Dokter mengharamkan rokok adalah demi alasan kesehatan dirinya, begitu pula dengan kebanyakan pendapat umum mengenai arti pentingnya bahaya asap rokok terhadap kesehatan lingkungan yg simpul akhirnya terkembali kpd alasan demi menjaga kesehatan pribadi masing-masing. Sungguh alasan yg logis namun tetap bernuansakan egoisme pribadi saja sebenarnya dan bukan sesuatu yg harus dianggap istimewa dan layak menjadi pertimbangan utama pengharaman terhadap rokok.
Akan tetapi lain halnya ketika seorang ibu-ibu hamil muda (early pregnancy) mendapati kenyataan bahwa asap rokok akan mempengaruhi kondisi janin kelak dikemudian hari dlm fungsi regeneratif turun-temurun (meskipun belum diketahui jenis kelamin janin yg sedang berada dlm kandungan). Mendengarkan protes anti rokok dari kalangan bukan perokok ataupun dari kalangan higienis pencinta kesehatan lingkungan adalah sesuatu yg biasa-biasa saja, namun mendengarkan protes anti rokok dari seorang ibu-ibu hamil meski mantan perokok sekali pun .. adalah luar biasa nyaring suaranya. Barangkali kini sudah dpt diketahui mana alasan yg menggambarkan kepentingan egoisme dan mana yg menggambarkan alasan regenerasi alamiah? hehe J salam VIVAnews - Tingkat kesuburan seorang pria bisa dipengaruhi peristiwa yang dialaminya saat masih berada di dalam kandungan. Selain kebiasaan ibunya merokok, bisa juga paparan asap rokok di sekitar ibunya saat hamil. Riset terbaru menunjukkan, seorang ibu memberikan pengaruh besar terhadap kesuburan anak laki-lakinya. Paparan asap rokok, asap kendaraan bermotor, dan pestisida pada minggu-minggu pertama kehamilan adalah yang paling berbahaya. Richard Sharpe, Pakar Biologi Edinburgh University Inggris menyatakan, 'kerusakan' yang terjadi saat dewasa masih bisa diperbaiki. Namun, 'kerusakan' yang terjadi saat janin masih di dalam kandungan berlangsung permanen. Seperti dikutip dari laman Mail Online, paparan racun di rahim akan memotong jumlah sel Sertoli, sel-sel khusus yang merawat sperma. Paparan rokok saat hamil meningkatkan risiko penurunan jumlah sperma pada anak hingga 40 persen. Sedangkan pria dewasa yang merokok berisiko kehilangan sperma hingga 10 persen. Di Inggris, satu dari lima pria memiliki jumlah sperma yang rendah. Dan, sejumlah pasangan di Inggris menghabiskan total £ 2 miliar setahun di klinik rehabilitasi reproduksi. Sebuah studi lainnya menemukan, kebocoran kimia di sejumlah pabrik Italia tidak mempengaruhi jumlah sperma pria dewasa. Sebaliknya, janin dalam rahim memiliki jumlah sperma yang berkurang signifikan akibat paparan kimia. Dalam simpulannya disebutkan, bahan kimia yang ditemukan dalam asap rokok, makanan, kosmetik, dan produk pembersih mengakibatkan cacat pada alat kelamin bayi laki-laki. Pun meningkatkan risiko kanker testis di kemudian hari. Profesor Sharpe dalam jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society mengungkap bahwa eksposur pestisida dari lingkungan umumnya dapat mempengaruhi produksi sperma pria. Selain paparan kimia, obesitas dan gaya hidup juga mempengaruhi kesuburan pria. Dr Allan Pacey, Ahli dari Universitas Sheffield mengungkap kesuburan pria dibentuk sejak dalam kandungan. Dia menganjurkan para wanita yang sedang hamil agar menjaga kesehatan kehamilan dan menghindari paparan zat kimia berbahaya seperti asap rokok.(ina)
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
