hiks hiks hiks 

minggu kemarin waktu ke gresik dengan tema yang sama, pada saat khutbah jum'at 
diperingatkan juga. dikisahkan waktu mau panggilan adzan belum turun, nabi dan 
para sahabat berdiskusi mengenai cara memanggil untuk ibadah :

1. pakai lonceng, jangan itu sudah dilakukan oleh nasrani 
2. pakai api , tidak boleh juga karena sudah dilakukan oleh majuzi ( kalau saya 
tidak lupa ya )
3. pakai terompet , itu sudah dilakukan oleh yahudi ... 

sedangkan sekarang setiap tahun... lonceng, api dan terompet dibunyikan bersama 
dengan gegap gempita. siapa yang membunyikan... sebagian besar ummat islam. 
......

di monas sepertinya akan ada dzikir bersama pada malam tahun baru. 


allahu akbar ... 


mawan sugiyantobogor, indonesia  www.maoneid.indoinvestor.com 


--- On Tue, 12/21/10, A Nizami <[email protected]> wrote:

> From: A Nizami <[email protected]>
> Subject: [Is-lam] Ummat Islam akan Mengikuti Kaum Yahudi dan Nasrani hingga 
> Masuk Lubang Biawak!
> To: "Is-lam" <[email protected]>
> Date: Tuesday, December 21, 2010, 3:46 PM
> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
> Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah
> bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat
> sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau
> mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan
> masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya:
> ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Narsani?’
> Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
> 
> “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada
> kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah:
> “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang
> benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan
> mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak
> lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. ” [Al Baqarah
> 120]
> 
> Kaum Yahudi dan Nasrani tak akan senang hingga ummat Islam
> mengikuti agama mereka. Minimal mengikuti sistem politik
> mereka seperti demokrasi. Dengan sistem ini, boleh dikata
> 99% dari ratusan juta pemilih tidak mengenal secara pribadi
> calon pemimpin yang akan dipilih.
> 
> Akibatnya hanya calon pemimpin yang mengeluarkan dana besar
> saja (puluhan trilyun rupiah) yang mampu merebut suara lewat
> kampanye dan iklan di berbagai media massa. Celakanya
> dananya didapat dari kalangan pengusaha macam keluarga
> Rothschild dan Rockefeller. Akhirnya pemimpin ini cuma jadi
> pemimpin boneka yang mengabdi demi donaturnya. Bukan untuk
> rakyatnya.
> 
> Sistem ekonomi mereka seperti Kapitalisme/Neoliberalisme
> dengan Pasar Modal, Pasar Uang, Pasar Komoditas yang penuh
> dengan spekulasi dan riba. Betapa banyak pejabat (bahkan
> dari partai Islam sekali pun) yang menjual Ekonomi dan
> Kekayaan ummat Islam Indonesia yang tak ternilai harganya
> kepada Investor Asing Zionis Yahudi macam keluarga
> Rothschild dan Rockefeller demi kertas dollar yang
> sebetulnya tidak ada harganya?
> 
> Akibatnya perekonomian dan kekayaan alam ummat Islam
> dikuasai Yahudi.
> 
> Padahal Islam punya Sistem Ekonomi Islam yang mampu
> mensejahterakan semua.
> 
> Gaya hidup mereka seperti mengumbar aurat dan sex bebas
> yang dipropagandakan kaum Yahudi dan Nasrani di Hollywood,
> dan sebagainya diikutu oleh sebagian Muslim. Bahkan tak
> sedikit ummat Islam yang terjebak merayakan Hari
> Valentine…
> 
> Sebab sesatnya kaum Yahudi dan Nasrani adalah akibat taqlid
> membebek membabi-buta kepada para ulama-ulama mereka:
> 
> “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib
> mereka sebagai tuhan selain Allah[639] dan (juga mereka
> mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya
> disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang
> berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang
> mereka persekutukan.” [At Taubah 31]
> 
> [639]. Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang
> alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun
> orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat
> maksiat atau mengharamkan yang halal.
> 
> Mereka tidak mengacu lagi kepada Kitab Suci Taurat, Zabur,
> dan Injil yang diturunkan kepada mereka. Bahkan ada yang
> malah merubah ayat-ayat tersebut.
> 
> Saat ini pun di kalangan ummat Islam hal serupa terjadi.
> Sebagian ulama mungkin belum sampai mengubah ayat-ayat Al
> Qur’an. Namun mereka mentafsirkan secara keliru sehingga
> perbuatan dan ucapan mereka bertentangan dengan Al Qur’an
> dan Hadits.
> 
> “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian
> besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani
> benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan
> mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan
> orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak
> menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada
> mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih” [At
> Taubah 34]
> 
> Ciri-ciri ulama seperti ini adalah mereka dekat dengan
> penguasa yang zhalim dan orang-orang kafir serta menumpuk
> harta mereka. Ini terlihat dengan mobil dan rumah mereka
> yang mewah. Gaya hidup mereka beda dengan Nabi Muhammad SAW
> yang meski dunia dalam genggamannya, namun memilih untuk
> menyedekahkan hartanya dan hidup sederhana.
> 
> Bahkan saat kaum Nasrani merayakan kelahiran Tuhan mereka,
> Yesus, ada sebagian ulama yang menghalalkan memberi ucapan
> Selamat  Natal kepada mereka. Berbagai “dalil Al
> Qur’an dan Hadits” mereka berikan, padahal demi Allah,
> tidak pernah Nabi dan Sahabat, tabi’in, mau pun Imam
> Madzhab yang mengucapkan Selamat Natal kepada kaum Nasrani
> dengan “Dalil Palsu” yang mereka berikan.
> 
> Sesatnya kaum Yahudi dan Nasrani karena mereka mengikuti
> ulama mereka membabi-buta. Kita jangan taqlid pada ulama
> seperti mereka. Pegang teguh Al Qur’an dan Hadits.
> Ikutilah ulama yang lurus yang berpedoman pada Al Qur’an
> dan hadits. Bukan yang menyimpang dan sesat.
> 
> “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak
> mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
> penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta
> pertanggungan jawabnya.” [Al Israa' 31]
> 
> Yang aku takuti terhadap umatku ialah pemimpin-pemimpin
> yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud)
> 
> Celaka atas umatku dari ulama yang buruk. (HR. Al Hakim)
> 
> Seorang ulama yang tanpa amalan seperti lampu membakar
> dirinya sendiri (Berarti amal perbuatan harus sesuai dengan
> ajaran-ajarannya). (HR. Ad-Dailami)
> 
> Kita memang harus mengikuti ulama. Tapi ikutilah ulama yang
> lurus yang mematuhi Al Qur’an dan Hadits. Bukan Ulama
> Su’/Jahat yang menyesatkan!
> 
> Oleh karena itu kita juga wajib mempelajari Al Qur’an dan
> Hadits sehingga kita tahu mana ulama yang mengikutinya dan
> mana yang menyimpang.
> 
> Sabda Rasulullah Saw: “Aku tinggalkan padamu dua hal,
> yang tidak akan sesat kamu selama berpegang teguh kepada
> keduanya, yaitu Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.”(HR Ibnu
> ‘Abdilbarri)
> 
> Baca selengkapnya di sini:
> http://syiarislam.wordpress.com/2010/12/21/ummat-islam-akan-mengikuti-kaum-yahudi-dan-nasrani-hingga-masuk-lubang-biawak/
> 
> ===
> Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id
> Milis Ekonomi Nasional: [email protected]
> Haji ONH Plus 2010 Mulai dari US$ 6.500:
> http://media-islam.or.id/2010/05/09/paket-haji-onh-plus-2010-mulai-dari-us-6-000/
> 
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke