http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/04/14/111
105-menengok-cara-muslim-inggris-melunakkan-pemuda-radikal

 

LONDON--Inggris terus berusaha me-deradikalisasi para pemuda yang dianggap
ekstrimis Islam. Ketika upaya itu terlihat gagal dilakuan dibalik penjara,
Radio 4, dibawah bendera BBC, dengan acara yang dipandu Mobeen Azhar,
mencari informasi dan peluang, apakah program rehabilitasi bagi para radikal
yang diterapkan setelah mereka keluar penjara lebih sukses.

"Temui saya di jalan utama, agar ibu saya tak melihat," tentu bukanlah
kata-kata yang anda harapkan dari seorang remaja. Namun, beda cerita
mengingat Rizwan Ditta, yang mengirim pesan tersebut adalah mantan Muslim
radikal.

Pada 2007, ia mengakui dua tuduhan yakni memiliki dokumen yang sangat
berguna bagi tujuan teroris. Pengakuan Rizwan tak lama setelah polisi
menemukan propaganda jihad dalam komputer di ruang tidurnya.

Kini ia mesti melaporkan diri ke kepolisian sekali setiap minggu. Ia pun tak
bisa menggunakan internet, bahkan tak bisa bepergian jauh dari rumahnya di
Halifax tanpa ijin resmi otoritas setempat.

I mengklaim bahwa ideologinya telah berubah. Ia belajar dari seorang mentor
Muslim, seorang imam yang memberi ia nasehat dan masukan ketika ia keluar
dari penjara. Dialog dan diskusi tersebut merupakan layanan untuk para
tahanan pasca-pembebasan.

"Beberapa orang diberkati dan memperoleh pemahaman lebih luas, pemahaman
global tentang Islam," ujar Rizwan kepada Radio 4, BBC. "Mentor saya sangat
baik dan membantu saya melihat realita sebuah situasi," imbuhnya.

Ia mengakui, ideologinya di masa lalu, yang membuat ia dipenjara, dibentuk
oleh opini dari berbagai konflik dan kelompok-kelompok Muslim garis keras,
seperti Bosnia, Hisbut-Tahrir dan al Muhajirun.

Hubungan ayah dan anak

Menurut seorang mentor yang terlibat dalam layanan deradikalisasi tahanan
pasca-pembebasan, sejumlah pemuda berubah menjadi radikal karena terkait
asal-usul domestik mereka. "Para radikal yang berobsesi menyerang selalu
mengutip ketidakadilan yang mereka saksikan terkait kebijakan luar negeri,"
ujar Alyas Karmani, seorang imam, sekaligus mentor, ahli psikolog dan
pekerja sosial berbasis di London.

"Sangat penting untuk membicarakan hal-hal tersebut, namun itu pun hanya
satu faktor terkait," ujarnya. "Sebagai contoh, ketika saya bertanya pada
merea bagaimana hubungan mereka dengan ayah mereka, sembilan dari sepuluh
orang mengatakan mereka tidak pernah benar-benar memiliki hubungan--yang
pasti bukan hubungan yang baik dan nyaman, dengan ayah mereka" ujarnya.

"Jadi tidak ada benar-benar satu alasan yang membuat seseorang rentan
menjadi ekstrimis. Semua faktor tersebut harus dicermati dan dijadikan
pertimbangan," ujarnya. Ia mengatakan, tujuannya terlibat dalam layanan demi
memperluas dan menantang perspektif partisipan terhadap diri mereka sendiri
dan dunia.

"Mereka perlu tahu bahwa bukan hanya Muslim yang menjadi korban
ketidakadilan." ujar Alyas. "Dunia tidak semata-mata hitam puta. Kami juga
menggarisbawahi wilayah abu-abu yang ternyata banyak dari mereka tak pernah
anggap.

Namun, tak semua yang meninggalkan penjara meninggalkan ideologi
radikalisme. Shah-Jalal Hussain, seorang anggota Al Muhajirun yang mengaku
menggalang dana untuk terorisme, mengaku tak pernah menyesal atas
perbuatannya.

Ia turun dalam unjuk rasa di depan Masjid Regents Park, London, meski telah
diseru berulang kali oleh pengelola masjid untuk meninggalkan lokasi. Ia
mengatakan kepada setiap orang, terutama pengunjung masjid untuk
menyumbangkan uang bagi 'Osama bin Laden dan Al Qaidah di Irak'. Ia berkeras
motivasi utamanya adalah konflik dan ketidakadilan yang terjadi di Irak. 

Kepada BBC, ia berkata,  "Saya meyakini bahwa tuntutan yang diajukan pada
saya tidak berdasar. Siapa pun yang tidak diatur oleh hukum Tuhan adalah
setan. Mereka yang menjunjung tinggi aturan tersebut, berarti mereka
menjunjung tinggi sistem setan,"

Apa yang membuat Shah-Jalal tiba di kesimpulan macam itu? Ia menuturkan,
setiap masjid yang ia datangi, saat masih remaja, menolak untuk terlibat
dengan pandangan politik apa pun yang membuat ia penasaran.

Tidak mengherankan, hampir seluruh masjid di Inggris didirikan oleh generasi
pertama Muslim di Inggris. Sebagai hasil, alih-alih dalam Bahasa Inggris,
kotbah kerap diberikan dalam Bahasa Urdu atau Arab.

"Saat itu saya pergi untuk melihat Abu Hamza (petinggi Al Muhajirun)
berbicara. Untuk pertama kali dalam hidup saya, saya mendengar Islam dalam
Bahasa Inggris," ungkapnya. "Sebelum ini, saya pikir Islam hanya sekedar
shalat dan puasa," ujarnya.

Ruang Kosong

Menanggapi itu, Alyas mengatakan tipe radikalis macam Shah-Jahal memiliki
sedikit pengalaman dalam hal spiritual. "Di saat bersamaan, ada pemuda yang
terjurumus dalam kriminal jalanan, kekerasan, sementara beberapa pemuda
Muslim terjerumus dalam ideologi ekstrimis," ujarnya.

"Anak-anak muda itu sedang mencari seseuatu dan yang menjadi masalah, ketika
mereka memilih grup ekstrimis untuk mengisi 'ruang kosong' dalam diri
mereka," ujarnya.

Seorang pekerja sosial, Hanif Qadir  juga menjalakan program deradikalisasi,
mendirikan Yayasan Perubahan Aktif dari pusat kepemudaan di London. Ia juga
meyakini, mengisi 'ruang kosong' merupakan kunci untuk me-deradikalisasi
para pemuda Islam.

Dulu, Hanif sempat pernah ke Afghanistan utnuk membantu Taliban. Namun di
sana ia tak ikut berjuang bersama setelah menyaksikan apa yang ia sebut
"hal-hal mengerikan". Ia pun kembali ke Inggris dengan semangat untuk
meghentikan yang lain mengikuti jalan ekstrimisme.

Ia kini pun menerima klien dari pusat layanan pasca-pembebasan tahanan.
Hanif meyakini, pengalamannya memberi ia alat unik untuk me-deradikalisasi
seseorang.

"Mereka cenderung berkata peduli terhadap ketidakadilan. Jadi kami beberkan
kepada mereka hal-hal yang salah dalam komunitas mereka sendiri sekaligus
mengajarkan bahwa mereka dapat membuat perubahan dari dalam," papar Hanif.
"Ketika mereka merasa memiliki sesuatu yang dijaga dan dibela, keseimbangan
akan tercapai dan mereka tidak lagi merasa ada 'ruang kosong'.

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke