Note: forwarded message attached.
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.
--- Begin Message ---
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3948&Itemid=66
Masuk Islam Sebelum Terbunuh Cetak halaman ini Kirim halaman
ini melalui E-mail
Jumat, 08 Desember 2006
Mantan agen Dinas Rahasia Rusia (FSB), Alexander Litvinenko, yang tewas
karena racun polonium 210, dikabarkan sudah memeluk Islam. Sengaja dibunuh?
Hidayatullah.com--Mantan agen Dinas Rahasia Rusia (FSB) yang tewas karena
racun polonium 210, Alexander Litvinenko, dimakamkan kemarin. Sejumlah media
melaporkan, upacara pemakaman kritikus Kremlin itu berlangsung secara
kekeluargaan. Kendati sebelum meninggal Litvinenko minta dimakamkan secara
Muslim, keluarga menyelenggarakan upacara pemakaman nonreligius.
Upacara pemakaman yang waktunya dirahasiakan itu dihadiri sedikitnya 30
kerabat dekat Litvinenko. Mereka berdatangan dari Rusia, Italia, juga
Amerika Serikat (AS). Menurut seorang kerabat Litvinenko yang minta namanya
dirahasiakan, upacara pemakaman tersebut dilangsungkan di kawasan utara
London.
Upacara terpisah diselenggarakan di Masjid Taman Regent, London. Ayah
Litvinenko, Walter, dilaporkan menghadiri upacara di masjid tersebut bersama
pentolan oejuang Chechnya, Akhmed Zakayev. Kerabat Litvinenko mengatakan,
ayah tiga anak itu sudah menjadi Muslim sebelum meninggal. Hal yang sama
diungkapkan Walter kepada Radio Free Europe, beberapa waktu lalu.
"Litvinenko masuk Islam dua hari sebelum ajal menjemput," kata Walter.
Meski begitu, pihak keluarga memutuskan menyelenggarakan upacara pemakaman
nonreligius. Menurut kerabat Litvinenko yang berasal dari Rusia, pihak
keluarga tidak ingin aktivis 44 tahun itu terlihat seperti ekstremis.
"Keluarga khawatir musuh Litvinenko memanfaatkan upacara pemakaman (secara
Muslim) untuk menyebutnya ekstremis Islam," paparnya.
Mantan rekan seprofesi Litvinenko, Alexander Goldfarb, tidak yakin jika ayah
tiga anak itu sudah resmi menjadi Muslim. Namun, dia mengatakan bahwa
Zakayev memang pernah mengunjungi Litvinenko saat masih dirawat di
University College Hospital pada 22 November.
"Litvinenko bukan orang yang religius. Istrinya mengatakan, upacara
pemakanam Litvinenko tidak akan diselenggarakan menurut agama tertentu,"
ujar Goldfarb.
Jenazah Litvinenko yang terkontaminasi polonium 210 dibaringkan dalam peti
mati tradisional tertutup rapat sebelum dimakamkan. Menurut Badan
Perlindungan Kesehatan Inggris, polonium 210 yang terkandung pada tubuh
Litvinenko tidak akan membahayakan orang lain jika peti matinya tertutup
rapat. "Mereka menyarankan pihak keluarga menunggu 22 tahun jika ingin
mengkremasi jenazah Litvinenko," tambah Goldfarb.
Saat menghadiri upacara pemakaman kemarin, Zakayev mengatakan, Moskow berada
di balik kematian Litvinenko. "Saat polisi mengatakan Litvinenko
terkontaminasi polonium 210, saya langsung mengaitkannya dengan kematian
beberapa warga Chechnya beberapa waktu lalu. Gejalanya sama persis. Karena
itu, saya yakin Moskow juga menggunakan polonium 210 untuk membunuh
orang-orang Chechnya," ujarnya kepada Sky News, kemarin.
Sementara itu, polisi Inggris memutuskan Litvinenko tewas karena dibunuh.
Sejak Rabu lalu, mereka memperlakukan kasus kematian Litvinenko sebagai
pembunuhan. Tim investigasi yang melakukan penyelidikan di Moskow telah
mewawancarai lima orang yang diharapkan bisa memberikan titik
terang.[ap/afp/rtr/jp/cha]
Masuk Islam Sebelum Terbunuh Cetak halaman ini Kirim halaman
ini melalui E-mail
--- End Message ---