Note: forwarded message attached.
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited Try it today. __._,_.___
///// JIMedia: Memurnikan Tanggapan Umum Melalui Penyebaran Ilmu dan Maklumat
//////////////////////////////////
Nota: Kandungan mel ini tidak menggambarkan pendirian rasmi Pertubuhan
Jamaah Islah Malaysia (JIM) melainkan yang dinyatakan sedemikian.
Berminat menjadi ahli JIM? Sila isi borang keahlian "online" di: http://www.jim.org.my/, dari seksyen "BORANG Online".
Langganan : Hantar E-mail kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Unsub : Hantar E-mail kosong ke
[EMAIL PROTECTED]
Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
--- Begin Message --- Indonesia Tegaskan Dukung Pluralisme Agama
Kepada wartawan dan diplomat asing, jurubicara kepresidenan mengatakan, Indonesia tegas mendukung 'pluralisme agama'. Padahal, MUI dan NU sudah menolak
Hidayatullah.com--Indonesia menegaskan kembali sikap mendukung pluralisme agama dan mengatakan bahwa golongan "Islam radikal" hanya minoritas kecil di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini.
Pernyataan ini dikeluarkan oleh jurubicara kepresidenan, Andi Mallarangeng, di depan wartawan asing dan diplomat di Jakarta saat sedang menghadiri briefing mengenai dua tahun pertama presiden RI, Susilo B Yudhoyono sebagai presiden.
Andi Mallarangeng, sebagaimana dikutip Radio Australia, Kamis, (19/10/2006), mengatakan, pemerintah berusaha sekuat tenaga untuk memberantas golongan "Islam radikal" yang melancarkan kekerasan dengan menghancurkan sel-sel mereka dan mengadili mereka.
Tidak jelas, siapa yang dituduhkan Andi dan apa pula maksudnya dengan mengatakan 'menghancurkan sel-sel" tersebut.
Pernyataan Andi ini boleh jadi akan memanen protes kalangan Muslim. Sebab sebagaimana diketahui sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui fatwanya tanggal 29 Juli 2005 telah tegas menyatakan bahwa paham 'Pluralisme Agama' bertentangan dengan Islam dan haram bagi umat Islam Indonesia.
Fatwa MUI ini juga didukung dengan berbagai ormas Islam Nahdhatul Ulama (NU). Dalam Muktamar NU ke-31, paham yang dikampanyekan Islam Liberal secara tegas ditolak para ulama. Lebih dari 32 ulama NU ketika itu mengeluarkankomunike bersama yang isinya meminta pimpinan puncak NU mendatang tak memasukkan orang-orang diidentifikasi kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) --yang selama ini dianggap pengasong gagasan liberalisme dan pluralisme agama-- dalam struktur kepemimpinan NU dari pusat hingga ranting.
"Seluruh kiai, guru, dan para pendidik agar membentengi anak didik, pelajar, santri, dan masyarakat dari pengaruh JIL dan aliran yang sepaham," demikian salah satu bunyi Komunike Bersama Ulama Nahdliyyah Jateng kala itu.
Ke-32 ulama NU yang menolak JIL dari seluruh daerah di Jateng. Di antaranya, KH Ubaedullah Shodaqoh (Semarang), KH Wahid Zaini (Grobogan), KH Achwani (Sarang Rembang), KH Masnuri, KH A Zaim (Demak), KH M Said (Sarang Rembang), KH M Arifin Fanani (Kudus), dan KH Achmad (Jepara).
Pernyataan tegas para kiai ini juga masuk di taushiyah (pernyataan) resmi Muktamar NU yang dibacakan saat penutupan.
Tidak cukup itu, dalam Forum kiai-kiai NU di Bahtsul Masail se Jawa dan Madura kembali mengeluarkan taushiyah (pernyataan) yang mendukung fatwa MUI.
"Jauh hari sebelum MUI mengeluarkan fatwa, kami telah membahas masalah liberalisme, pluralisme dan sekularisme untuk menjadikan bahan rujukan hukum-hukum agama," ujar jurubicara forum Muchib Aman Aly. [abcn/cha]
--- End Message ---

