Kiblat Musholla Menyimpang 15 Derajat
Semoga Ustadz senantiasa diberikan petunjuk jalan yang lurus oleh Allah SWT.
Mohon penjelasan mengenai hukum sholat mengahadap qiblat yang salah.
1. Sebagai pengurus DKM bagaimanakah hukumnya apabila mengetahui
arah qiblat masjid-nya melenceng jauh (15 derajat) tapi dibiarkan saja.
2. Bagaimana sikap kita pada saat berjamaah pada masjid di atas,
apakah tetap mengikuti shaf masjid tersebut atau mengikut keyakinan
kita (yg pada saat sholat kebetulan membawa sajadah yang ada kompasnya)
Jazakallah khoiron katsiro
Tri Heru Sulistianto
[EMAIL PROTECTED]
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Kami menyarankan agar masalah kiblat ini jangan dibiarkan atau
didiamkan saja.Sebagai DKM, tugas utamanya tentu saja agar kenyamanan
ibadah berjalan dengan baik. Namun kalau urusannya arah kiblat, ini
sudah bukan urusan nyaman atau tidak nyaman, tapi urusan sah atau tidak
sah. Jadi harus sangat diprioritaskan..
Segera saja panggil petugas yang ahli di bidang pengukuran arah
kiblat dan lakukan pembenaran arah itu secepatnya. Tentu dengan
bermusyawarah dengan semua pihak yang terkait.
Kalau anda bukan bagian dari DKM, tetap saja tidak ada salahnya bila
anda sampaikan masalah ini kepada pengurus masjid secara baik-baik.
Agar jangan sampai kesalahan yang ada terus menerus terjadi.
Namun saran kami, masalah seperti ini agak sedikit peka. Anda harus
sangat ekstra hati-hati ketika menyampaikan hal ini kepada pengurus
masjid. Mungkin tidak ada salahnya anda undang ahlinya dalam masalah
ini. Sebab nantinya semua akan dibuktikan lewat pengukuran secara
ilmiyah.
Beberapa masjid di Jakarta yang kami tahu telah mengubah arah
kiblatnya menjadi benar, karena mereka tahu bahwa ternyata arahnya
salah. Kalau tidak mampu mengubah bangunannya, setidaknya sajadah atau
karpetnya yang diarahkan sesuai dengan arah kiblat yang benar.
Ukur Sendiri Pakai Google Earth
Kalau mau jadi 'tukang ukur gadungan', bisa saja anda manfaatkan
internet. Yah, minimal sekedar untuk panduan awal saja. Tentu tetap
harus diukur oleh orang yang profesional.
Caranya begini: anda gunakan google earth. Kalau belum ada, silahkan
download saja dulu di earth.google.com. Tenang saja, google earth itu
gratis.
Pertama yang harus anda lakukan adalah mencari masjid anda dari atas
'langit', tentu cari dulu kota di mana anda tinggal. Dalam hal ini anda
dituntut harus 'melek' peta kota anda.
Setelah ketemu, yang perlu anda lakukan adalah menancapkan penanda di masjid
itu. Nama tombolnya Add PlaceMark. Jangan lupa beri nama masjid itu, misalnya
'masjidku'. Maka nanti akan tercatat di sebelah kiri halaman.
Langkah selanjutnya, anda cari kota Makkah. Kali ini lebih mudah,
karena di menu sebelah kiri bagian atas sudah ada form untuk melakukan
pencarian. Tuliskan kata 'Makkah' dan klik. Maka software itu
akan memutar bola bumi langsung ke arah kota Makkah di Saudi Arabia.
Carilah masjid Al-Haram dari 'langit'. Mudah saja kok, karena gedungnya
cukup besar dan menarik perhatian.
Sekali lagi tandai masjid itu dengan Add ReplaceMark dan namai masjid Al-Haram.
Nama itu seharusnya muncul di menu sebelah kiri di bawah menu 'masjidku' yang
sudah anda buat tadi.
Sekarang carilah menu 'ruler' di bagian atas
halaman, anda bisa pilih skala besarannya dengan kilometer. Klik menu
itu lalu geser mouse tepat di atas masjid Al-Haram, klik dua kali di
situ sehingga meninggalkan sebuah titik berwarna hijau. Geser mouse ke
menu sebelah kiri dan klik dua kali ke menu masjidku. Maka software itu
akan kembali membalik bumi ke arah masjid anda dengan membawa juga garis
lurus berwarna kuning.
Terakhir,
klik dua kali tepat di atas masjidku dan saat itu juga anda bisa lihat
apakah masjid itu menghadap lurus ke Ka'bah atau tidak. Bahkan anda juga
bisa tahu berapa jarak tepatnya antara masjid itu dengan masjid
Al-Haram. Bahkan dalam ukuran meter dan centimeter.
Ini adalah contoh hasil pengukuran arah dan jarak dari masjid di
depan rumah kami ke masjid Al-Haram di Makkah. Garis kuning itu
menunjukkan arah masjid sudah benar dan ternyata jaraknya 7.912, 49 km
sampai tepat di atas kubahnya.
Tertarik? Mengapa tidak dicoba sekarang?
Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
www.eramuslim.com
__________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail.yahoo.com