Bisa jadi AS via CIA bermain di demo Bangkok seperti waktu dulu menunggangi demo 66 dan 98 di Indonesia.
Akibatnya tiap terjadi pergantian pemerintah, pemerintahnya makin jadi antek AS. Pergantian dari Soekarno ke Soeharto, Freeport dapat Papua. Tidak ada lagi slogan anti AS seperti "Inggris kita linggis, Amerika kita setrika". Dari Soeharto ke penguasa "Reformasi", BUMN2 kita berikut kekayaan alam yang dikelola BUMN dijual/digadaikan ke asing/AS.... http://syiarislam.wordpress.com/2010/02/10/yahudi-kuasai-ekonomi-indonesia/ === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis Ekonomi Nasional: [email protected] Belajar Islam via SMS: http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone --- Pada Rab, 19/5/10, AFR <[email protected]> menulis: Dari: AFR <[email protected]> Judul: [Is-lam] Setan Besar: Dunia Kecam Kekerasan di Bangkok Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 19 Mei, 2010, 6:48 PM bangsat & tengiknya amerika, kayak gini berani ngomong atas nama dunia. tapi pembantaian anak2 palestina bisu 1000 bahas. pantes kalo Ayatollah sebut amerika sbg "Setan Besaaaar .." salam, Fahru --- Krisis Thailand Dunia Kecam Kekerasan di Bangkok Kamis, 20 Mei 2010 | 05:41 WIB AFP Asap mengepul dari sebuah kawasan komersial yang menjadi kamp massa antipemerintah, Kaus Merah, di Bangkok, Rabu (19/5) WASHINGTON, KOMPAS.com — Dunia mengutuk kekerasan yang terjadi di Bangkok, Thailand, dan menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan rekonsiliasi. Amerika Serikat memimpin dunia dalam mengutuk kerusuhan yang terjadi, Rabu (19/5/2010), yang menewaskan sedikitnya enam orang. Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan adanya upaya baru untuk mengakhiri kekerasan tersebut. Massa "Kaus Merah" yang antipemerintah membakar lebih dari dua lusin bangunan di Bangkok, termasuk bursa saham, dalam aksi kekerasan yang mendorong pemerintah untuk menyatakan jam malam di sekitar sepertiga wilayah negara itu. Washington melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri, Gordon Duguid, mengatakan, pihaknya sangat prihatin bahwa massa Kaus Merah telah terlibat dalam aksi pembakaran, menyerang infrastruktur listrik dan kantor media serta wartawan. "Kami mengutuk perilaku semacam itu dan menyerukan kepada pemimpin mereka serta politisi oposisi untuk mengendalikan para pendukungnya demi menghentikan tindakan seperti itu." Sekjen PBB Ban Ki-moon juga menyatakan keprihatinan atas peningkatan kekerasan dan menuntut upaya untuk mengakhiri krisis tersebut secara damai. "Dia terus mendesak adanya langkah yang harus diambil oleh Pemerintah Thailand dan pengunjuk rasa untuk menghindari kekerasan lebih lanjut dan hilangnya nyawa serta untuk mengatasi masalah secara damai," kata juru bicara PBB, Martin Nesirky. Uni Eropa menegaskan, rekonsiliasi antarpihak yang terlibat merupakan keharusan. "Thailand kini memasuki masa di mana rekonsiliasi bukan lagi sebuah opsi, itu merupakan hal mutlak yang harus ditempuh," kata Presiden Parlemen Uni Eropa Jerzy Buzek dalam sebuah pernyataan. "Terlalu banyak darah telah tumpah di jalan-jalan Bangkok," kata Buzek. "Saya berharap, konfrontasi kekerasan antara pasukan pemerintah dan demonstran mendekati akhir." Brasil juga menyatakan solidaritas dengan bangsa Thailand dan berharap situasi bisa cepat kembali normal. Menteri Luar Negeri Denmark Lene Espersen mengatakan, ia sangat cemas dengan situasi di Thailand dan mendesak semua pihak, pemerintah dan para pengunjuk rasa, untuk menahan diri dalam situasi yang sangat tegang itu. Denmark seperti sejumlah negara lain telah menutup kedutaan besarnya di Bangkok sejak Minggu dan para stafnya telah dipindahkan ke hotel di luar zona bahaya. -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
