Wirid Rabithah Apa Bisa Menyatukan Dua Hati yang Bermusuhan?

Pak ustad langsung aja ya?

Saya mau nanya wirid rabithah itu apa? Apa benar bisa meluluhkan atau 
mendamaikan dua hati yang sedang tidak "enak"?
Bolehkah saya meminta untuk dituliskan lafalnya biar saya bisa mengamalkannnya? 
Karena saya sedang dimusuhi seseorang yang sekantor dengan saya. Saya cuma 
pengen semua bisa kembali seperti dulu yang damai.

Terima kasih sebelumnya

Arini
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Bila ada orang yang hasad atau dengki kepada Anda, silahkan anda baca doa yang 
diajarkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-Falaq. Di dalam 
ayat di surat itu, ada lafadz: wa min syarri haasidin idza haad (dari kejahatan 
orang yang hasud apabila dia menghasud).

Doa ini jauh lebih mengena dari pada wirid rabithah yang anda tanyakan itu. 
Karena merupakan doa yang Allah SWT ajarkan langsung kepada Rasulullah SAW 
untuk menangkal hasutan para pendengki.

Selain doa, tentu anda perlu juga melakukan klarifikasi, meminta maaf kalau ada 
salah dan silap, serta upayakan untuk berhusndzdzan kepada orang tersebut. 
Mungkin saja ada salah pengertian, atau juga ada informasi yang keliru. 
Tabayyun dan crosscheck adalah sarana yang insya Allah juga sangat efektif.

Wirid Rabithah

Sepanjang yang kami ketahui, wallahu a'lam, istilah wirid rabithah adalah 
lafadz doa yang digubah oleh Hasan Al-Banna. Entahlah kalau sebelumnya sudah 
ada wirid lain yang juga disebut dengan nama yang sama.

Wirid rabithah yang disusun oleh pendiri Jamaah Ikhwan di Mesir ini memang 
sering dibaca oleh para anggotanya, pada waktu pagi dan petang. Bahkan di dalam 
makalah-makalahnya (rasail), Al-Banna meminta kepada jamaahnya untuk melazimkan 
doa ini.

Kami menyarankan agar pada saat berdoa, kita menggunakan lafadz-lafadz dari 
Al-Quran. Ada begitu banyak doa yang bertebaran di dalamnya, tinggal kita pilih 
mana yang sekiranya paling tepat dengan kondisi yang sedang anda alami.

Setelah itu, silahkan membaca doa yang kita dapat dari hadits-hadits Rasulullah 
SAW yang shahih. Sebab doa itu merupakan ritual ibadah tersendiri. Maka selagi 
masih mungkin doa diambil dari Quran dan Sunnah, maka akan semakin baik.

Namun selepas lafadz doa yang kita iqtibas dari kedua sumber ajaran Islam itu, 
para ulama juga tidak melarang kita untuk menggubah doa versi kita sendiri. 
Karena memang tidak ada larangan, selama lafadz doa itu memang benar, tidak 
bertentangan dengan aqidah dan syariah.

Salah satunya
Lafadz doa itu adalah:
اللهم إنك تعلم ان هذه القلوب قد اجتمعت على محبتك ولتقت على طاعتك وتوحدت على 
دعوتك وتعاهدت على نصرة شريعتك فوثق اللهم رابطتها وادم ودها وهدها سبلها واملاها 
بنورك الذي لا يخبو واشرح صدورها بفيض الايمان بك وجميل التوكل عليك دواحيها 
بمعرفتك وأمتها على الشهادة في سبيلك انك نعم المولى ونعم النصير
Ya Allah, sungguh Engkau tahu bahwa hati-hati ini telah berkumpul dalam 
kecintaan kepada-Mu, telah bertemu dalam ketaatan kepada-Mu, telah bersatu 
dalam dakwah-Mu, telah berjanji untuk membela syariat-Mu. Maka eratkanlah Ya 
Allah, rabithahnya (ikatannya), abadikan kecintaannya, tunjukilah 
jalan-jalannya, isilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tak pernah padam, 
luaskanlah dada-dadanya dengan luapan iman kepada-Mu, keindahan tawakkal 
kepada-Mu, hidupkan dengan ma'rifat-Mu, matikanlah dalam syahadat di jalan-Mu. 
Sungguh Engkau sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

Secara sastra, lantunan lafadz doa ini sungguh sangat indah. Apalagi bila 
diniatkan untuk menyatukan hati umat Islam, yang saat ini sedang dilanda demam 
keteratakan hati.

Mengingat begitu banyak friksi yang timbul, begitu menghujam hujatan satu dan 
lainnya, dan seringnya su'udhzdzan menguasai hati-hati kita. Hari-hari umat 
Islam tidak sepi dari perang kata-kata di media, baku caci di internet, lempar 
tuduhan, menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan, menyalip di tikungan.

Lepas dari perbedaan pandangan sebagian kalangan terhadap eksistensi jamaah 
ikhwan dan fikrah-fikrahnya, namun harus diakui lafadz doa gubahan Al-Banna ini 
sangat indah. Barangkali suasana di masa beliau hidup ketika menuliskan 
bait-bait indah ini juga sama, ada begitu banyak perbedaan, persinggungan, dan 
fitnah internal dan serba ketidak-jelasan.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Ahmad Sarwat, Lc

www.eramuslim.com


      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail.yahoo.com

Kirim email ke