On 1/31/11, A Nizami <[email protected]> wrote: > Wa'alaikum salam wr wb, > > Islam itu penuh keseimbangan akh. Jika dilakukan parsial/sepotong2, maka > tidak bagus. > Dzikir terus, tapi akhlaknya buruk, dan amal jariyahnya kurang, itu tak > bagus : "Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik > akhlaknya.” > (HR Tirmidzi) > http://media-islam.or.id/2010/09/15/akhlak-islam-cerminan-aqidah-islam > > Sebaliknya akhlaknya bagus, tapi nyaris tidak berzikir pada Allah juga tak > baik. Hablum minallahu dan hablum minannas (Hubungan dgn Allah dan dgn > manusia) harus seimbang. Bahkan kita harus mencintai Allah di atas yg lain > termasuk daripada diri kita sendiri. > > Dalam Islam kita disunnahkan membagi waktu: 8 jam untuk tidur/istirahat, 8 > jam untuk kerja, dan 8 jam untuk ibadah. Jadi sekedar Dzikir 2-3 jam sehari > di Majelis Dzikir, insya Allah belum berlebihan. Apalagi Dzikir seperti di > Ustad Arifin Ilham paling seminggu hanya 2-3 x. Yang keliru jika cuma Dzikir > di Majelis Dzikir hingga akhirnya tidak bekerja dan tidak membantu orang > lain. > > Saran saya coba ikuti sekali2 Majelis Dzikirnya, insya Allah pandangan kita > akan berubah.
Alhamdulillah sudah pak :-) bahkan beberapa kelompok Sufi pun juga sudah pernah saya ikuti :-) Karena itu di email saya sebelumnya tidak ada saya menyatakan bahwa zikir jahar & berjamaah itu bid'ah, karena faktanya memang Rasulullah saw pun pernah melakukannya. Yang tidak saya setujui adalah : (1) Mengada-adakan / mempermainkan / memplesetkan penafsiran ayat/hadits, sehingga terkesan zikir jahar & berjamaah itu seperti nyaris wajib. Yang seperti ini insyaAllah akan dituntut oleh Allah swt & RasulNya langsung di pengadilan akhir kelak. (2) Pengarahan kepada pengkultusan individu. contoh: habib alay di email sebelumnya, dst (3) Pengarahan kepada ashobiyyah (baca: pengkotak-kotakan / memecah belah umat berdasarkan kelompok pengajiannya) (4) Lafal Zikir tanpa pemahaman arti, makna, dan hikmah; sehingga zikir menjadi mantera, dan tidak memberi manfaat positif kepada ybs. (5) Pembajakan ibadah - ini yang paling buruk, tapi banyak kita yang membiarkan - entah karena sengaja, atau memang tidak tahu. Nama Allah swt kita ucapkan untuk kepentingan orang-orang yang hanya menginginkan dunia. contoh: berbagai majelis yang dibuat untuk kepentingan berbagai pejabat. Kata kuncinya adalah waspada, sangat banyak orang dengan niat tidak baik di sekitar kita, yang tidak segan-segan untuk bahkan membawa nama-nama Allah swt untuk mencapai yang diinginkan oleh nafsunya. Dan kita perlu terus mendidik umat kita, agar mereka tidak terus menjadi bulan-bulanan dan permainan orang-orang ini. Mari kita terus berzikir, baik ketika beramai-ramai ataupun sendirian; ketika sedang berdiri, duduk, ataupun berbaring sekalipun. Mudah-mudahan Allah swt menjadi ridho dengan kita karenanya. Salam, HS > Ini satu taushiyyah dari Ustad Arifin Ilham di FB saya: > K. H. Muhammad Arifin Ilham > ALLAH sgt mmperhatikn yatim piatu,rahmat ALLAH pd mrk yg mngasuh yatim > piatu.MurkaNya pun pd mrk yg tdk peduli dg yatim piatu, dicap sbg "pendusta > agama"(QS107;2).Ksalahn kita mmprlakukn yatim piatu sprt faqir miskin,pdhal > yatim piatu tdk hanya butuh makan ttpi prhatian,kash sayng,pndidikn & > kteladann krn mrk tdk punya ortu.Rasul brsabda,"Aku brsama pngasuh yatim > sprt dua jari ini dekatnya dgku diSyurga".SubhanAllah > > Wassalam > === > Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits > http://media-islam.or.id > Milis Ekonomi Nasional: [email protected] > Paket Umrah 2011 mulai US$ 1.300+Rp 600.000: > http://media-islam.or.id/2011/01/24/paket-umroh-2011-mulai-us-1-300-via-amanah-iman/ > > > --- Pada Ming, 30/1/11, Harry Sufehmi <[email protected]> menulis: > >> Dari: Harry Sufehmi <[email protected]> >> Judul: Re: [Is-lam] Dalil Dzikir Berjama’ah dari Al Qur'an dan Hadits >> Kepada: [email protected] >> Tanggal: Minggu, 30 Januari, 2011, 8:44 AM >> On 1/28/11, A Nizami <[email protected]> >> wrote: >> > Assalamu'alaikum wr wb, >> > >> > Dalil Dzikir Berjama’ah dari Al Qur'an dan Hadits >> > >> > Kelompok Salafi/Wahabi menganggap Dzikir berjama’ah >> adalah Bid’ah atau >> > Sesat. Namun dari dalil-dalil Al Qur’an dan Hadits >> di bawah, pernyataan >> > tersebut tidak berdasar. >> >> Menarik :-) saya pikir pendapat pak Nizami akan >> kebalikannya. >> Anyway, tadinya saya juga berpendapat demikian. Namun >> kemudian saya >> menemukan beberapa dampak non-positif dari majelis2 dzikir >> ini, >> sehingga saya jadi berpikir kembali. >> >> Yang saya mulai lihat adalah majelis2 dzikir >> (jahar/berjamaah) ini >> terlihat banyak yang jadi melenakan / mengecoh orang. >> Misalnya; banyak orang awam yang mengira bahwa cukup dengan >> berzikir, >> maka akan beres semua urusannya, dan otomatis naik >> derajatnya, dan >> hilang dosa-dosanya. >> >> Tapi, sehari-hari kelakuannya tetap tidak berubah - tetap >> makan uang >> riba, berghibah dengan intens (baca: infotainment / tabloid >> / gosip dg >> kawan & tetangga / dst), tidak ragu-ragu berbohong jika >> bisa >> menguntungkan dirinya, dst. >> Padahal jelas ini semua dosa besar. >> >> Lalu kenapa zikir mereka tidak memberi dampak yang positif >> ? >> Padahal, dalam Islam itu jelas bahwa salah satu tanda >> benarnya ibadah >> seseorang adalah jika akhlaknya juga berubah menjadi baik. >> >> Ini karena mereka hanya merapal / mengucapkan, tanpa paham >> / tahu apa >> yang mereka sebutkan, dan apa hikmah di baliknya. Secara >> ringkas; >> majelis zikir berjamaah ini jadi mengesankan bahwa >> zikir itu adalah >> seperti mantera sihir, dan bukannya sebagai sumber ilmu / >> hikmah. >> >> Saya makin banyak menemukan orang yang ibadah zahir nya >> (yang nampak / >> bisa dilihat orang lain) sangat baik -- tahajud tidak >> pernah luput, >> tilawah selalu rutin, sangat rajin mengikuti pengajian di >> berbagai >> tempat, koleksi buku agamanya sangat banyak, dst. >> Namun, mulutnya sangat jahat & selalu menyakiti hati >> saudaranya, >> kelakuannya kejam & tidak berbelas kasihan, dan >> prinsip-prinsip agama >> bisa mereka campakkan begitu saja ketika situasi mereka >> sedang sedikit >> saja terpojok. >> >> Kebalikannya, sering saya temukan orang-orang yang, kalau >> dilihat >> sekilas, tentu akan kita labeli sebagai "tidak sholeh". >> Bajunya hanya baju biasa, bukan gamis & tidak >> bersorban. Sholatnya pun >> hanya yang 5 waktu. Jarang kelihatan tilawah Quran. Dst. >> Tapi, mereka adalah orang-orang yang paling baik yang >> pernah saya >> temukan, dan mereka rela berkorban untuk kebahagiaan >> saudara2nya >> sesama Islam & manusia. >> >> Paradoks ini bisa terjadi karena agama itu juga perlu masuk >> ke hati >> kita - bukan hanya di zahir / luar saja. >> Perilaku yang nampak sholeh belum menjamin kesholehan >> hati. >> >> Tentu kita semua sudah pernah mendengar hadits Rasulullah >> saw mengenai >> seorang abid / ulama yang mengabdikan umurnya untuk >> beribadah kepada >> Allah swt - dan malah dicampakkan ke dalam neraka. >> (karena niatnya tidak murni ikhlas, hanya untuk zahirnya >> saja) >> >> Kembali ke zikir, majelis dzikir bisa juga diartikan >> sebagai majelis >> ilmu. Dan dari berbagai hadits serta ayat yg ada, jelas >> bahwa yang >> dimaksud dari majelis dzikir adalah ini - majelis >> ilmu. Baik ilmu >> agama, maupun ilmu dunia yang diniatkan karena mencari >> ridho Allah >> swt. >> Oleh berbagai pihak, hadits-hadits & ayat2 tsb >> ditafsirkan hanya >> secara literal (dihilangkan konteks & penjelasannya), >> sehingga jadi >> keliru dalam penafsirannya. Sehingga kemudian jadi dikira >> bahwa kita >> disuruh untuk berzikir secara berjamaah & jahar :-) >> >> Salah satu bahasan paling menarik mengenai soal ini ada di >> salah satu >> situs majelis zikir itu sendiri : >> http://www.majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=28&func=view&id=43&catid=9 >> >> Malah jadi jelas kelihatan bahwa Nabi saw tidak pernah >> hanya duduk >> menghamparkan tangan sambil berzikir beramai-ramai. Menurut >> ustadz >> majelis zikir tsb sendiri (munzir?), Zikir beliau yang >> beramai-ramai >> dengan para sahabat itu SELALU dalam melakukan suatu >> kegiatan yang >> bermanfaat. Seperti persiapan untuk berperang, membangun >> masjid Nabi, >> dst. >> >> Tidak ada bukti dari ybs sendiri bahwa Nabi saw SERING >> duduk >> berjam-jam beramai-ramai dengan para sahabatnya CUMA untuk >> merapalkan >> kalimat-kalimat zikir saja. >> >> Kalau kita ingat juga, salah satu protes terhadap gereja >> adalah karena >> adanya monopoli akses kepada Tuhan. Gereja punya otoritas >> untuk >> mewakili Tuhan di dunia ini. Sehingga banyak urusan akhirat >> yang musti >> melalui mereka. >> Maka kemudian jadi banyak orang yang menolak & >> memberontak terhadap konsep ini. >> >> Nah, Islam kembali menegaskan bahwa hubungan seorang >> manusia dengan >> Tuhannya itu bersifat amat personal. Allah swt itu bisa >> berkomunikasi >> langsung dengan hati kita. >> Tidak ada perlu sama sekali melalui perantaraan seorang >> ustadz, atau >> tokoh agama. Dan bahkan tidak perlu dijaharkan / >> dikeraskan, karena >> Alah swt Maha Mendengar semua bisikan & rintihan hati >> kita. Ini adalah >> sesuatu yang sangat membahagiakan - padahal untuk bertemu >> dengan >> presiden/raja saja amat susah & sulit; namun ternyata >> untuk beraudiens >> dengan Rajanya para Raja itu malah amat sangat mudah & >> sangat >> personal. >> >> Bahkan ketika kita terdampar sendirian di sebuah pulau >> asing di tengah >> laut, yang jelas tidak ada seorang ustad / ulama pun di >> tempat itu, >> tetap kita akan bisa berkomunikasi dengan Rabbi kita. >> >> Kesimpulannya? Majelis dzikir berjamaah saya kira tidak >> apa. Di >> ***AWAL*** sejarah Islam, sempat ada berbagai syiar seperti >> tahajud >> berjamaah, dst. >> >> Tapi tentu kita musti ingat konteksnya - yaitu syiar untuk >> memperkenalkan. Jika konteksnya ini tidak disampaikan, maka >> orang jadi >> mudah keliru paham, dan mengira bahwa tidak apa jika >> dilazimkan. >> Padahal, Nabi saw kemudian berhenti melakukannya, tidak >> terus menerus >> dilangsungkan. >> >> Jadi, kita wajib mengingatkan kepada umat agar mereka >> tidak >> __terlena__ dengan/karena itu. >> Bahwa cuma _sekedar_ melafalkan itu tidak cukup. Mereka >> juga perlu >> paham, dan kemudian melaksanakan ajaran mereka - dan inilah >> yang >> justru lebih & paling berat untuk dilakukan >> >> Apakah kita berzikir ratusan ribu kali, kita bisa bebas >> dari menjadi >> bulan-bulanan umat & bangsa lainnya ? >> Untuk bangkit dari keterpurukan umat Islam ini tidak cukup >> dengan >> hanya merapalkan kalimat-kalimat zikir. Perlu juga dengan >> ilmu & >> kecerdasan, bukan hanya ego & emosi. >> >> Sekarang? Kita malah terus makin banyak melihat orang >> mengaku habib / >> ustad menjadi seperti idola (idol = berhala; >> http://www.google.co.id/search?q=define:idol). >> Fotonya terpampang di berbagai penjuru dengan berbagai >> gaya. Malah ada >> yang dengan bangga mengaku bernama Habib Alay :-) >> alamak. >> http://twitpic.com/1vje6r >> >> Anyway, Islam bukan terdiri dari mantera-mantera, yang >> kalau membaca >> ini maka _pasti_ dapat rezeki, lalu kalau baca itu _pasti_ >> sembuh >> sakitnya, dst. >> Itu sih di dunia nya bang Harry Potter :-) bukan di >> dunianya Harry Sufehmi. >> >> Dunia kita ini adalah tempat untuk berjuang, berusaha, >> berpeluh >> membanting tulang; berjihad untuk anak, istri, keluarga, >> dan agama >> kita. >> >> >> >> Salam, HS >> >> >> >> > >> > Sebagai contoh dalam surat Al Fatihah kita >> mengucapkan: >> > >> > Iyyaka NA’budu (Kepada Mu KAMI menyembah/beribadah) >> > >> > Wa Iyyaka NAsta’iin (Kepada Mu KAMI >> meminta/berdo’a) >> > >> > Ayat di atas menunjukkan kata NA (KAMI) yang artinya >> JAMAK/BANYAK. Bukan >> > sendiri-sendiri. Pada akhir Surat Al Fatihah, seluruh >> Makmum dari shalat >> > berjama’ah menyatakan “AAMIIIN”. >> > >> > Ayat-ayat Al Fatihah itu saja sudah jelas menunjukkan >> bahwa beribadah >> > (termasuk Dzikir dan Do’a) secara berjama’ah itu >> tidak sesat. Dan pernah >> > dicontohkan Nabi. >> > >> > Surat Al Fatihah sendiri pada dasarnya adalah Do’a. >> Contohnya “Ihdinash >> > Shiroothol Mustaqiim” (Tunjuki Kami ke Jalan yang >> Benar) yang kemudian >> > diaminkan oleh para Makmum. Dengan mengucap Allah >> sebagai Ar Rahman dan Ar >> > Rahim, pada dasarnya Imam itu berdzikir menyebut nama >> Allah. Bukankah itu >> > contoh yang jelas? >> > >> > Banyak ibadah yang dicontohkan Nabi dan para sahabat >> secara berjama’ah >> > seperti Shalat Wajib Berjama’ah yang pahalanya malah >> 27 x lipat daripada >> > shalat sendiri. Selain itu juga ada Shalat Tarawih >> berjama’ah, Shalat ‘Ied, >> > dsb. Bahkan shalat Jum’at tidak sah jika tidak >> dilakukan secara berjama’ah. >> > >> > Berbagai do’a dalam Al Qur’an seperti “Robbana >> Aatina Fid dunya Hasanah..” >> > (Ya Tuhan KAMI berilah KAMI di dunia Kebaikan) >> menyatakan bahwa do’a-doa >> > tersebut sebaiknya dilaksanakan secara berjama’ah >> [Al Baqarah 201]. >> > >> > >> > >> > “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya >> Tuhan kami, berilah kami >> > kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan >> peliharalah kami dari siksa >> > neraka” [Al Baqarah 201] >> > >> > Lihat ayat Al Qur’an di atas bagaimana orang berdoa >> secara berjama’ah. Kata >> > siapa beribadah berjama’ah seperti Dzikir itu >> Bid’ah atau sesat? Hendaknya >> > kita berpegang pada wahyu Allah. >> > >> > Sedangkan Ibnu Abbas bertakbir dengan lafadh. >> > Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, wa lillahil >> hamdu, Allahu Akbar, wa >> > Ajalla Allahu Akbar ‘alaa maa hadaNAA. >> > “Artinya : Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah >> Maha Besar dan bagi Allah >> > lah segala pujian, Allah Maha Besar dan Maha Mulia, >> Allah Maha Besar atas >> > petunjuk yang diberikannya pada KITA”. [Diriwayatkan >> oleh Al Baihaqi 3/315 >> > dan sanadnya shahih] >> > >> > Kalimat Takbir Ibnu Abbas di atas jelas menunjukkan >> Takbir tersebut >> > dilakukan berjama’ah. Sebab kalau sendiri tentu kata >> terakhir jadi hadaNII >> > (Petunjuk yang diberikan kepada saya). >> > >> > Silahkan lihat dalil-dalil lengkapnya dari Al Qur’an >> dan Hadits di bawah. >> > Jadi keliru besar menganggap Dzikir Berjama’ah >> sebagai Bid’ah atau Sesat. >> > >> > Baca selengkapnya di sini: >> > http://syiarislam.wordpress.com/2011/01/28/dalil-dzikir-berjamaah >> > >> > DZIKIR BERJAMA`AH BUKANLAH BID`AH !!! _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
