Assalamu'alaikum wr wb, Di milis Syiar Islam ada yang bertanya: "Bolehkah belajar Hermeneutika untuk memahami Al Qur'an?"
Jawaban singkatnya: Tidak Boleh! Mengapa? Karena penemu mau pun tokoh2 Hermeneutika itu orang2 kafir. Jika penemu dan tokoh2nya saja gagal menemukan Islam/memahami Al Qur'an, bagaimana nasib para pengikutnya? Dalam Islam kita harus belajar pada ahlinya. Misalkan kita ingin membuat pesawat. Belajarlah pada ahli membuat pesawat. Bukan kepada tukang bakso. Nanti malah kacau. Belajar Islam, ya harus belajar pada orang Islam. Dalam memahami Al Qur'an, kita harus belajar pada ulama. Untuk memahami satu ayat Al Qur'an, kita harus membaca juga ayat2 Al Qur'an lain yang berhubungan. Kemudian baca juga hadits2 sahih yang berkaitan tentang ayat tsb serta Asbabun Nuzulnya (Sebab2 turun Al Qur'an). Simak juga pendapat para ulama yang pemahaman Al Qur'an dan Haditsnya luas dan mendalam. Jadi kalau belajar pada orang kafir atau cara2 yang dipakai orang kafir untuk memahami Islam/Al Qur'an, itu salah besar. Waktu dan kemampuan kita sangat terbatas. Gunakan untuk belajar ilmu yang bermanfaat. Bukan ilmu yang tak ada manfaatnya. Silahkan lihat tentang Hermeneutika: Mathius Flacius (seorang Lutheran) adalah orang pertama yang merumuskan hermeneutika kitab suci sebagai rangkaian reformasi dan dalam pihak oposisinya terhadap dogmatika Gereja Tridentin yang menekankan terhadap interpretasi literal terhadap kitab suci. Flacius mendesak sebuah kemungkinan interpretasi yang secara universal valid dan benar melalui pendekatan hermeneutika. Pengertian Hermeneutika Hermeneutika berasal dari kata hermeneuein (menafsirkan) dan kata hermeneunia (penafsiran). Kata ini selalu diasosiasikan dengan dewa Hermes yang bertugas menyampaikan pesan-pesan dari dewa Olympus ke dalam bahasa yang dapat dimengerti manusia. Maka sejak saat itu Hermes menjadi simbol seorang duta yang dibebani oleh sebuah misi tertentu; yang pada akhirnya hermeneutika diartikan sengan "proses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengerti". Dan dalam versi lain Hermes berasal dari bahasa latin sermo, yang berarti to say (mengatakan), dan bahasa latin lainnya verbum (word/kata). Ini mengasumsikan bahwa utusan di dalam memberitakan kata adalah mengumumkan dan menyatakan sesuatu, fungsinya tidak hanya untuk menjelaskan tetapi juga untuk menyatakan. Ada tiga bentuk makna dasar dari kata hermeneuein dan hermeneuia, yaitu: a. Mengungkapkan kata-kata, misalnya to say. b. Menjelaskan, seperti menjelaskan situasi. c. Menterjemahkan, seperti transliterasi dari bahasa lain. Dengan demikian, interpretasi berarti atau mengacu pada tiga persoalan yang berbeda: pengucapan lisan, penjelasan yang masuk akal, dan transliterasi dari bahasa asing. Hanya saja seseorang bisa mencatat bahwa secara prinsip "proses Hermes" sedang berfungsi dalam ketiga persoalan itu, sesuatu yang asing, ganjil, waktu yang berbeda, tempat atau pengalaman yang nyata, hadir, komprehensif; sesuatu yang membutuhkan representasi, eksplanasi atau transliterasi yang bagaimana pun juga mengarah pada pemahaman diinterpretasi. Oleh karenanya, tugas interpretasi harus membuat sesuatu yang kabur jauh, dan gelap maknanya menjadi sesuatu yang jelas, dekat, dan dapat dipahami. Tokoh2 Hermeneutika yang gagal menemukan Islam: Friedrich Daniel Ernst Schleiermacher (1768-1834) Schleiermacher (adalah seorang raksasa intelektual pada zamannya. Kendati tidak pernah menulis suatu traktat yang sistematik tentang hermeneutik dan hanya meninggalkan beberapa catatan kecil kompedium kuliah, Schleiermacher telah meletakkan dasar hermenautika modern. Rekonsepsinya tentang hermeneutika, yang terbit dari refleksinya sebagai ahli eksegetika dan filologi, dipengaruhi oleh Plato, dan dinalar dalam konteks sistem idealisme Schelling, Fichte, dan Hegel. Wilhelm Dilthey W. Dilthey (1833-1911) Dilthey, berpendapat bahwa definisi-definisi filsafat adalah dokumen sejarah yang dapat memberikan informasi tentang situasi kejiwaan suatu zaman. Tujuan seluruh pemikiran Dilthey tentang hermeneutika adalah mengembangkan metode menganalisis ekspresi kehidupan batin “yang secara objektif sah”. Titik tolak dan titik akhirnya adalah pengalaman konkret. === Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id Milis Ekonomi Nasional: [email protected] Haji ONH Plus 2010 Mulai dari US$ 6.500: http://media-islam.or.id/2010/05/09/paket-haji-onh-plus-2010-mulai-dari-us-6-000/ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
