Hmmm, cerita yang dibikin-bikin... kurang bermutu..
Ayolah,,, pakai cerita yang nyata.. misalnya kisah para sahabat rosul... apa 
kehabisan referensi ya?
  ----- Original Message ----- 
  From: Alkhori M 
  To: [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] 
  Sent: Friday, April 02, 2010 12:01 PM
  Subject: [Is-lam] Pak Saya Ditendang Tadi di Sekolah,Bapak Tersinggung dan 
Emosi


  Pak Saya Ditendang Tadi di Sekolah, Bapak Tersinggung  dan Emosi

   

  Seorang anak baru pulang dari sekolah dan melapor pada bapaknya:

  Anak Sekolah (AS): Pak tadi di sekolah saya kena TENDANG

  Sang Bapak (SB): Hah dengan wajah kaget langsung emosi

  AS: Dengar dulu pak

  SB: Tidak bisa, ini sudah keterlaluan, bapak tidak bisa menerima kelakuan ini

  AS: Dengar dulu pak

  SB: Tidak bisa Ayo kita kesekolah

   

  Begitulah anak belum habis melaporkan si Bapak sudah EMOSI, jangan jumping 
pada KONKLUSI, dengarkan informasi sampai habis kemudian pilah-pilah informasi 
tersebut, dapatkan second opinion dan yang sangat penting:

    1.. JANGAN AMBIL KEPUTUSAN, JANGAN BUAT KEPUTUSAN DIKALA ANDA EMOSI 
    2.. Jangan KECURIGAAN dibuat sebagai DASAR keputusan 
    3.. Tapi KECURIGAAN bisa disisipkan sebagai bahan PERTIMBANGAN 
   

  Setiba di rumah sekolah, bapak tersebut dengan EMOSI marah-marah pada staf 
pengajar, mereka semua jadi BINGUNG, mengapa sang bapak marah-marah? Insya 
Allah bersambung, salam cool selalu dari Qatar. 

   

  Alkhori M

  Al-Dhakhira Area, Villa No. 2

  Doha, State of Qatar

   



------------------------------------------------------------------------------


  _______________________________________________
  Is-lam mailing list
  [email protected]
  http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke