In Memoriam: Alm. Dubes RI Qatar Bpk. HM. Rozy Munir (Ayam Tangkap & Ttg Gus
Dur), lanjutan 2
Setelah (mungkin 2 minggu) meninggalnya GusDur, kami 5 keluarga mengunjungi
Dube RI untuk Qatar Bpk HM. Rozy Munir. Mungkin yang ex-PTA kenal dengan
mereka-mereka yang hadir malam itu yaitu (Bpk: Suprapto, Zul M. Ali,
HariSuharto, Samsul ExxonMobil baru bulan yang lalu hijrah ke Nigeria dan
saya sendiri, kesemuanya kami ditemani oleh isteri masing-masing). Pak Dubes
baru saja kembali dari Indonesia, kalau tidak salah sewaktu GusDur meninggal
beliau juga pulang ke Indonesia. Malam itu memang pak Rozy Munir juga kurang
sehat, tapi walau kurang sehat, kami tetap dengan lancar CHATTING SANTAI
dengan beliau. Tanpa terasa hampir satu jam kami berceloteh santai dan
humoric dengan alm. Duber RI untuk Qatar. Rupanya setelah perpisahan malam
itu kami tidak pernah bertemu lagi dan itu rupanya obrolan yang terakhir
kami bersama Dubes RI untuk Qatar yaitu bapak HM. Rozy Munir yang juga
sahabat dekat almarhum GusDur. Sebelum di Qatar ada Dubes yang menjabat
pertama kali yaitu Kepala Perwakilan RI untuk Qatar adalah pak Eddy
Suryodiningrat kemudian digantikan sekaligus menjadi KEDUTAAN dengan Dubes
RI yang pertama yaitu bapak Abdul Wahid Maktum beliau adalah orangnya
GusDur. Nah dari pak Wahid sang Dubes ini mulai banyak saya mengetahui
tentang almarhum GusDur. Setiap beliau berkunjung kerumah, kami selalu asyik
bercerita dan berceloteh sambil santaian, biasanya yang hadir sudah
standard, kalau ada Dubes kerumah, juga tidak ketinggalan President Permiqa
juga hadir. Begitulah jika hadir President ke rumah, tentu Dubes mana boleh
absence walaupun yang hadir hanyalah presiden Permiqa. Sewaktu pak Said Aqil
mantan menteri berkisah tentang GusDur, pada saat itu pak Said Aqil
menyatakan dalam guyonan beliau tentang GusDur yang hadir hanya beberapa
orang salah satu diantaranya adalah pak Rozy Munir Dubes di Qatar. Pada
malam itu dikediaman Dubes saya tanyakan pada pak Rozy Munir tentang yang
diucapkan Said Aqil, walaupun malam itu pak Dubes kurang sehat, sambil
batuk-batuk kecil beliau berkisah tentang pengalaman beliau semasih bersama
GusDur. Selamat jalan pak Dubes, Semoga almarhum mendapat tempat yang mulia
disisi-NYA, Amiinnn.
Alkhori M
Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
Doha, State of Qatar
============================================================================
=======
In Memoriam: Alm. Dubes RI Qatar Bpk. HM. Rozy Munir (Ayam Tangkap & Ttg Gus
Dur)
Saat itu Dubes (pak HM. Rozy Munir) baru saja bertugas di Qatar. Kami pada
suatu siang lagi bersilaturahmi dirumah seorang teman (mungkin rumahnya pak
Zul M. Ali di Al-Khor, hari dan tanggalnya sudah lupa), pada acara siang
yang santai itu sang Dubes bercerita pengalaman ketika bertugas di Aceh.
Sang Dubes bertanya pada saya, apakah pernah makan Ayam Tangkap? Sejujurnya
saya katakan, jangankan untuk memakanya, mendengar namanya yaitu Ayam
Tangkap baru kali ini. Mendengar pengakuan yang sejujurnya dari saya
tersebut, kami pada tertawa.
Hingga pada suatu hari di BenHil (Bendungan Hilir Jakarta), saya memasuki
restaurant yang bernama Meutia Restaurant. Ketika melihat pada menu, ada
tertulis Ayam Tangkap, lantas saya katakan ini dia Ayam Tangkap yang pernah
dikatakan oleh Dubes, sewaktu berada di Al-Khor. Saya masukan menu tsb pada
daftar pesanan, rupanya anak-anak sangat suka menu tersebut. Sejak saat itu
kalau saya berkunjung ke Meutia Restaurant di BenHil selalu tidak lupa
memesan menu Ayam Tangkap disamping tidak lupa memesan Timphan specifik kue
tradisional Aceh. Jadi itulah in Memoriam saya ketika pertama kali
berkenalan dengan alm. HM. Rozy Munir Dubes RI untuk Qatar. Semoga almarhum
mendapat tempat yang mulia disisi-NYA, Amiinnn. Insya Allah bersambung kisah
beliau bersama alm. Gus Dur.
Alkhori M
Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
Doha, State of Qatar
 
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke