Wa'alaikum salam wr wb,
Selama kita berpegang kepada Al Qur'an dan Hadits dengan berguru kepada ulama 
yang lurus insya Allah hal2 seperti itu tidak membawa pengaruh buruk bagi kita.

Dalam Islam kita diajarkan cara membaca Al Qur'an seperti makhraj, tajwid, 
tahsin, dsb. Begitu pula cara menterjemahkan, tafsir, dan ta'wil (pengkaitannya 
dengan masalah sehari2).

Oleh karena itu hendaknya kita berteman dengan orang2 yang saleh. Jadi terbawa 
saleh.

Tapi kalau berteman dengan orang2 yang sesat, bisa jadi kita ikut terbawa sesat 
jika iman kita tidak kuat.

Wassalamu'alaikum wr wb

===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone


--- Pada Sen, 12/4/10, Mawan Sugiyanto <[email protected]> menulis:

> Dari: Mawan Sugiyanto <[email protected]>
> Judul: Re: [Is-lam] Siapa Tuhan Kita?
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Senin, 12 April, 2010, 4:33 AM
> Pak Agus, akhir2 ini banyak saya
> temui hal2 yang sifatnya kabur. Yang saya maksudkan adalah
> penggunaan kata Allah, Alah, Aloh, Tuhan dll . 
> Bahkan ucapan salam pun akhirnya dipaksakan menjadi sebuah
> makna tekstual. Alhamdulillah = Puji Tuhan. Assalamu
> 'alaikum = Salam kepadamu = Syalom. 
> 
> Dan hal ini terus menerus masuk dalam keseharian. Bahkan
> teman saya yang nasrani mengucapkan itu menjadi biasa.
> Baimana ya menyikapinya?
> 
> 
>  
> mawan sugiyanto
> bogor, indonesia
> 
> 
> www.maoneid.indoinvestor.com
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: A Nizami <[email protected]>
> To: Is-lam <[email protected]>
> Sent: Sat, April 10, 2010 8:21:45 PM
> Subject: [Is-lam] Siapa Tuhan Kita?
> 
> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> Siapa Tuhan Kita?
> 
> Tidak dapat dipungkiri, bahwa sesungguhnya Tuhan itu hanya
> satu. Meski demikian, banyak orang yang menyembah Tuhan yang
> berbeda-beda. Ada yang menyembah matahari sebagai Tuhannya.
> Ada yang menyembah Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan sebagainya.
> Ada juga yang hanya menyembah Allah semata.
> 
> Lalu, manakah Tuhan yang benar menurut Islam? Bagaimana
> ciri-cirinya? Sesungguhnya, kita tidak mengetahui sedikit
> pun tentang Tuhan, meski demikian, dalam Al Qur’an, Tuhan
> menjelaskan sifat-sifatnya.
> 
> Menurut ajaran Islam, Tuhan adalah pencipta segalanya:
> 
> “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak
> (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya
> mengatakan kepadanya: “Jadilah”. Lalu jadilah ia.” [Al
> Baqoroh:117]
> 
> “Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah,
> adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam
> dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:
> “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” [Ali
> Imran:59]
> 
> ”Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang
> dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya
> (menghidupkannya) kembali?” katakanlah: “Allah-lah yang
> memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya
> (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu
> dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?”
> [Yunus:34]
> 
> Tuhan juga memiliki semua yang ada, baik di bumi, langit,
> mau pun yang ada di antara keduanya:
> 
> “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:
> “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”.
> Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat
> menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak
> membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan
> seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?”
> Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di
> antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.
> Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Al
> Maaidah:17]
> 
> Tuhan juga telah ada sebelum segala sesuatu ada (awal).
> Tuhan juga akan tetap ada, ketika yang lain telah musnah
> (akhir):
> 
> “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang
> Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al
> Hadiid:3]
> 
> Oleh karena itu, tidak mungkin Tuhan lahir, ketika makhluk
> lain sudah ada, atau pun meninggal, ketika makhluk lain
> masih ada. Jika ada, itu tidak lain hanyalah makhluk ciptaan
> Tuhan belaka.
> 
> Hanya ada satu Tuhan, yaitu: Allah.
> 
> “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:
> “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal
> sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain
> Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang
> mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara
> mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al Maa-idah:73]
> 
> Allah tidak punya sekutu.
> 
> “Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?”
> Jawabnya: “Allah.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu
> mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal
> mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula)
> kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah:
> “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau
> samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka
> menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan
> seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa
> menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah
> Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi
> Maha Perkasa”. [Ar Ra’d:16]
> 
> “Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak
> mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya
> dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan
> agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.”
> [Al Israa:111]
> 
> Maha Suci Allah dari mempunyai anak dan sekutu.
> 
> “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali
> tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan
> beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk
> yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan
> mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa
> yang mereka sifatkan itu,” [Al Mu’minuun]
> 
> “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. [Al
> Ikhlas:4]
> 
> Allah Maha Mengetahui, baik yang zahir mau pun yang ghaib.
> 
> “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib;
> tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia
> mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada
> sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya
> (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi
> dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan
> tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” [Al
> An’aam:59]
> 
> Allah Maha Kuasa. Sering kita terpukau akan
> kegagahan/keperkasaan seseorang. Namun mereka semua tidak
> ada yang kekal. Orang-orang yang besar dan ditakuti seperti
> Jengis Khan, Hitler, Roosevelt, semua musnah di tangan Allah
> yang Maha Kuasa dan Maha Mematikan.
> 
> “Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu wahai
> manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai
> penggantimu). Dan adalah Allah Maha Kuasa berbuat
> demikian.” [An Nisaa:133]
> 
> “Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain
> daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak
> menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan
> tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari
> dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu
> kemanfa`atanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan,
> menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” [Al
> Furqaan:3]
> 
> Allah Maha Mengatur. Sering kita lihat jembatan yang telah
> dirancang oleh para ahli dan dibangun ratusan tukang dengan
> tiang-tiang yang kuat, roboh seketika. Atau lalu-lintas
> udara yang diatur dengan radar, pengawas udara, serta pilot
> dan co-pilot, tetap selalu mengalami kecelakaan setiap
> tahunnya.
> 
> Namun tidak pernah sekalipun langit yang tanpa tiang ambruk
> menimpa bumi. Matahari tidak pernah menabrak bulan atau
> bumi, meski semuanya telah beredar selama milyaran tahun.
> Itulah bukti bahwa keteraturan itu terjadi karena adanya
> Sang Maha Pengatur: Allah.
> 
> “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang
> (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di
> atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan.
> Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah
> mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda
> (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan
> Tuhanmu.” [Ar Ra’d:2]
> 
> Allah juga telah memberikan banyak nikmatnya kepada
> manusia:
> 
> “Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan
> langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari
> langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala
> buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu
> mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu
> mengetahui.” [Al Baqarah:22]
> 
> “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih
> bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut
> membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah
> turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia
> hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di
> bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan
> yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat)
> tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang
> memikirkan.” [Al Baqarah:164]
> 
> Itulah beberapa sifat dari Allah, Tuhan kita. Sifat-sifat
> Allah lainnya tercermin dalam 99 nama Allah (Asma ul
> Husna).
> http://media-islam.or.id/2007/09/06/siapakah-tuhan-kita/
> ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
> Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
> Belajar Islam via SMS:
> http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone
> 
> 
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 
> 
> 
>       
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 



_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke