tambahan pak.... Maria Eva juga...
----- Original Message ----- From: "A Nizami" <[email protected]> To: "Is-lam" <[email protected]> Sent: Tuesday, April 27, 2010 9:04 AM Subject: [Is-lam] Ayu Azhari, Inul,Jupe mau jadi Bupati/Wabup? Cara Memilih Pemimpin Menurut Islam > Assalamu'alaikum wr wb, > > Ayu Azhari, Inul, Jupe mau jadi Bupati/Wabup? > Inilah pedoman memilih pemimpin yang baik dan benar menurut Islam: > http://media-islam.or.id/2009/06/26/bagaimana-cara-memilih-pemimpin-menurut-islam/ > > Bagaimana Cara Memilih Pemimpin Menurut Islam > > Pemimpin negara adalah faktor penting dalam kehidupan bernegara. Jika > pemimpin negara itu jujur, baik, cerdas dan amanah, niscaya rakyatnya akan > makmur. Sebaliknya jika pemimpinnya tidak jujur, korup, serta menzalimi > rakyatnya, niscaya rakyatnya akan sengsara. > > Oleh karena itulah Islam memberikan pedoman dalam memilih pemimpin yang > baik. Dalam Al Qur’an, Allah SWT memerintahkan ummat Islam untuk memilih > pemimpin yang baik dan beriman: > > “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan > yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi > teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka > mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan > kepunyaan Allah. “ (An Nisaa 4:138-139) > > “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi > dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimmpin (mu): sebahagian mereka adalah > pemimpin bagi sebahagiaa yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil > mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan > mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada oarng-orang yang > zalim ” (QS. Al-Maidah: 51) > > “Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan > saudara-saudaramu menjadi pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih > mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu menjadikan > mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang2 yang zalim” (At > Taubah:23) > > “Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang2 kafir menjadi > wali (teman atau pelindung)” (An Nisaa:144) > > “Janganlah orang2 mukmin mengambil orang2 kafir jadi pemimpin, bukan orang > mukmin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah dia dari (agama) Allah > sedikitpun…” (Ali Imran:28) > > Selain beriman, seorang pemimpin juga harus adil: > > Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “ada > tujuh golongan manusia yang kelak akan memperoleh naungan dari Allah pada > hari yang tidak ada lagi naungan kecuali naungan-Nya, (mereka itu ialah): > > 1. Imam/pemimpin yang adil > > 2. Pemuda yang terus-menerus hidup dalam beribadah kepada Allah > > 3. Seorang yang hatinya tertambat di masjid-masjid > > 4. Dua orang yang bercinta-cintaan karena Allah, berkumpul karena Allah > dan berpisah pun karena Allah > > 5. Seorang pria yang diajak (berbuat serong) oleh seorang wanita kaya dan > cantik, lalu ia menjawab “sesungguhnya aku takut kepada Allah” > > 6. Seorang yang bersedekah dengan satu sedekah dengan amat rahasia, > sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh > tangan kanannya > > 7. Seorang yang selalu ingat kepada Allah (dzikrullâh) di waktu sendirian, > hingga melelehkan air matanya. > > (HR. Bukhari dan Muslim) > > “Hai orang-orang yang beriman! Tegakkanlah keadilan sebagai saksi karena > Allah. Dan janganlah rasa benci mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku > adillah, karena itu lebih dekat dengan taqwa…” (Q.s. Al-Maidah 5: 8) > > Keadilan yang diserukan al-Qur’an pada dasarnya mencakup keadilan di > bidang ekonomi, sosial, dan terlebih lagi, dalam bidang hukum. Seorang > pemimpin yang adil, indikasinya adalah selalu menegakkan supremasi hukum; > memandang dan memperlakukan semua manusia sama di depan hukum, tanpa > pandang bulu. Hal inilah yang telah diperintahkan al-Qur’an dan > dicontohkan oleh Rasulullah ketika bertekad untuk menegakkan hukum (dalam > konteks pencurian), walaupun pelakunya adalah putri beliau sendiri, > Fatimah, misalnya. > > “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar > menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu > sendiri atau bapak ibu dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau miskin, Allah > lebih mengetahui kemaslahatan keduanya”. (Qs. An-Nisa; 4: 135) > > Dalam sebuah kesempatan, ketika seorang perempuan dari suku Makhzun > dipotong tangannya lantaran mencuri, kemudian keluarga perempuan itu > meminta Usama bin Zaid supaya memohon kepada Rasulullah untuk > membebaskannya, Rasulullah pun marah. Beliau bahkan mengingatkan bahwa, > kehancuran masyarakat sebelum kita disebabkan oleh ketidakadilan dalam > supremasi hukum seperti itu. > > Dari Aisyah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: adakah patut engkau > memintakan kebebasan dari satu hukuman dari beberapa hukuman (yang > diwajibkan) oleh Allah? Kemudian ia berdiri lalu berkhutbah, dan berkata: > ‘Hai para manusia! Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu itu rusak/binasa > dikarenakan apabila orang-orang yang mulia diantara mereka mencuri, mereka > bebaskan. Tetapi, apabila orang yang lemah mencuri, mereka berikan > kepadanya hukum’. (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, Ahmad, > Dariini, dan Ibnu Majah) > > “Sesungguhnya Allah akan melindungi negara yang menegakkan keadilan > walaupun ia kafir, dan tidak akan melindungi negara yang dzalim (tiran) > walaupun ia muslim”. (Mutiara I dr Ali ibn Abi Thalib) Pilihlah pemimpin > yang jujur: > > Dari Ma’qil ra. Berkata: saya akan menceritakan kepada engkau hadist yang > saya dengar dari Rasulullah saw. Dan saya telah mendengar beliau bersabda: > “seseorang yang telah ditugaskan Tuhan untuk memerintah rakyat (pejabat), > kalau ia tidak memimpin rakyat dengan jujur, niscaya dia tidak akan > memperoleh bau surga”. (HR. Bukhari) > > Pilih pemimpin yang mau mencegah dan memberantas kemungkaran seperti > korupsi, nepotisme, manipulasi, dll: > > “Barang siapa melihat kemungkaran, maka hendaknya ia merubah dengan > tangannya, jika tidak mampu, maka hendaknya merubah dengan lisannya, jika > tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itulah > selemah-lemahnya iman”. (HR. Muslim) > > Pilih pemimpin yang bisa mempersatukan ummat, bukan yang fanatik terhadap > kelompoknya sendiri: > > Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyatakan dalam Al Qur’an : > > “ … Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian, orang-orang Muslim, dari > dahulu … .” (QS. Al Hajj : 78) > > Dalam menafsirkan ayat di atas, Imam Ibnu Katsir menukil satu hadits yang > berbunyi : > > “Barangsiapa menyeru dengan seruan-seruan jahiliyah maka sesungguhnya dia > menyeru ke pintu jahanam.” Berkata seseorang : “Ya Rasulullah, walaupun > dia puasa dan shalat?” “Ya, walaupun dia puasa dan shalat, walaupun dia > mengaku Muslim. Maka menyerulah kalian dengan seruan yang Allah telah > memberikan nama atas kalian, yaitu : Al Muslimin, Al Mukminin, Hamba-Hamba > Allah.” (HR. Ahmad jilid 4/130, 202 dan jilid 5/344) > > Ada beberapa sifat baik yang harus dimiliki oleh para Nabi, yaitu: Amanah > (dapat dipercaya), Siddiq (benar), Fathonah (cerdas/bijaksana), serta > tabligh (berkomunikasi dgn baik dgn rakyatnya). Sifat di atas juga harus > dimiliki oleh pemimpin yang kita pilih. > > Pilih pemimpin yang amanah, sehingga dia benar-benar berusaha > mensejahterakan rakyatnya. Bukan hanya bisa menjual aset negara atau > kekayaan alam Indonesia untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. > > Pilih pemimpin yang cerdas, sehingga dia tidak bisa ditipu oleh anak > buahnya atau kelompok lain sehingga merugikan negara. Pemimpin yang cerdas > punya visi dan misi yang jelas untuk memajukan rakyatnya. > > Terkadang kita begitu apatis dengan pemimpin yang korup, sehingga memilih > Golput. Sikap golput atau tidak memilih pemimpin merupakan sikap yang > kurang baik. Dalam Islam, kepemimpinan itu penting, sehingga Nabi pernah > berkata, jika kalian bepergian, pilihlah satu orang jadi pemimpin. Jika > hanya berdua, maka salah satunya jadi pemimpin. Sholat wajib pun yang > paling baik adalah yang ada pemimpinnya (imam). > > === > Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits > http://media-islam.or.id > Milis Ekonomi Nasional: [email protected] > Belajar Islam via SMS: > http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
