----- Original Message ----- 
>From : [EMAIL PROTECTED]


 
"Once upon a time, a man in a hot air balloon realized that he was lost. He 
reduced altitude and spotted a woman below. He descended a bit more and 
shouted. "Excuse me, can you help me? I promised a friend I would meet him an 
hour ago, but I don't know where I am."

The woman below replied. "You're in a hot air balloon hovering approximately 30 
feet above the ground. You're between 50 and 51 degrees north latitude and 
between 114 and 115 degrees west longitude."

"You must be an engineer," said the balloonist.

"I am," replied the woman. "How did you know?"

"Well," answered the balloonist, "everything you told me is technically 
correct, but I've no idea what to make use of your information. The fact is, 
I'm still lost. Frankly, you've not been much help at all. If anything, you've 
delayed my trip."

The woman below responded, "You must be in management."

"I am," replied the balloonist, "but how did you know?"

"Well," said the woman, "you don't know where you are or where you're going.You 
have risen to where you are due to a large quantity of hot air. You made a 
promise, which you've no idea how to keep, and you expect people beneath you to 
solve your problems. The fact is, you are in exactly the same position you were 
in before we met, but now, somehow, you've managed to make it my fault!!"

================= Pengajaran ==================
 

Biasalah manusia, tak habis2 saling menyalahkan orang lain, daripada diri 
sendiri.
 
Firman Allah SWT :
 
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.
 
[33.66] Pada masa muka mereka dibalik-balikkan dalam neraka, mereka berkata 
(dengan sesalnya): "Alangkah baiknya kalau kami dahulu (semasa di dunia) taat 
kepada Allah serta taat kepada Rasul Allah. 
[33.67] Dan mereka berkata lagi: "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah 
mematuhi kehendak ketua-ketua dan orang-orang besar kami, lalu mereka 
menyesatkan kami dari jalan yang benar. 
[33.68] "Wahai Tuhan kami, berilah mereka azab sengsara dua kali ganda, dan 
laknatkanlah mereka dengan laknat yang sebesar-besarnya!" 
 
[34.30] Jawablah (wahai Muhammad): "Untuk kamu disediakan satu hari yang kamu 
tidak dapat melambatkannya sesaat pun, dan tidak pula kamu dapat 
menyegerakannya". 
[34.31] Dan orang-orang yang kafir berkata: Kami tidak akan beriman sama sekali 
kepada Al-Quran ini dan tidak juga kepada Kitab-kitab ugama yang terdahulu 
daripadanya". Dan (sungguh ngeri) kalau engkau melihat ketika orang-orang yang 
zalim itu dibawa berdiri di hadapan Tuhan mereka (untuk dihisab), masing-masing 
tuduh menuduh antara satu dengan yang lain. Orang-orang yang tertindas berkata 
kepada orang-orang yang sombong takbur (yang menjadi ketuanya): "Kalaulah tidak 
kerana kamu (menindas dan memperdayakan kami), tentulah kami sudah menjadi 
orang yang beriman". 
[34.32] Orang-orang yang sombong takbur itu menjawab kepada orang-orang yang 
tertindas: Kamikah yang telah menghalang kamu daripada menerima hidayah 
petunjuk sesudah ia datang kepada kamu? (Bukan kami yang menghalang) bahkan 
kamulah yang menyebabkan diri sendiri menjadi orang-orang yang berdosa". 
[34.33] Dan berkata pula orang-orang yang tertindas kepada orang-orang yang 
sombong takbur itu: "Tidak! Bahkan (yang menghalang kami daripada beriman 
ialah) perbuatan kamu memperdaya kami malam dan siang, ketika kamu menyuruh 
kami berlaku kufur kepada Allah dan mengadakan sekutu-sekutu bagiNya. Akhirnya 
masing-masing diam sambil memendamkan perasaan sesal dan kecewa semasa mereka 
melihat azab; dan Kami pasangkan belenggu-belenggu pada leher orang-orang yang 
kafir itu. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang mereka telah 
kerjakan. 
 
[38.59] (Penjaga neraka berkata kepada ketua-ketua golongan kafir dan 
penderhaka itu): " Ini ialah serombongan (orang-orang kamu) yang masuk 
berasak-asak bersama-sama kamu ". (Ketua-ketua itu berkata): " Mereka tidak 
perlu dialu-alukan, kerana sesungguhnya mereka pun akan menderita bakaran 
neraka ". 
[38.60] pengikut-pengikut mereka menjawab: " Bahkan kamulah yang tidak perlu 
dialu-alukan, kerana kamulah yang membawa azab sengsara ini kepada kami, maka 
amatlah buruknya neraka ini sebagai tempat penetapan ". 
[38.61] Mereka berkata lagi: " Wahai Tuhan kami! Sesiapa yang membawa azab ini 
kepada kami, maka tambahilah dia azab seksa berlipat ganda di dalam neraka ". 
[38.62] Dan penduduk neraka itu tetap akan bertanya sesama sendiri: " Mengapa 
kita tidak melihat orang-orang yang dahulu kita kirakan mereka sebagai 
orang-orang jahat (lagi hina)? 
 
SodaqAllahUl-Adzim.
 
WAllahua3lam
Wassalam
Hizamri
 

----- Original Message ----- 
From: mohammad nashrool 
To: [EMAIL PROTECTED] .com 
Sent: Monday, April 09, 2007 8:28 PM
Subject: RE: [ReSpeKs] membersihkan kening (iklan..


Badak dan monyet (sape lagi bijak dan  kejam??!) Alhikayat, dalam sebuah hutan 
ada seekor badak sumbu dan seekor  monyet. Mereka ni memang tak pernah baik, 
selalu jer bertengkar.. 

Pada  suatu hari, sedang mereka bertengkar, mereka terjumpa sebuah pelita 
ajaib.  Dipendekkan cerita, setelah digosok,keluarlah seorang jin. Jin itu 
setuju  untuk mengabulkan tiga permintaan bagi kedua2 menatang itu. 

Permintaan  1 Badak : Saya mau semua badak sumbu di dalam hutan ini adalah 
betina,  kecuali saya...hehe. 

Permintaan 1 Monyet : Saya mau sebuah motor Harley  Davidson 

Jin tu kelip mata,  bling... semua badak lain kat situ jadi betina, pastu ada 
sebuah Harley  Davidson 1300cc warna hitam... 

Permintaan 2 badak : Saya mau semua badak sumbu  kat negeri pahang ni betina 
kecuali saya.. hehe 

Permintaan 2 monyet : Saya mau jaket kulit  hitam dengan helmet  Shoei 

Jin tu kelip mata lagi,  bling... semua badak di pahang dah jadi betina, dan 
monyet tu pun  dapat barang2 mat motornya tu.. 

Lepas tu jin tu kata "Ini permintaan terakhir  kamu, pikirlah dengan baik2" 

Badak tu pikir sejenak lepas tu kata " Saya  mau semua badak sumbu kat Malaysia 
ni betina yang cun  melencun ghilerrr... kecuali saya". 

Jin tu pun kelipkan mata and then bling...  maka tinggallah badak tu satu2nya 
badak jantan satu Malayanihh.. 

"Hah monyet, awak nak apa pulak.. kasut boot kulit  ke?" tanya jin. 

Monyet tu memakai  helmetnya, naik atas motor Harleynya, start enjin, kemudian 
melihat  pada badak yang tersengih lebarr tu, "Saya mau badak tu jadi  GAY" 

Jin tu pun kelipkan mata,  bling.... 

Maka meraunglah badak  sumbu tu. sepuas2nya.. "Mana aku nak cari badak jantan 
ni nyah... ish..  tak kuaassa nyah"" 

Moral: Jangan kawan dengan  monyet 

 
========================= Pengajaran =========================
 
Hmmm....Tak taula.....
 
----- Original Message ----- 
From: [EMAIL PROTECTED]

 
SINDILI MAU INGAT  !!!! ......
 
Ketam Melayu & Ketam Cina
 
Tak lama dulu ada seorang melayu yang ingin makan lauk ketam.
 
Pada pagi tu dia pergilah ke pasar borong dan berjalan ke satu kedai milik cina 
yang menjual ketam.
 
Melayu: Apek! Itu ketam ada jual ka?
 
Cina: Ada...ada...lu mau ketam cina ka ketam melayu?
 
Melayu: Aik! Ketam pun ada melayu dengan cina ka apek? Cuba lu tunjuk mana 
ketam melayu, mana ketam cina?
 
Cina: Itu sana dalam bekas ada tutup...ketam cina.......sana dalam bekas tak 
ada tutup...ketam melayu la....
 
Melayu: Apa pasal ketam cina apek kasi tutup..ketam melayu apek tak kasi tutup?
 
Cina: Itu ketam cina kalau satu ekor keluar...yang lain akan tengok dan kasi 
belajar macam mana boleh keluar dari bekas. Nanti lama lama semua ketam pandai 
macam mana mau
keluar dari bekas. Jadi semua keluar la.
 
Melayu: Ketam melayu tak itu macam ka?
 
Cina: Ketam melayu, kalau satu ekor keluar yang lain kasi tarik itu kaki ketam 
tadi...jangan kasi keluar. Dia mau dia sekor saja keluar...yang lain biar dalam 
bekas. Kalau dia sudah keluar, dia terus lari, tak mau ajar yang lain macam 
mana mau keluar.
 
Begitulah cerita ketam melayu dengan ketam cina.
 
Hakikatnya, jika orang cina berniaga....cina lain tak kacau...dia tengok aje 
dan belajar macam mana boleh berjaya. Cina dah berjaya tu pulak, akan ajar cina 
lain agar berjaya jugak.
 
Kalau orang melayu, bila satu melayu nak berjaya, melayu lain akan guna apa 
saja upaya melayu tu jatuh balik. Macam ketam melayu, bila sekor ketam dah 
berjaya nak naik, ketam lain tarik kaki dia, dia mahu dia sorang aje boleh 
berjaya. Orang lain jangan.
 
Itulah hakikatnya drpd dulu sampai sekarang... tak ubah2.
 
Semoga kebanyakan kita akan berubah untuk memajukan bangsa sendiri.
 
Selagi ade perasaan hasad dengki tu selagi tu Melayu tak boleh maju dan 
membangun dan selagi itu jugak Melayu akan ditindas oleh bangsa asing tapi 
jangan salahkan mereka tapi salahkanlah diri sendiri dan cuba memperbaiki 
semula apa yg tak betul.
 
 
========================= Pengajaran =========================
 
Hmmm....Mungkin bangsa lain pun sama, tapi kat Malaysia ni, yang ketaranya, 
Melayulah.....Hatta, di sekolah agama pun, boleh berbunuh bunuhan akibat 
ragging....
 

Sifat Iri dan Dengki  
Sulthanul Awliya Maulana Shaykh Nazim Adil al-Haqqani  
www.mevlanasufi.blogspot.com  
 
Bismillah hirRohman nirRohim  
    
Orang - orang yang iri terbakar dalam kehidupan ini dengan api Neraka. Jika ada 
sedikit sifat iri, akan ada api yang kecil. Bila ada banyak sifat iri, ada api 
yang besar pula. Bagi kedua hal di atas, tak akan ada ketenangan siang dan 
malam.  
 
Islam berjuang melawan lautan sifat iri. Sifat ini tidak bisa diterima walaupun 
dalam jumlah yang paling kecil! Allah yang Maha Kuasa memerintahkan kita untuk 
mencari perlindunganNya dari sifat iri, untuk mengeringkan lautan tersebut agar 
semua sifat buruk di dalamnya akan mati. Ketika lautan itu kering seluruhnya, 
maka Cahaya Iman akan datang ke dalam hatimu.  
 
Syeh Muqtadee berkata, "Rasa iri adalah ketika kamu meminta hal - hal yang baik 
hilang dari orang lain," Contohnya, ketika seseorang mendapatkan mobil baru, 
Orang yang iri tersebut akan berharap si pemiliknya merusak mobil itu atau 
menabraknya ke sebuah jembatan. Bila kecelakaan itu terjadi, orang yang iri 
tadi akan senang.  
 
Di zaman nabi Musa (as) hiduplah seorang laki-laki yang sangat miskin. Suatu 
hari ia meminta Musa (as) untuk berdoa dan memohon kepada Tuhannya untuk 
mengirimkan pria miskin itu seekor sapi. Allah yang Maha Kuasa menjawab, "Wahai 
Musa, sampaikan pada orang itu agar berdoa untuk tetangganya, dan Aku akan 
berikan dua ekor sapi, satu untuk masing-masing dari mereka!" Kemudian, Musa 
(as) kembali ke orang miskin tadi dan menyampaikan apa yang telah Allah 
katakan. "Bila tetanggaku mendapatkan seekor sapi," jawab si laki-laki pemarah 
tersebut, "maka untuk apa aku menginginkannya! "  
 
Cerita di atas memperlihatkan kita sifat dasar iri. Bahwa manusia menginginkan 
hal yang baik untuk dirinya sendiri. Bukan saja ia tidak peduli dengan 
kebutuhan tetangganya, tapi juga ia menggunakan segala cara guna mencegah 
kesenangan orang lain.  
 
Langkah pertama menuju iman adalah meminta atas nama setiap orang apa yang kamu 
minta untuk dirimu sendiri. Tak ada dengki di Surga. Dengki merupakan buah dari 
pohonnya sifat iri. Di mana pohon ini tidak hidup, dengki tak bisa tumbuh, dan 
karenanya, tak ada sifat buruk.  
 
Wa min Allah at Tawfiq  
 




       
---------------------------------
The fish are biting.
 Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.

Kirim email ke