Ada yg mengatakan : jika engkau sungguh-sungguh mencintai sesuatu didunia ini maka tentu engkau akan membebaskannya.
Kasih sayang sejati itu bukanlah dengan memilikinya tetapi justru engkau rela untuk membebaskannya . Begitupun dengan hubungan suami-istri, tugasmu adlh membantu dirinya terbebas dari kekangan dlm bentuk apapun termasuk keterkekangan sbg akibat dari ketergantungan atas keberadaanmu. Jadi, cinta atau kasih-sayang itu adlh proses melepas, bukan proses menarik. Ini katanya - katanya saja, entah dlm prakteknya, tak terkecuali apa yg terjadi dlm diri saya sendiri. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M Sent: Friday, January 22, 2010 1:51 PM To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: [Is-lam] Selalu Mengharap Pada Yang Terbaik, Tapi Bersiaplah Terhadap Yang Terburuk Selalu Mengharap Pada Yang Terbaik, Tapi Bersiaplah Terhadap Yang Terburuk Contoh sederhana, sewaktu masih resided alias berdomisili di Indonesia, penulis mempunyai hobbi memelihara "Burung-Burung". Sehingga kalau berkunjung ke Jakarta saya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung kepasar burung. Cukup beragam burung yang dipelihara, mulai dari Beo, Kakak Tua, Murai Batu, Beureujuk, Balam & Perkutut, maka setiap pagi cukup meriah suara kicauan mereka. Kadang kala kalau ada yang menelpon kerumah, mereka bisa mendengar suara kicauan tersebut yang riuh gemuruh dan sangat terkesan, kadang-kadang mereka bilang akan datang kerumah untuk melihat burung-burung tersebut. Burung-burung sudah sangat jinak kalau kita pancing untuk berkicau alias bersiul, maka ramailah suara kicauan mereka. Sehingga saya sebagai pemiliknya sangat menyayangi burung-burung tersebut. Hingga akhirnya seorang sahabat karib saya mengatakan sebuah kalimat pada saya bahwa " Jika memelihara atau mempunyai PET janganlah mereka disayangi melebihi dari segalanya" dalam perkataan lain Selalu Mengharap Pada Yang Terbaik, Tapi Bersiaplah Terhadap Yang Terburuk. Saya sadari bahwa saya berlebihan terhadap burung-burung tersebut. Ada seekor Cempala Kuneng alias Murai Batu, jika saya pulang dan baru saja turun dari mobil sang cempala kuneng tersebut selalu bersiul seolah-olah beliau melakukan greeting bahwa pemiliknya baru pulang. Secara otomatis saya dekati cempala kuneng tersebut dan kami kadang-kadang saling berkomunikasi. Hingga suatu hari ketika saya baru saja pulang dinas dari Jakarta sewaktu mobil transport yang mengantarkan saya tiba dirumah, saya tidak mendengarkan siulan merdu cempala kuneng, langsung saya menuju sangkar beliau rupanya cempala kuneng sudah tiada. Saya sangat kehilangan, tapi saya teringat nasihat teman saya tersebut, beliau sahabat saya itu pernah berkata: Jika memelihara PET jangan disayangi sangat berlebihan nanti akan tidak baik akibatnya. Mengingat nasihat tersebut saya jadi terhibur, maka Selalu Mengharap Pada Yang Terbaik, Tapi Bersiaplah Terhadap Yang Terburuk. Salam cool selalu dari Qatar, inya Allah bersambung. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
