Apakah hukum orang Islam menghadiahkan kitab suci Al Quran kepada orang kafir 
lebih-lebih lagi wanita kafir yang mungkin dalam haid yang memakai pakaian 
menjolok mata dan tidak bertudung ? Bukankah ini menghina kesucian Islam dan Al 
Quran ? Pemimpin Libya telah menghadiahkan Al Quran kepada model-model jelita 
Itali dalam satu majlis, ada diantara mereka yang memeluk Islam selepas itu. 

Penyanyi pop Cat Steven juga terbuka hari memeluk agama Islam setelah mentelaah 
terjemahan Al Quran yang dihadiahkan kepadanya.

Kita di Malaysia kurang mendampingi saudara se Islam , apatah lagi saudara 
sebapa Nabi Adam yang berbangsa Cina dan India. Sebarkanlah kasih sayang sesama 
kita. Selamatkan kita dan mereka yang berada di sekeliling kita dari api dunia 
dan api akhirat.

Gambar model jelita Itali tidak bertudung dan berpakaian menjolok mata memegang 
Al Quran di 
http://amkns.blogspot.com/2010/09/hukum-hadiah-quran-kepada-wanita-kafir.html 

Muammar Gaddafi berdakwah di Itali
Berita Harian 31 Ogos 2010  

SEORANG wanita memegang al-Quran selepas pertemuan dengan Gaddafi. 3 wanita 
peluk Islam selepas dengar tazkirah 

ROME: Pemimpin Libya, Muammar Gaddafi memberi penjelasan mengenai agama Islam 
dan memberi salinan al-Quran kepada beberapa ratus wanita muda Itali ketika 
beliau tiba di sini untuk kunjungan keempat dalam tempoh setahun. 

Ia adalah kali kedua pemimpin Libya itu yang berkunjung bersama pengawal 
peribadi wanita dan menganggap dirinya pejuang wanita, melancarkan acara 
seperti itu untuk wanita Itali, yang direkrut oleh sebuah agensi model dan 
dibayar sejumlah wang untuk menghadirinya. Michela, yang meminta nama 
keluarganya tidak disiarkan memberitahu berita televisyen Associated Press 
bahawa tiga peserta kemudian memeluk Islam, kelmarin. 

“Beliau mudah mesra dan memberi kami senaskhah al-Quran. Tiga gadis menukar 
agama Islam ketika acara itu. Ia adalah satu acara indah,” katanya. 

Peserta lain, walaupun memperkenal diri mereka sebagai penganut Roman Katolik 
di negara yang secara meluas beragama Kristian Katolik itu berkata Gaddafi 
menggesa yang lain menukar agama dan menolak agama Kristian sebagai tidak 
penting. 

Antara 200 dan 500 wanita muda hadir, tiba bersama 10 bas di kediaman duta 
Libya ketika pesawat Gaddafi mendarat di lapangan terbang Ciampino di sini pada 
permulaan lawatan dua hari. 

Lawatan itu, di tengah hubungan perniagaan pulih antara Libya dan bekas 
pemerintah jajahannya, turut menandakan ulang tahun kedua perjanjian 
persahabatan di mana Itali bersetuju membayar Libya AS$5 bilion (RM15.71 
bilion) sebagai pampasan untuk penjajahan 30 tahunnya yang berakhir pada 1943. 

Apabila Gaddafi berada di Itali pada November lalu untuk satu sidang kemuncak 
makanan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu, beliau melayan 200 wanita muda Itali 
yang direkrut dan dibayar 50 euro (RM235.68) oleh agensi model yang sama untuk 
menghadirinya. 

Kemudian, beliau juga memberi ceramah mengenai Islam dan menyerahkan naskhah 
al-Quran. 

Kali ini, wanita terbabit tidak menyatakan upah mereka, hanya memberitahu 
mereka menerima bayaran kecil. 

Ketika lawatan pertamanya ke Itali pada Jun 2009, Gaddafi menjemput 700 ahli 
perniagaan terkenal Itali dan ahli politik wanita untuk mendengar ceramah 
apabila beliau mengkritik layanan Islam ke atas wanita, namun mencadangkan 
saudara mara lelaki berhak membuat keputusan membenarkan wanita memandu. 

Sebagai sebahagian sambutan ulang tahun perjanjian persahabatan itu, kira-kira 
30 kuda Libya tiba di sini untuk mengambil bahagian dalam satu demonstrasi 
bersama dengan pasukan berkuda Itali semalam. 

Gaddafi membuat kunjungan pertama ke Itali Jun lalu, mendakwa wujud era baru 
hubungan selepas perjanjian persahabatan itu. Namun, kunjungan pertamanya turut 
disambut dengan demonstrasi menunjukkan bahawa luka penjajahan belum sembuh. 

Beliau tiba memakai gambar hitam putih dipinkan pada seragam tenteranya 
menunjukkan hero Libya yang terkorban akibat penjajahan Itali. 

Gaddafi tidak memakai gambar terbabit ketika tiba dan beliau disambut Menteri 
Luar Itali, Franco Frattini. – AP

http://www.bharian.com.my/bharian/articles/MuammarGaddafiberdakwahdiItali/Article/index_html
 

Cat Steven, Masuk Islam Saat Berada di Puncak Ketenaran
Minggu, 26/04/2009 

Popularitas dan kekayaan tidak menjamin seseorang hidup bahagia. Cat Steven, 
bintang pop era tahun '70-an, yang kemudian dikenal dengan nama Yusuf Islam, 
justeru merasakan kegelisahan hidupnya ketika sedang berada di puncak 
popularitas dimana ia hidup bergelimang harta. Kegelisahan yang mendorongnya 
untuk menyusuri jalan panjang mencari Tuhan hingga ia menemukan cahaya Islam 
dan akhirnya menjadi juru dakwah lewat kegiatan musiknya dan aktif dalam 
kegiatan-kegiatan sosial.

Bintang Pop

Sejak kecil Yusuf Islam sudah akrab dengan panggung-panggung hiburan karena 
bisnis keluarganya bergerak dalam bidang itu. Ia terbiasa hidup dalam kemewahan 
kalangan sosial kelas tinggi di Inggris. Sebagai penganut ajaran Kristen, 
keluarganya mengajarkan Yusuf bahwa Tuhan itu ada, tapi manusia tidak bisa 
melakukan kontak langsung dengan Tuhan. Umat Kristiani meyakini Yesus sebagai 
perantara antara manusia dengan Tuhan.

"Saya menerima ajaran itu, tapi saya tidak menelannya mentah-mentah," kata 
Yusuf.

"Saya melihat patung-patung Yesus, mereka cuma benda mati tanpa nyawa. Saya 
tambah bingung ketika mereka bilang Tuhan ada tiga. Tapi saya tidak mendebat 
pernyataan itu. Saya menerimanya, karena saya harus menghormati keyakinan 
orang-orang tua saya," sambungnya.

Beranjak dewasa, Yusuf mulai menggeluti musik dan ia mulai melupakan 
kebingungannya terhadap ajaran agamanya karena ia sendiri mulai jauh dari 
kekristenan. Impiannya saat itu hanyalah menjadi bintang musik pop. Apa yang ia 
lihat dan ia baca di media massa sangat mempengaruhi pemikirannya untuk menjadi 
seorang bintang. Yusuf punya paman yang punya mobil mewah dan mahal. Ketika itu 
Yusuf berpikir, pamannya punya mobil mewah karena punya banyak uang.

"Banyak orang di sekeliling saya memberi pengaruh pada pemikiran saya bahwa 
uang dan dunia adalah Tuhan mereka. Sehingga saya memutuskan untuk bahwa itulah 
hidup saya. Banyak uang, hidup enak," tutur Yusuf.

Meski demikian, Yusuf mengaku saat itu masih ada sisi kemanusiaan jauh di dalam 
hatinya, keinginan untuk membantu sesama manusia jika ia jadi orang kaya kelak.

Yusuf pun membangun karirnya sebagai musisi dan penyanyi. Dalam usia yang masih 
remaja, Yusuf sudah mengenyam kesuksesan dan keinginannya menjadi seorang 
'bintang besar' tercapai. Nama dan foto-fotonya muncul di hampir seluruh media 
massa. Yusuf pun merasakan kenikmatan dunia, tapi itu tak membuatnya jadi puas, 
ia ingin kehidupan yang lebih dan lebih dari apa yang ia miliki, sayangnya 
Yusuf terjerumus ke jalan yang salah. Ia memilih narkoba dan minuman keras 
untuk mencari kehidupan yang ia inginkan itu.

Mencari Kebenaran

Baru setahun Yusuf mengenyam kesuksesan dalam karir dan finansialnya. Yusuf 
terkena tubercolusis akibat gaya hidup dan kebiasaannya menenggak minuman keras 
dan narkoba. Ia sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. Saat itu Yusuf 
pun berpikir, 'mengapa saya di sini, tergelatak di tempat tidur?, 'apa yang 
terjadi pada saya? apakah saya cuma seonggok tubuh? apakah tujuan hidup saya 
semata-mata hanya untuk memuaskan tubuh ini?. Pertanyaan-pertanyaan itu 
mengganggu pikirannya dan ia mencoba mencari jawabannya.

Karena pada masa itu di kalangan masyarakat Barat sedang trend mempelajari 
hal-hal yang berbau mistis dari Timur, Yusuf pun ikut mempelajarinya. Ia mulai 
sadar tentang kematian. Ia mulai melakukan meditasi dan menjadi vegetarian. 
Tapi pertanyaan-pertanyaan bahwa dirinya bukan hanya seonggok tubuh manusia, 
tetap mengganggu pikirannya.

Sebagai bintang pop, namanya terus merangkak ke tangga popularitas. Kekayaan 
terus mengalir, tapi ketika itu Yusuf mulai mencari kebenaran. Ia pun belajar 
agama Budha, namun di satu sisi, Yusuf belum berani meninggalkan kehidupan 
glamournya, meninggalkan kenikmatan dunia dan hidup seperti layaknya pendeta 
Budha, mengisolasikan diri dari masyarakat.

Selanjutnya, Yusuf juga mempelajari Zen dan Ching, numerologi, kartu tarot dan 
astrologi, balik lagi mempelajari alkitab, tapi Yusuf tidak menemukan apa yang 
dicarinya, kebenaran yang hakiki. Sampai kemudian apa yang disebutnya mukjizat 
itu datang.

"Saudara lelaki saya baru saja kembali dari kunjungannya ke Yerusalem dan 
disana ia mengunjungi sebuah masjid. Saudara saya itu sangat terkesan melihat 
masjid yang ramai dikunjungi orang, seperti ada denyut kehidupan, tapi atmosfir 
ketenangan dan kedamaiannya tetap terasa. Berbeda rasanya ketika ia mengunjungi 
gereja dan sinagog yang sepi," kata Yusuf.

Ketika kembali ke London, saudara lelakinya itu memberikan al Quran pada Yusuf 
Islam. "Dia tidak masuk Islam, tapi ia merasakan sesuatu di agama ini (Islam) 
dan ia pikir saya juga akan merasakan hal yang sama. Saya menerima al Quran 
pemberian saudara saya itu dan membacanya. Saat itulah saya merasakan bahwa 
saya telah menemukan agama yang benar, agama yang tidak seperti pandangan 
masyarakat Barat selama ini bahwa agama hanya untuk orang-orang tua," tukas 
Yusuf.

Ia melanjutkan,"Di Barat, jika ada orang yang ingin memeluk satu agama dan 
menjadikannya sebagai cara hidunya, maka orang yang bersangkutan akan dianggap 
fanatik. Tapi setelah membaca al Quran saya yang awalnya bingung tentang tubuh 
dan jiwa, akhirnya menyadari bahwa keduanya adalah bagian yang tak terpisahkan, 
Anda tidak perlu pergi ke gunung untuk menjadi religius."

Saat itu, satu-satunya yang diinginkan Yusuf Islam adalah menjadi seorang 
Muslim. Dari al Quran ia tahu bahwa semua rasul dan nabi dikirim Allah swt 
untuk menyampaikan pesan yang sama. "Mengapa kemudian Yahudi dan Kristen 
berbeda? Kaum Yahudi tidak mau menerima Yesus sebagai Mesiah dan mereka 
mengubah perintah-perintah Tuhan. Sementara Kristen salah memahami 
perintah-perintah Tuhan dan menyebut Yesus sebagai anak Tuhan. Tapi dalam al 
Quran saya menemukan keindahan, al- Quran melarang menyembah matahari atau 
bulan tapi memerintahkan umat manusia untuk mempelajari dan merenungi semua 
ciptaan Allah swt ," papar Yusuf Islam.

"Ketika saya membaca al Quran lebih jauh lagi, al Quran bicara soal salat, 
sedekah dan perbuatan baik. Saya belum menjadi seorang Muslim saat itu, tapi 
saya merasa al Quran adalah jawaban buat saya dan Allah swt telah 
mengirimkannya pada saya," sambung Yusuf Islam.

Mengucap Dua Kalimat Syahadat

Yusuf Islam kemudian memutuskan untuk berkunjung ke Yerusalem. Di kota suci 
itu, ia datang ke masjid dan duduk di sana. "Seseorang bertanya, apa yang ia 
inginkan, saya menjawab bahwa saya seorang Muslim. Orang itu bertanya lagi, 
siapa nama saya. Saya jawab 'Steven'. Orang itu tampak bingung. Saya ikut salah 
berjamaah, meski salat saya tidak begitu sukses," kisah Yusuf menceritakan 
pengalamannya di sebuah masjid di Yerusalem.

Kembali ke London, Yusuf menemui seorang muslimah bernama Nafisa dan mengatakan 
bahwa ia ingin masuk Islam. Nafisa kemudian mengajak Yusuf ke Masjid New 
Regent. Ketika itu tahun 1977, satu satu setengah tahun sesudah ia membaca al 
Quran yang diberikan saudara lelakinya. Pada hari Jumat, setelah salat Jumat, 
Yusuf menemui imam masjid dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Ia pun menjadi 
seorang Muslim. Nama Cat Steven diganti menjadi Yusuf Islam.

"Saya pun akhirnya tahu bahwa saya bisa melakukan kontak langsung dengan Tuhan, 
tidak seperti dalam agama Hindu dan Kristen yang harus melalui perantara. Dalam 
Islam, semua penghalang itu tidak ada . Satu-satunya yang membedakan orang yang 
bertakwa dan tidak bertakwa adalah salatnya, salat adalah proses pemurnian 
diri," papar Yusuf Islam.

"Akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa apa yang saya lakukan saat ini adalah 
untuk Allah swt semata. Saya berharap Anda mendapatkan inspirasi dari 
pengalaman saya ini. Satu yang ingin saya katakan, saya tidak pernah sekalipun 
berinteraksi dengan seorang Muslim pun sebelum saya masuk Islam. Saya lebih 
dulu membaca al Quran dan menyadari bahwa tak seorang pun sempurna. Tapi Islam 
adalah agama yang sempurna dan jika kita mengikuti apa yang dicontohkan 
Rasulullah Muhammad saw, hidup kita akan selamat. Semoga Allah swt senantiasa 
membimbing umat Rasulullah Muhammad saw ke jalan yang lurus. amiin," kata Yusuf 
Islam menutup pembicaraan. (ln/ri)

http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/cat-steven-masuk-islam-saat-berada-di-puncak-ketenaran.htm
 



      


------------------------------------

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

JIMedia: Memurnikan Tanggapan Umum Melalui Penyebaran Ilmu dan Maklumat

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nota: Kandungan mel ini tidak menggambarkan pendirian rasmi Pertubuhan
Jamaah Islah Malaysia (JIM) melainkan yang dinyatakan sedemikian.

Sila ke "JIM E-Bazaar" untuk membeli belah, membayar yuran program dan 
menyumbang untuk dakwah, di http://www.jim.org.my/e-bazaar/

Untuk melanggan Islah-Net, hantar e-mail ke [email protected]
Untuk menghentikan langganan, hantar e-mail ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/islah-net/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/islah-net/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke