Jalaluddin Minta Ahmadiyah tak Mengaku Islam


Jumat, 19 Maret 2010, 13:44 WIB

 <javascript:%20void(0)> 

http://www.republika.co.id/berita/107263/jalaluddin-minta-ahmadiyah-tak-meng
aku-islam

 

 <http://www.republika.co.id/filez/jalaluddin_rakhmat.jpg> wordpress.com

Jalaluddin Rakhmat

JAKARTA--Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi), KH
Jalaludin Rakhmat, pernah mengusulkan pada Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI)
agar tidak mengaku sebagai Islam. Mereka diminta mengaku beragama Ahmadiyah
saja karena penafsiran JAI atas ajaran Islam dinilai menyimpang. 

''Saya pernah mengusulkan kepada Ahmadiyah. Lebih baik Anda tidak mengaku
sebagai Islam, sudah saja sebagai agama Ahmadiyah,'' katanya usai menghadiri
sidang uji materi UU Pencegahan penodaan Agama di Gedung Mahkamah
Konstitusi, Jumat (19/3) di Jakarta.

Menurut ulama syiah Indonesia ini, keyakinan JAI terkait keberadaan nabi
setelah Muhammad SAW adalah penafsiran menyimpang. Hal itu karena dalam
pokok ajaran Islam, nabi terakhir hanya Muhammad. 

''Saya meyakini tidak ada lagi nabi setelah Rasulullah SAW dan itu
berdasarkan keyakinan saya. Karena itu, kalau ada orang yang menafsirkan
itu, menurut saya menyimpang,'' ujarnya.

Jalaludin menyebutkan, bila JAI mau mengakui sebagai penganut agama
Ahmadiyah dan bukan Islam, mereka akan diuntungkan. Dengan demikian, mereka
tidak lagi dianggap oleh sebagian umat Islam sebagai umat dengan penafsiran
menyimpang. Selain itu, hak JAI pasti akan dilindungi.

Meski demikian, menurut Jalaludin, negara tidak punya hak untuk menetapkan
salah-tidaknya JAI memiliki keyakinan semacam itu. Negara harus bersikap
adil terhadap seluruh warga tanpa memandang latar belakang dan keyakinan
dimiliki. ''Negara mestinya itu pemilik otoritas yang tidak memihak
penafsiran tertentu,'' ujarnya.

 

<<image001.jpg>>

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke