Gempar sekarang UFO dilihat terapung di Sabah. UFO tak semestinya makhluk asing 
punya. UFO atau Drones atau Pesawat Tanpa Juruterbang telah lama digunakan 
untuk tujuan perisikan , pengeboman , sabotaj elektronik dan sebagainya. Dan 
warna-warna biru, hijau dan sebagainya digunakan untuk membuatkan UFO tadi 
tidak dapat dilihat oleh mata atau halimunan. Penggunaan warna ini telah diuji 
pada jet F 15 yang ghaib selepas berlepas.

Adakah UFO ini yang telah melakukan sabotaj ke atas kapal selam Malaysia ? 

Pesawat Sukhoi 30 Tentera Udara Indonesia pernah menghadapi di Alarm Missile 
Lock ketika latihan penerbangan yang masih menjadi misteri 
http://alutsista.blogspot.com/2009/02/tni-masih-selidiki-insiden-sukhoi.html 

Soal keselamatan negara bukan soal main-main. Rakyat berhak mengetahui tahap 
keselamatan negara, bukan rahsia keselamatan negara. Rakyat Indonesia bebas 
mengetahui tahap keselamatan negara seperti pada blog berikut 
http://alutsista.blogspot.com 
 
Contoh gambar Drones pada pautan berikut 
http://amkns.blogspot.com/2010/07/adakah-ufo-rosakkan-kapal-selam.html 

************************* 
Gempar Lihat UFO Terapung di Sabah 
Tuesday, July 20, 2010
 
KOTA KINABALU: “Ketika berada dalam dewan, tiba-tiba seorang wanita menjerit 
melihat suatu objek mirip piring terbang di langit berhampiran pusat peranginan 
itu.
“Lalu kami keluar untuk mengesahkan dakwaannya dan apa yang saya lihat ia 
memang satu objek berbentuk bulat dan berwarna biru sedang terapung, tetapi 
selepas beberapa saat kemudian ia bertukar menjadi warna hijau,” kata seorang 
tetamu Tuaran Beach Resort, Jemas Dungil, 27.

Suasana di pusat peranginan ketika itu gempar apabila satu objek asing 
seakan-akan piring terbang (UFO) muncul di ruang udara berhampiran pantai 
peranginan Tuaran di sini, petang kelmarin.

Kemunculan objek berkenaan disaksikan beberapa kakitangan dan tetamu pusat 
peranginan itu yang kebetulan berada di kawasan terbabit.

Mereka mendakwa objek mengeluarkan cahaya biru dan hijau itu terapung di ruang 
udara selama seminit sebelum hilang dalam sekelip mata.

Malah, ada di kalangan mereka sempat merakamkan gambar piring terbang itu 
menggunakan telefon bimbit masing-masing tetapi apa yang menghairankan, ada 
telefon bimbit berkenaan tiba-tiba ‘mati’ dengan semena-mena sebaik merakam 
gambar objek berkenaan.

Jemas berkata, dia ternampak satu objek terapung yang besar dan tidak bergerak 
ketika menghadiri majlis jamuan makan seorang rakannya di pusat peranginan itu.

Menurutnya, dia sempat merakamkan objek misteri itu menggunakan kamera telefon 
bimbitnya, malah beberapa pengunjung pusat peranginan itu turut melakukannya.

“Saya tidak percaya UFO, tapi apa yang saya lihat itu benar-benar luar biasa 
kerana ia berlaku di depan mata.

“Apa yang pelik, telefon bimbit milik beberapa pengunjung yang merakam 
kemunculan objek itu tiba-tiba ‘mati’. Namun, saya bernasib baik kerana dapat 
merakamkan imej objek itu,” katanya.

Sementara itu, seorang lagi saksi, Donny Benedict, 29, berkata, dia tidak 
percaya dengan kewujudan UFO, namun pandangannya berubah sebaik menyaksikan 
kejadian itu.

“Saya hanya sempat melihat objek berkenaan terapung selama 20 saat sebelum ia 
hilang begitu sahaja. Apa yang peliknya, ia tidak mengeluarkan sebarang bunyi 
seperti dihasilkan pesawat udara.

“Ini pengalaman pertama saya melihat UFO, namun mengecewakan gambar diambil 
menggunakan telefon bimbit hilang,” katanya.

Kemunculan UFO di negara ini dikesan bermula pada tahun 1950-an apabila seorang 
lelaki melihat satu piring terbang di Petaling Jaya. Sejak itu, beberapa objek 
menyerupai piring terbang didakwa dilihat rakyat negara ini.

Kali terakhir UFO muncul di negara ini pada 1999 di Tanjung Sepat, Kuala Langat.

- HARIAN METRO

http://www.bharian.co.cc/gempar-lihat-ufo-terapung-di-sabah/ 

U.S. Uses Drones to Probe Iran For Arms
Washington Post 
Sunday, February 13, 2005 

The Bush administration has been flying surveillance drones over Iran for 
nearly a year to seek evidence of nuclear weapons programs and detect 
weaknesses in air defenses, according to three U.S. officials with detailed 
knowledge of the secret effort. 

The small, pilotless planes, penetrating Iranian airspace from U.S. military 
facilities in Iraq, use radar, video, still photography and air filters 
designed to pick up traces of nuclear activity to gather information that is 
not accessible by satellites, the officials said. The aerial espionage is 
standard in military preparations for an eventual air attack and is also 
employed as a tool for intimidation. 

In late December, Iranians living along the Caspian Sea and on the Iraq border 
began reporting sightings of red flashes in the sky, streaks of green and blue, 
and low, racing lights that disappeared moments after being spotted. The 
Iranian space agency was called in to investigate, astronomy experts were 
consulted, and an agreement was quickly signed with Russian officials eager to 
learn more about the phenomena.

http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/articles/A19820-2005Feb12.html 

Cloak of Light Makes Drone Invisible?
By David Hambling  May 9, 2008  

Counter-illumination — lighting up an aircraft’s leading edges — is a 
decades-old technique for making planes harder to see. But researchers have 
come up with a new, "spectacular" twist on this method for "visual signature 
suppression." 

The idea reappeared in the 90’s with tests of an F-15 fitted with fluorescent 
panels. According to one report, “the fighter virtually disappeared as it 
lifted off the runway.” 

http://www.wired.com/dangerroom/2008/05/invisible-drone/ 

UFOs over Iran could be U.S. operations, extraterrestrial visitors or both

"Witnesses also said that the UFO has been as big as a ball, with a yellow ray 
and a bright reddish color in the center. They also stated that the object has 
been flying at a very low altitude," FNA said.

FNA also covered that story and reported, "Last Wednesday, a UFO crashed in 
Barrez Mounts in the central province of Kerman. Deputy Governor General of 
Kerman Province Abulghassem Nasrollahi told FNA that the crash, which was 
followed by an explosion and a thick spiral of smoke, has caused no casualties 
or damage to properties."

Nasrollahi told FNA, "People in the city of Rafsanjan also reported to have 
witnessed a similar incident several days ago. Similar crash incidents have 
been witnessed frequently during the last year all across Iran, and officials 
believe that the objects could be spy planes or a hi-tech espionage device."

http://www.americanchronicle.com/articles/view/20151 

Wed Mar 26, 2008 

MIAMI (Reuters) - Miami police could soon be the first in the United States to 
use cutting-edge, spy-in-the-sky technology to beef up their fight against 
crime.

A small pilotless drone manufactured by Honeywell International, capable of 
hovering and "staring" using electro-optic or infrared sensors, is expected to 
make its debut soon in the skies over the Florida Everglades.

http://www.reuters.com/article/idUSN1929797920080326?feedType=RSS&feedName=domesticNews&rpc=22&sp=true
 

JAKARTA - Mabes TNI hingga kini masih menyelidiki identitas pesawat atau pihak 
yang mengunci "misil" dua pesawat tempur jet Sukhoi SU-30 TNI Angkatan Udara 
(AU) saat menjalankan latihan rutin, Jumat (20/2).

"Kini insiden itu masih diselidiki pihak Komando Operasi Angkatan Udara 
(Koopsau) II, yang jelas kita tidak main-main dengan insiden itu," kata Kepala 
Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen ketika dikonfirmasi ANTARA 
News di Jakarta.

Karenanya, pihaknya belum bisa memastikan apakah pesawat Sukhoi SU-30MK2 milik 
TNI AU benar-benar dikunci misil pihak tidak dikenal ketika berlatih intersepsi 
udara di wilayah udara pesisir selatan Sulawesi Selatan.

Sagom menambahkan, hingga kini pihaknya tidak menerima permintaan izin melintas 
dari pesawat ataupun kapal asing yang ingin melintasi wilayah udara dan 
perairan Indonesia.

Sebelumnya, "Alarm missile lock" kedua pesawat berbunyi secara tiba-tiba, 
tetapi kedua pesawat canggih yang dibeli dari Rusia itu tidak bisa mengenali 
siapa pihak yang mengunci mereka dengan tembakan misil.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama Ida Bagus Putu Dunia, ketika 
dihubungi menjelaskan, di masing-masing pesawat yang sedang berlatih itu 
terdapat instruktur terbang dari Rusia yang sedang melatih dua penerbang tempur 
TNI AU.

Kedua instruktur itulah yang menyatakan alarm berbunyi karena pesawat di-"lock 
missile". "Saya menerima laporannya sekitar pukul 09.00 WITA," kata Putu.

http://alutsista.blogspot.com/2009/02/tni-masih-selidiki-insiden-sukhoi.html 



      


------------------------------------

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

JIMedia: Memurnikan Tanggapan Umum Melalui Penyebaran Ilmu dan Maklumat

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nota: Kandungan mel ini tidak menggambarkan pendirian rasmi Pertubuhan
Jamaah Islah Malaysia (JIM) melainkan yang dinyatakan sedemikian.

Sila ke "JIM E-Bazaar" untuk membeli belah, membayar yuran program dan 
menyumbang untuk dakwah, di http://www.jim.org.my/e-bazaar/

Untuk melanggan Islah-Net, hantar e-mail ke [email protected]
Untuk menghentikan langganan, hantar e-mail ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/islah-net/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/islah-net/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke