Susno: Ruangan Markus Ada di Samping Ruangan Kapolri

Senin, 15 Maret 2010, 21:23 WIB

YOGYAKARTA--Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji mengatakan ia
tak mungkin berharap banyak terhadap Satgas Pemberantasan Mafia Hukum
bentukan Presiden SBY. Ia menilai Satgas yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto
sama sekali tak memiliki keberanian untuk mengungkap dan menangkap makelar
kasus, terutama yang masih berkeliaran di Mabes Polri. ''Jangan hanya
mengungkap isi kamar (tahanan) Artalita saja. Itu mah sudah terjadi sejak
zaman Majapahit,'' kata Susno, Senin petang.

Ia berbicara pada peluncurkan buku tentang dirinya, yang berjudul ''Mereka
Munuduh Saya''. Buku ini hasil karya Ahmad Setiyadi (redaktur senior harian
Pikiran Rakyat, Bandung), dan diterbitkan Galang Pres, Yogyakarta. Acara
peluncuran buku dihadiri Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif dan
Mantan Kasad Tyasno.

Susno mengibaratkan tim satgas itu seakan-akan kesulitan seperti sedang
mencari 'hantu'. Padahal, kata dia, mencari para markus itu mudah saja,
karena mereka di antaranya beroperasi dan berkeliaran di Mabes Polri.

Kata Susno, dia tahu benar para markus masih bebas ke luar masuk ke Mabes
Polri, tanpa ada tindakan nyata dari kepolisian. Dengan kondisi ini,
katanya, jangan berharap banyak bahwa Polri akan bisa mereformasikan
dirinya. ''Bagaimana mau mereformasi polisi, kalau ruangan markus masih ada
di sebelah ruangan Kapolri dan Wakapolri,'' kata Susno, jenderal polisi
berbintang tiga.

Menurut dia, saat menjadi Kabareskrim dulu ia sudah berusaha memberantas
para markus ini. Setidaknya mereka tak bisa berbuat apa-apa bila perkara
tersebut berada di tangannya.

Saat ini, menurut Susno, mungkin para markus itu sudah bisa bergerak bebas
kembali. Salah satu indikasinya, ia menyebutkan ada sebuah kasus perpajakan
senilai Rp 25 miliar di Mabes Polri, yang kini sudah tak terdengar lagi
kabarnya. ''Dulu saya yang menangani kasus itu,'' kata dia.

Setelah tak lagi menjadi Kabareskrim, kata Susno, ia pernah menanyakan
perkembangan kasus itu kepada salah seorang perwira tinggi, mantan anak
buahnya di Bareskrim, yang kebetulan datang berkunjung ke rumahnya. ''Sudah
dicairkan dan dibagi-bagikan hek hek hek hek ...,'' kata Susno menirukan
jawaban mantan anak buahnya itu.

Menurut Susno, sebenarnya memberantas markus di Mabes Polri tak sulit. ''Tak
perlu menyan seperti mencari hantu,'' katanya.

Susno juga mengatakan ia tahu sekali bahwa para markus ini bekerja
melibatkan sejumlah petinggi Polri setingkat perwira tinggi.''Markus itu
melibatkan petinggi Polri. Tak sulit membuktikannya. Markus itu ada di dekat
ruang Kapolri dan Wakapolri. Untuk membuktikan tidak butuh meyan. Kasat
mata,'' tandasnya.

Susno mengatakan melihat semua kenyataan ini ia menjadi geram, apalagi ia
juga sudah sering 'memberikan umpan' agar tim satgas tersebut bisa sukses
bekerja. ''Kita lihat saja ke depan. Kalau bisa kasus Rp 25 miliar itu
diungkap, dan ada jenderal (polisi) ditahan, berarti mereka berhasil,''
tandas Susno.

Alkhori M

Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

Doha, State of Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke