kalo begini gimana niy ??  secara ada yang bilang Islam agama yang damai..  
apakah kita juga harus diam ketika "perempuan2" kita dihina seperti itu ???? 



----- Original Message ----- 
From: DR Kurniawan 
Sent: Thursday, March 18, 2010 12:37 PM
Subject: Gadis Palestina Dipaksa Melepas Celananya di Depan Banyak Orang di 
Yerusalem


Gadis Palestina Dipaksa Melepas Celananya di Depan Banyak Orang di Yerusalem
Pasukan pendudukan Zionis yang ditempatkan di pintu penyeberangan Qalandiya di 
sebelah utara Yerusalem memaksa seorang gadis Palestina untuk melepas celananya 
di depan banyak orang. Gadis itu dicurigai membawa sesuatu berupa logam. 
Sungguh ini merupakan adegan yang begitu memalukan.

Pada hari Senin, tanggal 15 Maret 2010, pada jam 07.15 pagi di pintu 
penyeberangan Qalandiya jalan masuk menuju ke Yerusalem, tepatnya di pintu 
nomor 2, para petugas yang ditempatkan di pintu gerbang memaksa seorang gadis 
Palestina-padahal ia memiliki izin masuk-untuk melepaskan celananya di depan 
banyak orang setelah ia melewati alat pendeteksi, terlihat indikasi adanya 
benda tertentu.

Dalam sebuah adegan yang begitu memalukan itu tentara Zionis meminta kepada 
gadis itu agar melepas sepatunya. Gadis itu mengatakan bahwa ia memakai kaki 
sintetis, dan itulah yang terlihat pada alat pendeteksi. Namun tentara Zionis 
tidak percaya, bahkan mereka berteriak meminta gadis itu melepas sepatunya, dan 
meletakkannya di atas alat pendeteksi. Tentara itu tetap juga tidak percaya. 
Kemudian gadis itu mengangkat kakinya agar mereka melihat kaki sintetis yang 
digunakannya. Tentara Zionis masih juga tidak percaya, lalu memaksanya agar 
melepas celananya untuk melihat kaki sintetis secara penuh di depan banyak 
orang. Sehingga gadis itu dan perempuanya yang bersamanya menangis oleh 
tindakan tentara Zionis yang biadap ini.

Bahwa apa yang terjadi hari ini, adalah hal yang biasanya terjadi di pintu 
penyebarangan yang berupa praktek-praktek dan beragam tindakan tidak manusiawi, 
yang terburuk dalam sejarah. Namun, berbagai lembaga hak asasi manusia 
internasional yang memiliki legitimasi dan Perserikatan Bangsa-Bangsa diam 
seribu bahasa, tidak berbuat apa-apa, dan tidak ada yang membela gadis itu atau 
yang lainnya. Sehingga, tidak dapat dipersalahkan jika gadis itu melakukan 
operasi bom syahid sebagai reaksi terhadap penghinaan dan kesengsaraan ini.

Sekalipun ada lembaga-lembaga hak asasi manusia, tetapi lembaga-lembaga itu 
justru bekerjasama dengan pasukan pendudukan, dan membenarkan atas 
tindakan-tindakan dan perlakukan mereka terhadap orang-orang di pintu 
penyeberangan. Sehingga, dalam hal ini seolah-olah mereka adalah sekawanan 
domba atau anak domba yang sedang ketakutan terhadap terorisme dan teroris??!! 
Sesungguhnya tindakan terorisme apa yang mereka takutkan dari orang yang tidak 
bersenjata, yang sedang mencari penghidupan agar bisa hidup nyaman seperti 
halnya manusia yang lain di seluruh dunia. (paltimes.net, 16/3/2010)
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke