Assalamu’alaikum wr wb,
Sesungguhnya amar ma’ruf nahi munkar (menyuruh kebaikan dan melarang 
kemungkaran) adalah tugas setiap Muslim. Kita wajib mencegah kemungkaran dengan 
tangan, lisan, dan selemah-lemahnya membenci kemungkaran tersebut dalam hati 
kita.

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,  kecuali 
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati 
dengan kebenaran dan nasihat menasihati dengan kesabaran.” [Al ‘Ashr 2-3]

Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan 
cegahlah mereka dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang 
menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan 
(oleh Allah).” [Luqman 17]

Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar 
(melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu 
orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang 
baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkan (do’a mereka). (HR. Abu 
Zar)

http://media-islam.or.id/2009/10/19/amar-ma%E2%80%99ruf-nahi-munkar-memerintahkan-kebaikan-dan-mencegah-kemungkaran/

Pokok-pokok aqidah/keyakinan Islam Liberal adalah Sekularisme, Pluralisme, dan 
Liberalisme (SEPILIS).

Sebagaimana KEPUTUSAN FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor : 7/MUNAS 
VII/MUI/II/2005 Tentang PLURALISME, LIBERALISME DAN SEKULARISME AGAMA:

   1. Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama 
adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative; oleh sebab 
itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang 
benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua 
pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga.
   3. Liberalisme adalah memahami nash-nash agama (Al-Qur’an & Sunnaah) dengan 
menggunakan akal pikiran yang bebas; dan hanya menerima doktrin-doktrin agama 
yang sesuai dengan akal pikiran semata.
   4. sekularisme adalah memisahkan urusan dunia dari agama hanya digunakan 
untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesame manusia 
diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.

Itu bertentangan dengan Firman Allah yang tertera dalam Al Qur’an:
      Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah 
akan terima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang 
yang rugi (QS. Ali Imaran [3]: 85)

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam (QS. Ali Imran 
[3]: 19)

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. (QS. al-Kafirun [109] : 6).

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan 
yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan 
ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa 
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang 
nyata. (QS. al-Azhab [33:36

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya 
mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah 
mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta. 
(terhadap Allah). (QS. al-An’am [6]: 116).


Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan 
bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan 
kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. 
(Q. al-Mu’minun [23]: 71).

   1. Hadis Nabi saw :
         1. Imam Muslim (w. 262 H) dalam Kitabnya Shahih Muslim, meriwayatkan 
sabda Rasulullah saw :
            ”Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorangpun baik 
Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, 
kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia 
akan menjadi penghuni Neraka.” (HR Muslim).
         2. Nabi mengirimkan surat-surat dakwah kepada orang-orang non-Muslim, 
antara lain Kaisar Heraklius, Raja Romawi yang beragama Nasrani, al-Najasyi 
Raja Abesenia yang beragama Nasrani dan Kisra Persia yang beragama Majusi, 
dimana Nabi mengajak mereka untuk masuk Islam. (riwayat Ibn Sa’d dalam 
al-Thabaqat al-Kubra dan Imam Al-Bukhari dalam Shahih al-Bukhari).
http://media-islam.or.id/2007/09/27/fatwa-mui-pluralismeislam-liberal-sesat/

Wihdatul Adyan 
Wihdatl Adyan menyatakan semua agama itu satu atau sama benarnya, dengan 
alasan, sesungguhnya Tuhan yang kita puja itu satu adanya.

Alasan itu meski benar, tapi salah kesimpulannya. Benar Tuhan itu satu. Dalam 
Al Qur’an, surat Al Ikhlas ayat 1 juga dinyatakan: “Qul huwallahu ahad” 
(Katakanlah Allah itu satu). Yang jadi masalah adalah, masing-masing agama itu 
menyembah Tuhan yang berbeda.

Islam menyembah satu Tuhan semata, yaitu Allah. Dalam surat Al Ikhlas 
ditegaskan:

“Katakanlah: Allah (Tuhan) itu esa

Allah tempat bergantung

Tidak beranak dan diperanakkan

Dan tak satupun yang setara dengannya” [Al Ikhlas 1-4]

Adakah agama lain hanya menyembah Allah sebagai satu-satunya Tuhan atau justru 
mereka menyembah Tuhan yang lain (misalnya matahari atau manusia) atau bahkan 
menyembah lebih dari satu Tuhan?

Ada agama yang menyembah Matahari sebagai Tuhan, ada juga yang menyembah tiga 
oknum Tuhan sebagaimana Agama Kristen yang menyembah Tuhan Bapa, Tuhan Anak 
(Yesus), dan Roh Kudus. Adakah agama-agama ini sama dengan agama Islam? Adakah 
Tuhan yang mereka sembah sama dengan Tuhan yang disembah oleh ummat Islam? Beda 
bukan? Itulah kekeliruan kelompok Islam Liberal yang berusaha mempropagandakan 
paham “Wihdatul Adyan” di situs mereka.

Kelompok Islam Liberal berusaha mempropagandakan bahwa semua agama itu sama dan 
benar, termasuk ajaran Kristen, padahal Allah sendiri dalam Al Qur’an menegur 
perbuatan Ahli Kitab/Kristen yang memper-Tuhankan Yesus sebagai hal yang 
melampaui batas. Adakah kelompok Islam Liberal ingin menandingi Allah?

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah 
kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, `Isa 
putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya 
yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka 
berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: 
“(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. 
Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, 
segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai 
Pemelihara.” [An Nisaa’:171]

Allah menyatakan bahwa orang-orang yang tidak mau beriman kepada ajaran Nabi 
Muhammad / Islam sebagai kafir dan akan dimasukkan ke neraka:

“Orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa 
mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti 
yang nyata, (yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan 
lembaran-lembaran yang disucikan (Al Qur’an), di dalamnya terdapat (isi) 
kitab-kitab yang lurus.

Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada 
mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan 
keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka 
mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang 
lurus.

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan 
masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah 
seburuk-buruk makhluk.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu 
adalah sebaik-baik makhluk.

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga `Adn yang mengalir di bawahnya 
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap 
mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi 
orang yang takut kepada Tuhannya.” [Al Bayyinah 1-8]
http://media-islam.or.id/2007/10/16/islam-liberal-wihdatul-adyan-bertentangan-dengan-al-qur%E2%80%99an/

Dalam beberapa hal, kaum Islam Liberal kerap bertentangan dengan mayoritas 
ummat Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah, dsb.
Sebagai contoh, saat ummat Islam memperjuangkan RUU Anti Pornografi, bersama 
kaum Non Muslim kaum Islam Liberal ini menentangnya.
Bahkan ada satu tokoh Islam Liberal yang mendukung Pelacuran. Selama pelacur 
itu dibayar, itu tidak masalah bagi dia. Tapi jika ada yang tidak membayar 
Pelacur, baru Negara boleh mengaturnya, begitu tulisnya.

Padahal Allah melarang keras zina/pelacuran. Bahkan mendekatinya pun tidak 
boleh!
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu 
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” [Al Israa’:32]

Musdah Mulia satu tokoh Islam Liberal yang jadi dosen di Universitas Islam 
Negeri Hidayatullah menyatakan bahwa Islam tidak melarang homoseks. Homoseks 
itu HALAL, katanya.
http://kabarislam.wordpress.com/2010/09/14/musdah-mulia-homoseks-tidak-dilarang-islam

Padahal di Al Qur’an Allah melaknat kaum Luth yang melakukan homoseks dan 
lesbian sehingga menyiksa mereka hingga mati!

“Ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan 
perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari 
umat-umat sebelum kamu
Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki (homosex), menyamun dan 
mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya 
tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu 
termasuk orang-orang yang benar.” [Al 'Ankabuut 28-29]

“Dan Kami mengutus Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada 
mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah 
dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”
Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), 
bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. ” [Al 
A'raaf 81-82]

“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu 
mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?”

“Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan 
(mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat 
perbuatanmu).”
Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Luth beserta 
keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang 
(menda’wakan dirinya) bersih.”
Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali isterinya. Kami telah 
mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). ” [An Naml 
54-57]

Saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) berfatwa tentang kesesatan Ahmadiyah karena 
mereka menganggap ada Nabi setelah Nabi Muhammad, yaitu Ghulam Mirza Ahmad, 
kaum Islam Liberal menentang Fatwa MUI tersebut sambil melecehkan dan 
mendiskreditkan MUI.
http://media-islam.or.id/2007/09/26/fatwa-mui-ahmadiyah-qadiyan-sesat

Padahal mayoritas ulama Islam di seluruh dunia sudah berfatwa bahwa Ahmadiyah 
itu sesat. Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Dunia) juga berfatwa Ahmadiyah 
sesat:
http://media-islam.or.id/2007/09/26/fatwa-liga-muslim-dunia-ahmadiyah-sesat

Di Pakistan dan Inggris Ahmadiyah dikelompokkan sebagai agama tersendiri. Agama 
Ahmadiyah. Bukan Islam. Sementara di Arab Saudi dan Iran dilarang sama sekali.

Paling tidak ada 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad.


1. QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di 
antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”

2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi 
Muhammad SAW bersabda:

“Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu 
bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat 
batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan 
mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh batu ini.?’ Nabi menjawab 
: Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi”

3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi SAW 
bersabda:

“Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya Ahmad, saya 
Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran karena saya, saya Al-Hasyir 
yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi 
setelahnya”

4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi 
Muhammad SAW:

“Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para 
Nabi dan tidak ada nabi setelahku”

Baca selanjutnya di:
http://media-islam.or.id/2007/09/27/dalil-nabi-muhammad-nabi-terakhir

Tidak jarang karena ulah segelintir orang, kaum Islam Liberal menempelkan 
stigma teroris, anarkis, fundamentalis pada ummat Islam.

Mereka juga mengolok-olok ummat Islam yang mengikuti ayat-ayat Al Qur’an yang 
jelas (Muhkamaat) sebagai “Pemuja Teks.” Padahal Al Qur’an itulah pedoman kita. 
Bukan hawa nafsu mereka.

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang 
bertaqwa[“ [Al Baqoroh 2]

“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya 
ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain 
(ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong 
kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang 
mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari 
ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan 
orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang 
mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil 
pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” [Ali ‘Imran 7]

Kaum Liberal menganggap semua agama benar dan kita tidak boleh menyatakan agama 
lain atau aliran sesat sebagai sesat. Padahal itu bertentangan dengan Al Qur’an:
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas 
jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar 
kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang 
kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha 
Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al Baqarah:256]

“Katakanlah: "Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu 
sembah” [Al Kaafiruun 1-2]

Begitulah beberapa kesesatan dari paham Islam Liberal. Semoga kita dan keluarga 
kita tidak terjerumus ke dalamnya. Semoga mereka yang terjerumus dalam paham 
yang sesat bisa sadar dan mendapat hidayat Allah.

Mohon disampaikan kepada yang lain.
Sumber:
http://kabarislam.wordpress.com/2010/10/08/beberapa-kesesatan-paham-islam-liberal-sepilis-sekularisme-pluralisme-liberalisme

Wassalamu’alaikum wr wb

===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
Haji ONH Plus 2010 Mulai dari US$ 6.500:
http://media-islam.or.id/2010/05/09/paket-haji-onh-plus-2010-mulai-dari-us-6-000/


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke