----- Original Message ----- 
From: Suzarah 

--------------------------------------------------------------------------------

From:  [email protected]






        

      10 AMALAN YANG TERBALIK

      Kadang kita dapati amalan terbalik atau bertentangan dengan apa yang 
sepatutnya dilakukan & dituntut oleh Islam. Mungkin kita tidak sadar atau 
ikut-ikutan dengan budaya hidup orang lain. 

      CONTOH AMALAN YANG TERBALIK : 

      1.   Amalan SELAMATAN/KENDURI beberapa malam setelah saudara/keluarga/ 
tetangga kita meninggal (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan seterusnya) 
adalah terbalik dengan yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW dimana Rosulullah 
telah menganjurkan tetangga memasak makanan/minuman untuk keluarga yang berduka 
guna meringankan kesedihan & kesusahan mereka. Keluarga yang telah ditimpa 
kesedihan tersebut terpaksa menyediakan makanan & membeli segala sesuatu untuk 
mereka yang datang membaca Tahlil/doa & mengaji. Tidakkah mereka yang hadir & 
makan tersebut tidak khawatir termakan harta anak yatim yang ditinggalkan oleh 
si mati atau atau harta peninggalan si mati yang belum dibagikan kepada yang 
berhak menurut Islam? 

      2.  Kalau datang ke RESEPSI/PESTA Pernikahan/Khitanan selalu berisi 
hadiah/uang waktu bersalaman. Kalau tidak ada uang maka kita segan untuk pergi. 
Tetapi kalau mendatangi tempat orang meninggal, kita tidak malu untuk salaman 
tanpa isi/uang. Sepatutnya pada saat kita mendatangi tempat orang meninggallah 
kita seharusnya memberi sedekah. Sebenarnya jika ke Resepsi/Pesta 
Pernikahan/Khitanan, tidak memberipun tidak apa-apa. Karena tuan rumah yang 
mengundang untuk memberi restu kepada mempelai & makan bukan untuk menambah 
pendapatannya. 

      3.  Ketika datang ke sebuah gedung/rumah mewah atau menghadiri rapat 
dengan pejabat, kita BERPAKAIAN bagus, rapi & indah tapi bila menghadap Allah 
baik di rumah maupun di Masjid, pakaian yang dipakai adalah pakaian seadanya. 
Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik? 

      4.  Kalau BERTAMU ke rumah orang diberi kue/minum, kita merasa malu untuk 
makan sampai habis, padahal yang dituntut adalah jika hidangan tidak dimakan 
akan menjadi mubazir dan tidak menyenangkan tuan rumah. 

      5.  Kalau SHALAT SUNAH di Masjid sangat rajin tapi kalau di rumah, malas. 
Sedangkan sebaik-baik Shalat Sunnah adalah yang dilakukan di rumah seperti yang 
dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menghindari rasa riya'/pamer. 

      6.  Bulan PUASA adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan yang 
berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahwa biaya makan dan belanja di 
bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun. Padahal seharusnya yang 
terendah. Bukankah terbalik amalan kita? 

      7.  Kalau untuk menjalankan ibadah HAJI, sebelum berangkat, banyak orang 
mengadakan Selamatan/Do'a bersama tetapi setelah kembali dari Haji, tidak ada 
doa bersama untuk bersyukur. Anjuran doa bersama/selamatan dalam Islam 
diantaranya adalah karena selamat dari bermusafir/perjalanan jauh bukan karena 
akan bermusafir. Bukankah amalan ini terbalik? Atau kita mempunyai tujuan lain? 

      8.  Semua orang tua akan kecewa jika anak-anaknya gagal dalam ujian. Maka 
dicari & diantarlah anak-anak ke tempat kursus walau dengan biaya tinggi. Tapi 
kalau anak tidak dapat BACA AL-QUR'AN, mereka tidak berusaha mencari/ mengantar 
anak-anak ke tempat kursus baca Al-Qur'an atau kursus pelajaran Islam. Kalau 
guru kursus sanggup dibayar sebulan Rp. 300.000,- per bulan untuk satu 
pelajaran dan 8 kali pertemuan saja, tapi kepada Ustadz yang mengajarkan 
mengaji hanya Rp. 100.000,- per bulan untuk 20 kali pertemuan. Bukankah 
terbalik amalan kita? Kita sepatutnya lebih malu jika anak tidak dapat baca 
Al-Qur'an atau Shalat dari pada tidak lulus ujian. 

      9.  Siang-malam, panas-hujan badai, pagi-petang kita bekerja mengejar 
rezeki Allah dan mematuhi peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah (MASJID) tidak 
hujan tidak panas, tidak siang, tidak malam tetap tidak datang ke Masjid. 
Sungguh tidak tahu malu manusia begini, rezeki Allah diminta tapi untuk mampir 
ke rumah-Nya segan dan malas.. 

      10. Seorang isteri kalau mau keluar rumah dengan suami atau tidak, 
BERHIAS secantik mungkin. Tapi kalau di rumah.? Sedangkan yang dituntut seorang 
isteri itu berhias untuk suaminya bukan untuk orang lain. Perbuatan amalan yang 
terbalik ini membuat rumah tangga kurang bahagia. Cukup dengan contoh-contoh di 
atas. Marilah kita berlapang dada menerima hakikat sebenarnya. Marilah kita 
beralih kepada kebenaran agar hidup kita menurut landasan dan ajaran Islam yang 
sebenarnya bukan yang dirubah mengikuti selera kita. Allah yang menciptakan 
kita, maka biarlah Allah yang menentukan peraturan hidup kita. 

      Sabda Rasulullah SAW : "Sampaikanlah pesanku walau hanya satu ayat". 

      (Riwayat Bukhari).
     


-- 



_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke