Assalamu'alaikum wr wb,

Saat ini ada beda pendapat di sebagian ummat Islam tentang hukum mengucapkan 
Selamat Natal pada Ummat Kristen yang merayakan hari raya Natal. Ada yang tegas 
menyatakan haram. Ada pula yang membolehkannya.

Terhadap hal itu, hendaknya kita mengkaji Al Qur’an dan Hadits yang Sahih agar 
tahu mana pendapat yang benar, dan mana yang salah.

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan 
jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu 
kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah 2]

"Rasulullah s.a.w. melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang 
memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang 
membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang 
menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta 
dibelikannya." (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

Dari Jabir ra bahwasanya Rasulullah SAW melaknat para pemakan riba, yang 
meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, 
“Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).

Allah memerintahkan kita untuk tolong-menolong dalam hal kebaikan. Sebaliknya 
Allah melarang keras tolong-menolong dalam hal kejahatan. Dari hadits tentang 
riba dan arak kita tahu dosanya mengenai bukan cuma pelaku riba atau peminum 
arak. Tapi siapa pun yang terlibat termasuk saksi atau pun yang cuma 
mengantarkan minuman. Demikian pula untuk dosa lain seperti Syirik.

Nah kita tahu bahwa pada hari Natal, ummat Kristen merayakan hari lahir Yesus 
yang mereka anggap Tuhan mereka. Tuhan Anak! Itu adalah dosa syirik. Dan syirik 
itu adalah dosa terbesar yang tidak terampuni. Nah jika terhadap dosa yang 
lebih kecil seperti Riba dan Minum Arak saja kita dilarang turut membantu, 
bagaimana dengan mengucapkan “Selamat Natal” yang merupakan satu doa kepada 
orang yang tengah merakayakan kemusyrikan?

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah 
kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa 
putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya 
yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka 
berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: 
"(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. 
Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, 
segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi 
Pemelihara.” [An Nisaa’ 171]

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah 
seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan 
Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti 
orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al 
Maa-idah 73]

Dalam surat Al Ikhlas ditegaskan:

“Katakanlah: Allah itu Satu
Allah tempat meminta
Dia tidak beranak dan tidak diperanakan
Dan tak ada satu pun yang setara dengannya” [Al Ikhlas 1-4]

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni 
segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. 
Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang 
besar.” [An Nisaa’:48]

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, 
dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang 
dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka 
sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” [An Nisaa’:116]

Perhatikan ayat-ayat di atas. Allah menyatakan bahwa kafirlah Ahli Kitab yang 
menganggap Allah hanyalah 1 dari 3 Tuhan dan Allah menjanjikan siksaan yang 
pedih pada orang-orang yang musyrik. Adakah kita ingin turut mendapat siksa 
dengan memberikan ucapan selamat kepada orang yang tengah merayakan hari 
kelahiran Yesus sebagai Tuhan Anak? Sebagai sekutu dari Allah?

Ibn al-Qayyim pernah menyampaikan bila pemberian ucapan “Selamat Natal” atau 
mengucapkan “Happy Christmas” kepada orang-orang Kafir hukumnya haram.

Sebagaimana dinukil dari Ibn al-Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya “Ahkâm 
Ahl adz-Dzimmah”, beliau berkata, “Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan 
syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut 
kesepakatan para ulama.

Alasan Ibu al-Qayyim, menyatakan haram ucapan selamat kepada orang-orang Kafir 
berkenaan dengan perayaan hari-hari besar keagamaan mereka karena hal itu 
mengandung persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran yang mereka lakukan.

Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih 
al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majmû’ Fatâwa Fadlîlah asy-Syaikh 
Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn, ( Jilid.III, h.44-46, No.403).

Jangankan mengucapkan Selamat Natal, mengucapkan salam biasa saja kepada Non 
Muslim kita dilarang:
Rasulullah SAW bersabda:”Jangan kalian mendahului mengucapkan salam kepada 
orang Yahudi atau Nashrani” (HR. Muslim).

Apabila orang Non Muslim memulai mengucapkan salam, maka jawaban yang 
diperkenankan oleh syari’at adalah:”Wa ‘alaikum!” (Semoga anda juga). Itu saja, 
tidak usah diperpanjang lagi. Rasulullah SAW menasihatkan:”Jika orang-orang 
Ahli Kitab (Non Muslim) memberi salam kepada kamu, maka jawablah:”Wa ‘alaikum” 
(HR. Bukhary dan Muslim).

Salam adalah do’a seorang Muslim kepada saudaranya seiman. Kita tidak bisa 
mengucapkan doa Selamat kepada orang yang kafir/musyrik karena jika mereka tak 
tobat, siksa Allah sudah jelas menunggu mereka.

”Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu 
kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan 
Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (Al Qashash 
[28]: 56).

Satu-satunya doa yang diperbolehkan untuk orang kafir yang masih hidup adalah 
doa agar mereka dapat petunjuk untuk masuk Islam:

Do’a Rasulullah SAW kepada orang Non Muslim:”Ya Allah berilah petunjuk kepada 
kaumku, karena sesungguhnya mereka orang yang tidak mengerti” (Sirah Nabawiyah, 
Abul Hasan ali An Nadwi). Atau do’a Rasululah SAW kepada Umar Bin Khaththab 
ketika masih kafir:”Ya Allah, berilah kemuliaan kepada Islam dengan masuk 
Islamnya salah satu orang terkasih kepada-Mu, yakni Abu Jahal atau Umar Bin 
Khaththab”.

Jadi sekali lagi, Hari Natal adalah satu Syiar Agama Kristen di mana mereka 
saat itu merayakan hari lahirnya Tuhan mereka: Yesus. Syirik itu adalah dosa 
terbesar yang tidak diampuni oleh Allah SWT. Tak pernah ada sunnah Nabi dan 
para sahabat mengucapkan Selamat Natal kepada ummat Kristen saat itu. Jadi 
marilah kita tetap lurus di jalan yang lurus dengan mengikuti sunnah Nabi 
Muhammad SAW.

Mohon sebarkan ini ke yang lain.

Silahkan baca selengkapnya di:
http://media-islam.or.id/2010/12/14/haram-hukumnya-mengucapkan-selamat-natal

===
Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
Haji ONH Plus 2010 Mulai dari US$ 6.500:
http://media-islam.or.id/2010/05/09/paket-haji-onh-plus-2010-mulai-dari-us-6-000/


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke