Kini gubernur DKI sibuk cuci tangan, satpol disalahkan padahal dia yg merekrut 
dan dia juga yg mendidik. Hampir semua tudingan diarahkan ke pimpinan satpol yg 
sebetulnya hanya sekedar menjalankan tugas namun hrs diposisikan sbg tumbal, 
trus coba cari-cari oknum satpol yg bertindak kelewat batas, trus lagi coba 
cari ormas-ormas mana yg terlibat.... wele-wele, gubernur buta & tuli yg gagal 
melihat hasil perbuatan tangan sendiri.


-----Original Message-----
From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami
Sent: Friday, April 16, 2010 2:34 PM
To: [email protected]
Subject: [Is-lam] Akibat Privatisasi? Re: Bentrokan Tanjung Priok: 2 Anggota 
DPRD Dipukuli Satpol PP

Ternyata bentrokan Tanjung Priok terkait dengan perluasan terminal Peti Kemas 
(JICT) yang sudah diprivatisasi sehingga sebagian besar sahamnya dimiliki oleh 
Hutchison Port Holdings (HPH). HPH sendiri beroperasi di 50 pelabuan di 25 
negara.

Meski satu slogannya "valuing people", ternyata perluasan peti kemas yang 
menggusur komplek pemakaman pendiri Tanjung Priok mengakibatkan ratusan orang 
terluka dan 3 orang meninggal.

Hidup privatisasi. ...

http://priokberdara h.blogspot. com

Hutchison Port Holdings (HPH) is the world's leading port investor, developer 
and operator with interests in a total of 306 berths in 50 ports, spanning 25 
countries throughout Asia, the Middle East, Africa, Europe, the Americas and 
Australasia. HPH also owns a number of transportation- related service 
companies. In 2009, the HPH Group handled a combined throughput of 65.3 million 
TEU worldwide.
http://www.hph.com/webpg.aspx?id=87

JICT Share holder at glance
About HPH

HPH is the world's leading port developer and operator as well as an industry 
leader in the application of technologies to strengthen the entire 
transportation and logistics chain. As an organisation that actively invests in 
the development of modern port infrastructure, HPH is committed to playing a 
significant role in the development of the economies and the expansion of 
international trade opportunities for the countries in which it operates.

Today, HPH has operating rights in a total of 292 berths in 46 ports and owns a 
number of transportation- related service companies. In 2006, the HPH Group 
handled a combined throughput of 59.3 million TEU worldwide. for more 
informations, please click www.hph.com About PELINDO II

PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II (PELINDO II) is a state-owned enterprise, 
which operates 12 of Indonesia’s largest ports in 10 provinces. This includes 
Tanjung Priok, the biggest and busiest port in Indonesia. Apart from that 
PELINDO II has subsidiaries and affiliates such as PT. Jakarta International 
Container Terminal, Terminal Petikemas Koja, PT. Electronic Data Interchange, 
PT. Rumah Sakit Pelabuhan and PT. Multi Terminal Indonesia.

Handling 95 million tons of cargo and vessel for more than 57,000 vessels last 
year. PT. PELINDO II has a tremendous potential to develop its business in 
future.
Jakarta International Container Terminal

In April 1999, Jakarta International Container Terminal (JICT) was formed to 
operate Container Terminals 1 and 2 at the Tanjung Priok Seaport. Prior to that 
Container Terminals 1 and 2 was a full subsidiary of PT. (Persero) Pelabuhan 
Indonesia II and started its first operation in 1978. JICT is a joint venture 
between Hutchison Port Holdings and PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II.

JICT covers a total of 100 hectares and is the largest container terminal in 
Indonesia. JICT handles more than 1.7 million TEUs (Twenty foot Equivalent 
Units) and is strategically located at the industrial heartland of West Java.
To anticipate the future growth in the nation's economy, JICT is in development 
of an additional 29.3 hectares of land to serve the container traffic that 
flows in and out of Indonesia.

JICT is accredited to ISO 9002 standards and aims to provide excellent services 
through the dedication of our experienced workforce and the application of the 
latest cutting edge technology.

Besides the pioneer of 100% sterile Terminal that endow with security, safety 
and clean in every line of its environment, JICT provides quality services to 
more than 20 shipping lines with direct routes to more than 25 countries and is 
committed to providing fast, efficient and reliable services 24 hours a day, 
all year round.

Corporate Culture

Valuing People
Treating employees fairly, with dignity and integrity

Professionalism
Responsible for all activities and bringing excellence by attaining the highest 
quality of work, adhere to all company policies and regulations with consistent 
and personal commitment to meet organizations requirement.

Team Work
Working effectively with team/work group or those outside the formal line of 
authority to accomplish organizational goals

Safety Orientation
Being aware of conditions and environment that affect employee safety

Sense of Competitiveness
Targeted towards the highest level of quality in working to ensure achievement 
optimum results and bringing excellence through market competitiveness

Build good partnership
Seeking and building better relationship with business partners (Shipping 
Lines, Cargo Owners, Freight Forwarders) etc, on trust based relationship to 
achieve excellent service continually 
http://www.jict.co.id/en/content/introduction

===

Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

http://media-islam.or.id

Milis Ekonomi Nasional: [email protected]

Belajar Islam via SMS:

http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone

--- Pada Jum, 16/4/10, Waluyo Sugito <[email protected]> menulis:

Dari: Waluyo Sugito <[email protected]>
Judul: Re: [Is-lam] Bentrokan Tanjung Priok: 2 Anggota DPRD Dipukuli Satpol PP
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 16 April, 2010, 12:11 AM

Kekuatan rakyat tdk bisa dilawan, biarpun pemerintah menurunkan ribuan pasukna 
huru haranya, keuntungan dan uang saja yg dipikirkan, akhirnya rugi milyaran 
rupiah (semua asset pemerintah dibakar ).
Kayaknya jaman sekarang kalo mau memperluas wilayah kekuasaan hrs perang dulu, 
balik kezaman dulu siapa yg kuat dia yg menang.


Pada 16 April 2010 10:29, Mawan Sugiyanto <[email protected]> menulis:



Ternyata kata damai yang terlontar dari beliau2 yang menjabat itu harus dibayar 
mahal. Itu kan tertulisa Kerajaan Mbah Priok, mungkin waktu Indonesia Merdeka 
priok juga daerah yang merdeka kali ya. Jadi orang agraria juga lupa kalo ada 
surat dari Belanda. Memang namnya juga warisan penjajah, sepertinya biasa kalo 
terjadi perebutan. 



Mawan





From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]

Sent: Thu, April 15, 2010 9:46:51 PM 



Subject: Re: [Is-lam] Bentrokan Tanjung Priok: 2 Anggota DPRD Dipukuli Satpol PP






Wah sy malah blom tahu tuh.. J

Tadi di metrotv ngikuti sekilas pendapat dari komnasham dan dari pihak 
pengacara ahli waris. Anehnya kog analisa orang komnasham malah menitik 
beratkan aspek ekonomi nilai tanahnya, mirip juragan tanah aja. Justru pihak 
pengacara ahli waris yg lebih memperhatikan “ham” daripada orang komnasham itu 
sendiri.

 
Yang jelas dari apa yg sy lihat di tv kuat sekali kesan bhw perlawanan warga 
koja bukanlah sesuatu yg direkayasa dan itu terekspresikan scr spontan. Ini 
bisa mengindikasikan bhw memang ada “alasan yg sangat kuat dan itu muncul dari 
dalam diri mereka” utk tetap mempertahankan diri; hal ekspresi natural seperti 
ini tak terlihat ada pada kerumunan satpol pp, polri…  ataupun FBR mania cs yg 
datang berikutnya… J

 
From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Teddy Setiady

Sent: Thursday, April 15, 2010 10:11 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] Bentrokan Tanjung Priok: 2 Anggota DPRD Dipukuli Satpol PP

 
waktoe doeloe boekannja soedah ada kedjadian, tapi warga di daerah terseboet 
pada tidak maoe ? kalaoe tidak salah waktoe Tommy Soeharto maoe daerah ini.

dengan adanja cap djempol dan potong djari tangan...?

please infonja.

Trims,
-ts-

2010/4/15 Dewa Gede Permana <[email protected]> Saya kira pemerintah 
telah gagal menangkap aspirasi masyarakat setempat dan kemudian menggunakan 
cara-cara konvensional berlandaskan hukum untuk memperoleh sebuah kemenangan 
penguasaan. Mereka lupa bhw ada mekanisme "hukum adat" yg dipercayai berlaku di 
situs2 tertentu oleh warga lokal.

Apapun kejadiannya, sepertinya pemerintah telah gagal iqra (waa.. sorry buat 
Mas Alkhori, saya pinjam dulu magic-word nyah...) dan sesama wong cilik juga yg 
pada akhirnya adu jotos.



-----Original Message-----
From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami

Sent: Wednesday, April 14, 2010 3:13 PM
To: Is-lam
Subject: [Is-lam] Bentrokan Tanjung Priok: 2 Anggota DPRD Dipukuli Satpol PP

Dua anggota DPRD DKI Jakarta mengalami luka serius setelah dipukuli Satpol PP 
meski sudah menunjukkan identitas. Sementara banyak rakyat lainnya luka bahkan 
ada yang meninggal karena bentrok dengan Satpol PP. Satpol PP itu petugas 
keamanan atau preman yang menakutkan?


Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim berkata: "Tindakan Satpol PP pada warga sekitar 
areal pemakaman Mbah Priok sungguh brutal. Satpol PP bertindak layaknya 
segerombolan preman, bukan aparat penegak hukum."


Bentrokan terjadi karena Pemprov DKI hendak menggusur bangunan liar yang berada 
di sekitar kompleks pemakaman Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad atau Mbah Priok 
yang diklaim milik PT Pelindo II.

Tapi aneh juga jika Komplek Pemakaman Habib Hassan bin Muhammad Al Hadad yang 
merupakan pendiri Tanjung Priok yang berusia ratusan tahun tiba-tiba diklaim 
jadi milik PT Pelindo II. Kapan belinya?


Eksekusi Makam Mbah Priok
Dua Anggota DPRD DKI Kena Pukul Satpol PP Mereka adalah Ketua Komisi A DPRD 
DKI, Ida Mahmuda dan anggota Komisi B, S Andika.
Rabu, 14 April 2010, 13:08 WIB
Eko Priliawito

VIVAnews - Dua anggota DPRD DKI Jakarta mengalami luka serius setelah terkena 
aksi salah sasaran anggota Satpol PP saat terjadi bentrokan dalam eksekusi 
pendopo yang berada di makam Habib Hasan bin Mumammad Al Hadad atau Mbah Priok.


Mereka adalah Ketua Komisi A DPRD DKI, Ida Mahmuda dan anggota Komisi B, S 
Andika dari Partai Gerindra. Pemukulan terhadap keduanya berlangsung saat 
terjadi perundingan antara Wakil Walikota Jakarta Utara, Atma Sanjaya dan 
pengelola makam bersama dengan DPRD DKI Jakarta.


"Dialog belum selesai langsung ada serangan dari Satpol PP. Kami kemudian 
dipukuli meski telah menunjukan indentitas," ujar Ida Mahmuda, kepada wartawan, 
Rabu 14 April 2010.

AKibat pemukulan ini, Ida Mahmuda dan Andika mengalami luka di telapak tangan 
dan memar pada wajahnya. Mereka akan melakukan visum dan melaporkan kejadian 
ini kepada polisi.


"Bukan cermin pelindung masyarakat, tapi aksi preman," ujarnya lagi.

Akibat kejadian ini Kepala satpol PP DKI Haryanto Badjuri langsung meminta maaf 
kepada yang bersangkutan. "Saya minta maaf karena situasinya sangat kacau," 
ujar Badjuri.


Akibat bentorkan ini, satu remaja meninggal dunia dan satu orang lainya kritis. 
Sementara hingga kini ada 31 petugas Satpol PP yang menjalani perwatan. Lima 
diantara harus menjalani operasi karena luka serius.


Laporan: Arnes Ritonga| Jakarta Utara

http://metro.vivanews.com/news/read/143927-dua_anggota_dprd_dki_kena_pukul_satpol_pp


Bentrok di Makam Mbah Priok, 1 Orang Tewas Belum diketahui secara pasti 
indentitas korban tewas akibat bentrokan itu.
Rabu, 14 April 2010, 12:50 WIB
Eko Priliawito
(Antara/Yusran Uccang)

VIVAnews - Satu orang remaja laki-laki meninggal dunia dalam tawuran antara 
petugas Satpol PP saat terjadi bentrokan dalam eksekusi pendopo yang berada di 
makam Habib Hasan bin Mumammad Al Hadad atau Mbah Priok.


Belum diketahui secara pasti indentitas korban tewas. Berdasarkan pantauan 
VIVAnews, Rabu 14 April 2010, remaja yang meninggal dunia itu diseret dari 
dalam areal makam dan diletakan dalam keadaan tewas di depan pendopo.


Sementara satu lelaki dewasa, yang mengenakan baju putih juga mengalami luka 
serius akibat terkena pukulan. Kedua korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit 
Daerah Koja, Jakarta Utara.

Akibat bentrokan ini, sedikitnya 31 Satpol PP mengalami luka dan lima 
diantaranya mengalami luka serius dan harus menjalani operasi • VIVAnews


http://metro.vivanews.com/news/read/143918-bentrok_di_priok__1_tewas_dan_31_luka_luka


Rabu, 14/04/2010 13:58 WIB
Bentrok Makam Mbah Priok
Komnas HAM: Tindakan Satpol PP Brutal, Seperti Segerombolan Preman Niken Widya 
Yunita - detikNews Jakarta - Tindakan Satpol PP pada warga sekitar areal 
pemakaman Mbah Priok sungguh brutal. Satpol PP bertindak layaknya segerombolan 
preman, bukan aparat penegak hukum.


"Jelas ini suatu tindakan yang sangat brutal. Satpol PP kan aparat hukum yang 
menegakkan Perda. Kita melihat tindakan Satpol PP bukan seperti aparat hukum 
yang sedang bertindak tetapi seperti segerombolan preman," ujar Ketua Komnas 
HAM Ifdhal Kasim kepada detikcom, Rabu (14/4/2010).


Ifdhal menyaksikan insiden Priok berdarah itu lewat siaran televisi. Dia juga 
menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim ke lokasi kericuhan. Tim dipimpin 
Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh.

"Kita akan melihat berapa korbannya, bagaimana proses penggusuran apakah 
mematuhi hukum, bagaimana dalam menangani anak-anak dan orangtua. Satpol PP 
juga tidak bisa serta merta menggunakan cara di luar hukum misalnya pemukulan 
dan menyerang anak dan orangtua," jelasnya.


Tim Komnas HAM, lanjut Ifdhal, nantinya juga akan menyelidiki tindakan brutal 
Satpol PP itu.

"Sebenarnya beberapa orang yang menjadi bagian warga yang digusur sudah melapor 
kepada kita, kami juga sudah merespons. Kita meminta Walikota Jakarta Utara 
untuk sementara menghentikan penggusuran itu. Selesaikanlah sengketa perdatanya 
dulu, tapi sudah dilakukan penggusuran hari ini," sesal Ifdhal.


(nik/nrl)

http://www.detiknews.com/read/2010/04/14/135847/1338112/10/komnas-ham-tindakan-satpol-pp-brutal-seperti-segerombolan-preman


Bentrokan di Makam Mbah Priok
Bentrok Warga vs Polisi Pecah, Mobil Satpol Digulingkan Muhammad Taufiqqurahman 
- detikNews

Jakarta - Bentrok kembali pecah di kawasan Terminal Peti Kemas Koja, yang 
berdekatan dengan areal makam Mbah Priok. Polisi yang berjaga di pengamanan 
luar diserang oleh warga. 2 Mobil Satpol PP yang sedang parkir digulingkan oleh 
warga.


Warga yang berjumlah ratusan menyerang polisi sekitar pukul 13.15 WIB, Rabu 
(14/4/2010). Saat itu polisi sedang berjaga di lapis luar yaitu di kawasan di 
Terminal Peti Kemas Koja. Jarak terminal dengan areal makam Mbah Priok sekitar 
500 meter.


Polisi yang diserang hanya bisa bertahan dan menutup diri dengan tameng. Mobil 
water cannon polisi juga tak henti menyemburkan air bertekanan tinggi ke arah 
massa.

Warga yang berjumlah ratusan juga menggulingkan 2 mobil Satpol PP yang sedang 
diparkir. Akibatnya kaca depan mobil pecah. Sebanyak 3 warga yang kembali 
diamankan polisi.


Menurut Pemprov DKI Jakarta, pihaknya tidak bermaksud menggusur makam Mbah 
Priok karena merupakan situs bersejarah. Pihaknya hanya akan menggusur bangunan 
liar yang berada di sekitar kompleks karena merupakan lahan PT Pelindo II.


http://www.detiknews.com/read/2010/04/14/134103/1338080/10/bentrok-warga-vs-polisi-pecah-mobil-satpol-digulingkan


Eksekusi Makam Mbah Priok
Bukan Makam Yang Dibongkar, Tapi Pendopo Mbah Priok punya cerita sendiri 
mengenai mengapa sampai dia begitu dihormati warga.
Rabu, 14 April 2010, 10:46 WIB
Siswanto

VIVAnews – Pemerintah Provinsi DKI tidak akan membongkar makam Mbah Priok, 
melainkan hanya gapura dan pendopo yang ada di areal makam.


“Sedangkan makam Mbah Priok tidak akan dibongkar dan justru akan dibuat monumen 
agar lebih bagus lagi dan tetap dapat dikunjungi warga,” kata Kepala Bidang 
Informasi Publik Dinas Kominfo Pemprov DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, Rabu 14 
April 2010.


Cucu menambahkan pemerintah juga tidak pernah melarang warga untuk mengunjungi 
makam itu.

Kendati demikian, pengikut Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdulrahman Al Idrus dan 
Habib Abdullah Sting, sebagai ahli waris atau pengelola makam, tetap 
menolaknya. Mereka menilai pembongkaran itu tidak sah.


Ketika tadi pagi petugas Satpol PP akan mengeksekusi, pengikut habib menghalau 
petugas dengan serangan bom molotov, batu, senjata tajam, dan kayu.

Akibatnya, sekitar dua puluh anggota petugas Satpol PP menderita luka serius, 
bahkan dua orang putus tangannya, dan harus dilarikan ke RSUD Koja. Korban juga 
jatuh di pihak pendukung eksistensi makam.


Bentrok mulai tenang setelah pemerintah dan pengelola makam sepakat berunding. 
Hingga siang ini, perundingan masih berlangsung.

Tadi pagi, Wakil Walikota Jakarta Utara Atma Senjaya mengatakan penertiban 
gapura dan pendopo di makam Mbah Priok ini sudah sesuai dengan instruksi 
gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban bangunan.


Sebab, kata dia, bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai 
dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter 
persegi.

Sementara itu, Mbah Priok punya cerita sendiri mengenai mengapa sampai begitu 
dihormati warga. Dia merupakan salah satu tokoh penyiar agama Islam yang 
berasal dari Pulau Sumatera. Saat akan sampai ke wilayah Batavia, perahunya 
terkena badai.


Namun, dia selamat karena menemukan periuk dan akhirnya berhasil menepi di 
Batavia. Sejak itu dia tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam. Tak lama 
kemudian, kawasan itu pun akhirnya dinamai Tanjung Priok.
• VIVAnews


http://metro.vivanews.com/news/read/143859-bukan_makam_yang_dibongkar__tapi_pendopo


Massa pendukung Mbah Priok berjaga sambil membawa berbagai jenis senjata 
seperti tombak dan bambu runcing. Makam Mbah Priok ini akan digusur karena 
berada di atas lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.
Rabu 14/04/2010 08:46 WIB

Foto News
Pembongkaran Makam Mbah Priok Rusuh
Fotografer - Muhammad Taufiqqurahman

Upaya pembongkaran makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priok di 
Koja, Jakarta Utara, mendapat perlawanan dari ratusan orang. Mereka membarikade 
pintu masuk makam Mbak Priok.


http://foto.detik.com/readfoto/2010/04/14/084613/1337802/157/1/pembongkaran-makam-mbah-priok-rusuh


Eksekusi Makam Mbah Priok
Makam Mbah Priok & Cerita Mistis Satpol PP Makam Habib Hasan bin Muhammad al 
Haddad itu kemudian dikenal sebagai Makam Mbah Priok.
Rabu, 14 April 2010, 11:57 WIB
Siswanto



VIVAnews – Makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad atau yang dikenal sebagai 
Makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, menyimpan cerita sejarah sehingga sangat 
dihormati warga. Bahkan, ketika pendopo makam akan dibongkar pemerintah, 
pengikut rela mati mempertahankannya.


Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan Habib Hasan merupakan salah 
satu tokoh yang dikenal sebagai penyiar agama Islam. Dia berasal dari Pulau 
Sumatera.

Habib bisa sampai di tanah Batavia (Jakarta) awalnya karena perahu yang 
ditumpanginya dihajar badai ketika hendak melintas di dekat Batavia.


Tetapi, pada waktu itu habib selamat dari amukan badai. Konon, dia selamat 
karena menemukan periuk. Dengan periuk itulah habib berhasil menepi ke Batavia.

Sejak itu, Habib Hasan tinggal di Batavia dan menyiarkan agama Islam di sana. 
Tidak lama kemudian, kawasan tempat di mana habib pernah selamat dari badai itu 
dinamai Tanjung Priok.


Habib Hasan meninggal di Batavia. Untuk mengenang perjuangan habib, pengikutnya 
membangun makam sekaligus masjid untuk mengadakan majelis taklim. Makam di Koja 
ini kemudian dikenal sebagai makam Mbah Priok.

Tempat itu kemudian dikenal luas. Tiap akhir pekan, sampai sekarang, sedikitnya 
1.500 orang mengikuti pengajian di sana.


Sampai akhirnya timbul kasus. Bangunan pendopo makam Mbah Priok dinyatakan 
berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II sehingga menyalahi aturan dan harus 
ditertibkan.

Sebenarnya sudah beberapa tahun lalu, upaya penertiban pendopo akan 
direalisasikan. Tetapi, ahli waris makam Mbah Priok menolak keras. Sampai 
akhirnya, Rabu 14 April 2010, pemerintah mengerahkan petugas untuk mengeksekusi.


Pengikut Habib Ali Zaenal Abidin bin Abdulrahman Al Idrus dan Habib Abdullah 
Sting, ahli waris makam Mbah Priok, tidak tinggal diam. Mereka menghadang laju 
petugas hingga akhirnya bentrok fisik pecah dan korban berjatuhan.


Usai bentrok  sengit dengan pengikut habib, petugas Satpol PP mendapat 
pengalaman berbau mistis.

Salah seorang petugas Satpol PP yang dari awal mengamati proses bentrokan fisik 
mengatakan kendati jumlah pengikut habib tidak ada setengahnya dari Satpol PP, 
mereka tidak ada yang takut terluka parah sama sekali.


“Sepertinya mereka punya ilmu ghaib. Tidak ada yang terluka berat, saat terkena 
lemparan benda keras, bahkan maju terus,” kata petugas yang tidak mau disebut 
namanya itu.

Sebaliknya, justru petugas yang banyak menderita luka. Padahal, petugas sudah 
mengenakan pakaian anti huru-hara.


Petugas Satpol PP yang bernama Slamet menambahkan malahan ada helm petugas yang 
sampai pecah karena terkena lemparan dari salah satu pengikut habib.

Tetapi sebaliknya, ketika petugas melempar batu ke arah massa, seolah-olah bagi 
massa, batu itu tidak berarti apa-apa.


Slamet sangat heran dengan pengalamannya. Dia mengaku merasakan ada kekuatan di 
luar akal sehatnya yang ikut membentengi lokasi sehingga petugas sangat sulit 
melaksanakan eksekusi.

Bentrokan fisik yang memakan banyak korban luka di pihak Satpol PP itu akhirnya 
reda setelah pemerintah dan pengelola makam sepakat berunding.


Mengenai kebijakan eksekusi, dalam berbagai kesempatan Wakil Walikota Atma 
Senjaya mengatakan bahwa penertiban gapura dan pendopo di makam Mbah Priok ini 
sudah sesuai dengan instruksi gubernur DKI nomor 132/2009 tentang penertiban 
bangunan.


Sebab, kata dia, bangunan itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II, sesuai 
dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 1.452.270 meter 
persegi.

Sebaliknya, bagi ahli waris makam Mbah Priok rencana pembongkaran justru 
menyalahi aturan. Sebab, areal pemakaman dan masjid ini telah memiliki 
sertifikat resmi yang dikeluarkan pada jaman pendudukan Belanda dulu.


Laporan | Arnes Ritonga
• VIVAnews

http://metro.vivanews.com/news/read/143894-makam_mbah_priok___cerita_mistis_satpol_pp


===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis 
Ekonomi Nasional: [email protected]

Belajar Islam via SMS:
http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone




_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]

http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam




-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam




_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke