Salah METHODE Dalam Pemahaman Ajaran AGAMA, Menganggap DIRI SENDIRI PALING BENAR, lanjutan 2
Sewaktu seseorang mengucapkan SYAHADATAIN, kalimat tersebut adalah janji dan iman kepada TUHAN dan RASUL, nah kalau begitu turutilah Sunnah-Allah dan Sunnahh-Rasul. Bagaimana dan dimana bisa dipelajari Sunnah-Allah dan Sunnah-Rasul itu semuanya terdapat pada Al-Qur'an dan Al-Sunnah. Tapi sekarang pada banyak yang salah KAPRAH menganggap DIRI SENDIRI PALING BENAR dan sungguh mudah mengatakan atau menuduh orang lain TIDAK BENAR. Padahal dalam al-Qur'an dan Al-Hadits tidak ada kalimat yang mengajarkan untuk diucapkan "KAMU ADALAH KAFIR" dan "KAMU ADALAH KAFIR" dan "KAMU ADALAH KAFIR" tapi yang terdapat didalam al-Qur'an dan Al-Hadits adalah kisah-kisah contoh-contoh agar dijadikan teladan dan tuntunan atau guidance agar kita selamat di Dunia dan sejahtera di Akhirat. Jadi mau selamat di Dunia dan sejahtera di Akhirat sesuaikan amalan-amalan KITA or/and KAMU sesuai dengan AMAL MAKRUF NAHI MUNGKAR, tapi bukan ber-KOAR-KOAR KAMU KAFIR dan AJARAN KAMILAH YANG PALING BENAR, KALAU BERBEDA MASUK NERAKA, ajaran dari manakah itu????? dari mana sumbernya dan siapa yang diteladani????? Salam cool selalu dari Qatar, Iqra', Iqra' dan Iqralah lagi Al-Qur'an Dan As-Sunnah sesuai tuntunan Rasulullah. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar ============================================================================ =============== Salah METHODE Dalam Pemahaman Ajaran AGAMA, Menganggap DIRI SENDIRI PALING BENAR Seorang rektor sebuah Perguruan Tinggi Islam, pada sebuah acara Silaturahmi pada acara PESANTREN KILAT pernah mengangkat sebuah issue, beliau mengatakan betapa pentingnya methode pengajaran yang BENAR sehingga tidak menimbulkan EKSES EKSTREMIS pada anak-anak DIDIK dalam proses BELAJAR - MENGAJAR terutama dalam kaitanya dengan PESANTREN KILAT. Sang Rektor tersebut specialisasinya adalah Tharbiyah alias Phd. dalam bidang Pendidikan sehingga beliau adalah ahli dalam bidang pendidikan. Sehingga methode yang digunakan adalah sangat menentukan arah dari sebuah pembentukan SIKAP dari anak didik tersebut. Apabila terjadi salah methode adalah bisa bersikap FATAL yang akhirnya dari tahap awal bisa menganggap DIRI SENDIRI PALING BENAR akan bermuara pada SIKAP YANG EKSTREMIST dan akhirnya MELETUP MELAHIRKAN TERORIS, Masya Allah demikian penting methode dari sebuah proses belajar mengajar. Sehingga seorang Andi Arief yang Prof. Dr. berlatang belakang pendidikan juga mengatakan, bedanya mengajar dan mendidik adalah mendidik akan terbentuk sebuah SIKAP atau mendidik akan terjadi perubahan SIKAP dari seorang anak didik. Kembali pada rektor Perguruan Tinggi Islam tersebut: Beliau mengatakan, jangan sampai terjadi setelah Pesantren Kilat "Jangan Sampai Terjadi Pada Anak Didik, Kalau Tidak Sama Dengan Apa Yang Dipelajari Akan Dianggap Musuh Semua". Sewaktu saya mempelajari FIQIH MUQARRAN disitu terlihat jelas bahwa, walau ayat al-Qur'an yang dipakai sebagai rujukan adalah AYAT YANG SAMA, TAPI HASIL FIQIHNYA BERBEDA, contoh yang kontemporar adalah STATUS WUDHUK JIKA BERSENTUH LAKI & WANITA terdapat dua pendapat yaitu BATHAL dan TIDAK BATHAL. Kesimpulanya adalah HARGAI PERBEDAAN, jika ada yang selalu GRUSA-GRUSU itu mungkin penyebabnya adalah SALAH METHODE sewaktu belajar AGAMA, sehingga muncullah GENERASI YANG MENGANGGAP DIRI SENDIRI PALING BENAR, AKHIRNYA MELETUP MENJADI TERORIS. Salam cool selalu dari Qatar, Iqra', Iqra' dan Iqralah lagi Al-Qur'an Dan As-Sunnah sesuai tuntunan Rasulullah. Alkhori M Al-Dhakhira Area, Villa No. 2 Doha, State of Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
