ular yg sangat liar sekalipun punya naluri utk senantiasa jauhi 
komunitas/habitat manusia. kalo ular tersesat lalu mati di tangan manusia, ya 
salah ular itu sendiri gak nuruti nalurinya. 


salam,
Fahru

On Tue Mar 9th, 2010 5:23 AM ICT Alkhori M wrote:

>Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, lanjutan 3
>
>Seorang ibu tiba-tiba terkaget, karena didalam rumahnya entah darimana
>muncul seekor ular, ular tersebut kecil saja. Maklumlah seorang ibu, belum
>punya pengalaman dan belum tahu bagaimana cara terbaik jika menghadapi
>situasi semacam itu, maka beliau panic dan berteriak-teriak,ULAR-ULAR
>sehingga se-isi rumah jadi terkejut, maka ramai-ramai mengambil alat apa
>saja dan memburu ular tersebut, maka dengan KEBRUTALAN matilah ular yang
>malang tersebut. Taqdir memang, nasib seekor ular, entah mengapa tersesat
>sehingga salah masuk kerumah seorang ibu dan menyebakan: Kepanikan Berasal
>Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, ya sudah nasibmulah oh ular
>kecil. Jadi jika container kita kecil, maka baru diisi sedikit saja dengan
>AIR maka container itu akan tumpah. Begitulah manusia karena KEBODOHAN tapi
>OVER ACTING kadang-kadang bertindak apa yang disebut dengan PANIC
>MANAGEMENT.
>
>Pengalaman Dengan Tukang Becak di Kuala Simpang.
>
>Hari dan tahunya sudah lupa, pada saat itu kami serombongan dengan tumpangan
>Bus Perusahaan baru balik dari Medan menuju PTA, ketika itu kami baru
>mengantarkan kawan yang baru kawin (KAWAN KAWIN) karena kelelahan saya duduk
>dibelakang biar bisa TIDUR. Sopanya orang timur, saya berpikir kalau saya
>duduk dibelakang kalau TERTIDUR dan SNORING tidak akan mengganggu orang
>lain. Sewaktu melewati gunung-gunung kecil di Kuala Simpang, Bus kami hampir
>menyerempet sebuah BECAK. (Becak Kuala Simpang biasa di loading kadang
>sampai 4 orang). Bus berhenti dan pengemudi becak marah-marah alias EMOSI.
>Karena bus berhenti saya jadi terbangun, saya tanyakan pada teman disamping
>ada apa, itu dibawah Tukang Becak mengamuk dan marah-marah, sopir Bus jadi
>tidak bisa melanjutkan Bus karena dihalangi tukang becak. Saya tanya apa
>sudah lama, iya lama juga sudah beberapa menit, tukang becak marah terus dan
>becaknya melintang di jalan.
>
>Saya turun, saya juga sudah lupa apa yang saya UCAPKAN pada tukang becak
>itu, tapi yang jelas Tukang becak tadi menjadi tenang dan tidak emosi lagi
>setelah mendengarkan kata-kata yang saya ucapkan dan kami melanjutkan lagi
>perjalanan kami. Kawan-kawan jadi bertanya, koq Tukang Becak jadi penurut
>pada saya dan bertanya, pakai ilmu apa untuk menjinakan tukang becak. Simple
>saja saya jawab, saya pakai teori sederhana dari "POSITIVE POWER INFLUENCE"
>saya katakan lagi kehidupan tukang becak itu sederhana dan apa adanya, kalau
>kita katakan FAKTA mereka akan TERIMA, lain dengan orang yang yang yang yang
>serba TANGGUNG yang terus MENGGONGGONG menyalak tanpa ARAH karena terefleksi
>sesuai dengan judul diatas "Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara
>Kepada Kebrutalan", salam cool selalu dari AlDhakira.
>
>Alkhori M
>
>Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
>
>Doha, State of Qatar
>
>=======================================================================
>
>Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan, lanjutan 2.
>
>Kalau bercerita tentang TUKANG BECAK adalah cukup menarik. Suatu waktu saya
>juga di Medan, pada saat itu saya menginap di Darma Deli, Hotel. Dipilihnya
>hotel tersebut sebagai tempat penginapan, karena lokasi yang mudah
>kemana-mana. Pada saat itu saya terbelenggu di Hotel tersebut hampir
>seminggu. Memang hampir setiap tahun karena tugas, seminggu lamanya,
>pagi-pagi saya harus berpenampilan rapi, lengkap dengan DASI & JAS, maka
>saya harus berada dan tampil di ruang seminar, untuk sharing pengalaman yang
>cukup berat yaitu "Speedtronic MK-II & MK-IV Gas Control System" maklumlah
>namanya seminar sharing pengalaman, maka cukup banyak pertanyaan-pertanyaan
>yang menarik yang harus saya coba jawab, sehingga kalau sudah sore cukup
>kelelahan. Maka untuk me-release kebosanan ini, lagi-lagi si TUKANG BECAK
>adalah kawan yang setia untuk sekedar berjalan-jalan. Sehingga pada sore
>hari, kalau saya sudah berada didepan atau dipinggir jalan didepan hotel, si
>TUKANG BECAK yang sering saya gunakan, dengan gaya BATAK-nya mulai bertanya,
>KEMANA BANG KITA SORE INI JALAN-JALAN, saya melompat kedalam becak, saya
>katakan "BAWA SAJA KEMANA KAU SUKA" nanti kalau sudah maghrib usahakan kita
>balik atau dekat dengan Masjid. Begitulah kadang-kadang saya hingga larut
>malam bersama-sama TUKANG BECAK, macamlah kegiatan mereka ketika mangkal
>selagi menunggu datangnya REZEKI. Jadi kehidupan yang bertolak belakang itu
>ada beberapa kali dalam setahun saya lalui. Kalau pagi ber JAS & berDASI,
>kalau malamnya saya cari pengalaman dengan ikut nimbrung dengan si TUKANG
>BECAK.
>
>Suatu siang, didepan Darma Deli Hotel itu terdapat kantor pos dan lapangan
>merdeka medan. Waktu itu saya lagi berdiri-diri melihat FREE TRADING, wah
>rame sekali kalau siang mereka menjajakan dagangan mereka. Saya dekati ada
>yang lagi menjual jam, selintas saya tahu kalau jam tersebut adalah palsu.
>Saya katakan pada pembeli jangan beli itu jam palsu. Rupanya sipenjual 2 org
>anak muda, kelihatan EMOSI dan sangat marah pada saya, maka mereka berdua
>mendekati saya serta ingin menyerang, tapi entah dari mana tiba-tiba datang
>TUKANG BECAK dan langsung berhenti, mendorong 2 anak muda tadi. Melihat itu
>saya tersenyum, si TUKANG BECAK datang menghampiri saya, saya tidak kenal
>beliau, TUKANG BECAK berkata dengan logat MEDAN-nya "ABANG TIDAK APA APA
>BUKAN" sambil berkata pada kedua pemuda itu, AWAS KALIAN KALAU BERANI LAGI
>MENGGANGGU ABANG INI, tahu rasa nanti kalian. Alhamdulillah, rupanya si
>TUKANG BECAK yang tidak saya kenal tersebut adalah salah seorang tukang
>becak yang selalu mangkal di Darma Deli Hotel. Sehingga beliau kenal dengan
>saya dan berusaha memberikan bantuan. Frind in need is a friend in deed.
>Sipenjual kedua orang pemuda itu terlalu cepat EMOSI dan PANIK juga sesuai
>dengan judul diatas.
>
>Alkhori M
>
>Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
>
>Doha, State of Qatar
>
>============================================================
>
>Kepanikan Berasal Dari Kebodohan & Bermuara Kepada Kebrutalan,
>
>Suatu hari saya dan anak saya kami berdua lagi naik BECAK di Medan. Entah
>mengapa tukang BECAK ini sangat SEMBRONO. Maka terjadi dialog sbb:
>
>Anak saya (AS): Papa, koq tukang becak ini bodoh sekali ?
>
>Saya (S): Tentu saja tukang becak ini bodoh, jawab saya
>
>AS: Koq papa tahu dia (makksudnya tukang becak) itu bodoh
>
>S: Lha,kalau dia pandai, tentu dia tidak jadi tukang becak.
>
> 
>
>Lagi asyik, kami chatting, ternyata ada mobil yang NGEREM tiba-tiba,
>terdengarlah TUKANG BECAK tadi berteriak memaki-maki supir mobil, terlihat
>beliau itu sangat EMOSI keluar kata-kata indah dari mulut TUKANG BECAK
>tersebut, dan terjadi lagi dialog saya bersama anak saya.
>
> 
>
>AS: Papa mengapa TUKANG BECAK ini terlalu emosi, kata-kata tidak sopan untuk
>didengar
>
>S: TUKANG BECAK memang begitu hari-hari EMOSI melulu
>
>AS: Mengapa TUKANG BECAK emosi melulu
>
>S: Orang bodoh, memang begitu belum bisa mengontrol emosinya, maka dia akan
>tetap jadi TUKANG BECAK
>
> 
>
>Suatu hari, anak saya, entah mengapa, terpancing EMOSInya, anak saya sangat
>MARAH. Lantas saya katakan eh,. rupanya dirumah ini sudah ada TUKANG BECAK.
>Lantas anak saya bertanya mana TUKANG BECAK? Siapa lagi kalau bukan KAMU,
>ingatkan KETIKA kita naik becak di Medan. Dia terdiam.
>
>Tapi akhirnya, saya katakan pada anak saya: tidak semua TUKANG BECAK BODOH,
>ada juga yang pintar, kalau yang PINTAR mereka juga sudah tahu apa yang
>disebut dengan IQ & EQ.
>
> 
>
>Alkhori M
>
>Al-Dhakhira Area, Villa No. 2
>
>Doha, State of Qatar
>
> 
>



      

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke