimpinan lembaga negara untuk menyamakan persepsi agar ongkos
sosial politik akibat bola panas Century tidak terlalu besar," papa Burhan
kepada Kompas.com, Jumat (22/1/2010).

Pernyataan SBY bahwa jangan ada kriminalisasi kebijakan Century juga
dipandang sebagai sesuatu yang melekat pada pejabat negara. "Jelas
mengindikasikan dia (SBY) akan memberikan proteksi politik secara maksimal
kepada Boediono dan Sri Mulyani," lanjutnya.

Pernyataan itu juga dinilai membuktikan spekulasi "mengorbankan" salah satu
dari keduanya tidak akan terjadi. Apa yang diungkapkan SBY setelah
pertemuan, dalam analisis Burhan, merupakan wujud sikap politik SBY untuk
membela kebijakan anak buahnya.

"Sikap ini sama persis dengan pidato SBY tanggal 23 November 2009 saat isu
Century mulai ramai. Positioning SBY ini pasti akan memicu komplikasi serius
dengan mitra koalisi," ujar Burhan.

Ia juga memprediksi, jika antisipasi ini gencar dilakukan SBY, termasuk
kepada mitra koalisinya, ada kesepakatan elite yang bersifat win-win
solution. Hal ini akan mengendurkan kritisisme partai koalisi yang selama
ini termasuk vokal, seperti Golkar dan PKS.

"Menjelang berakhirnya masa tugas Pansus, tarik-menarik kepentingan di
internal koalisi akan turut menentukan hasil rekomendasi Pansus," lanjutnya.

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke