Insiden 7 April 2011 amat memalukan negara kita Malaysia, di mana 2 bot nelayan 
Malaysia di tarik oleh kapal pihak berkuasa Indonesia. Pihak berkuasa Malaysia 
cuba menyelamatkan nelayan tersebut dengan menghantar 4 helikopter TLDM dan 
APMM. Namun helikopter tersebut tidak dapat berbuat apa-apa kerana diacu pistol 
oleh pihak berkuasa Indonesia.

PUNCANYA ialah pemimpin Malaysia tidak mahu berunding dengan Indonesia sejak 
berpuluh tahun untuk menyelesaikan masalah sempadan laut kedua-dua negara di 
mana Indonesia menolak peta sempadan laut Malaysia tahun 1979, Indonesia 
menggunakan peta dari aturan Konvensi Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982. 

Adakah pemimpin Malaysia terlalu sibuk dengan Datuk T, Video Seks, Pilihanraya 
Sarawak hinggakan tiada masa untuk membela nasib nelayan kita?

Di Indonesia wakil rakyatnya yang menonton Video Lucah letak jawatan tanpa di 
paksa, tapi di Malaysia wakil rakyatnya menonton Video Lucah yang dihidangkan 
oleh bekas wakil rakyat dan bekas Ketua Menteri dianggap sebagai Hero.

Artikel Helikopter Tentera Malaysia hampir ditembak Tentera Indonesia di 
http://amkns.blogspot.com/2011/04/helikopter-tentera-malaysia-hampir.html 

KAPAL MALAYSIA TETAP DIPROSES 
13 April 2011, Jakarta (Kompas): Pemerintah Indonesia menerima surat protes 
yang dilayangkan Pemerintah Malaysia terkait penangkapan dua kapal ikan ilegal 
asal Malaysia. Akan tetapi, dua kapal ikan Malaysia itu diduga kuat masuk ke 
zona ekonomi eksklusif Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di Jakarta, Selasa (12/4), 
mengungkapkan, pemerintah menerima surat teguran keras dari Pemerintah Malaysia 
yang dilayangkan kepada Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia.

Seperti diberitakan, aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan 
Koordinasi Keamanan Laut menangkap kapal ikan ilegal asal Malaysia pada 7 April 
sekitar pukul 11.00 di wilayah pengelolaan perikanan perairan zona ekonomi 
eksklusif (ZEE) Indonesia di Selat Malaka. Kedua kapal itu masing-masing 
beranggotakan empat anak buah kapal berkewarganegaraan Thailand.

Menurut Fadel, Pemerintah Indonesia tetap mengacu pada dugaan pelanggaran yang 
dilakukan dua kapal ikan Malaysia. Dugaan pelanggaran itu, yakni tidak 
mempunyai surat izin usaha perikanan dan surat izin penangkapan ikan dari 
Pemerintah Indonesia serta menggunakan alat tangkap terlarang berupa pukat 
harimau.

”Saya sampaikan, pemerintah keberatan dengan cara mereka yang masuk ke wilayah 
perairan Indonesia berkali-kali. Tetapi, saya meminta persoalan dua negara ini 
diselesaikan baik-baik,” ujar Fadel.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Syahrin 
Abdurrahman menegaskan, kapal ikan Malaysia KF 5325 berbobot mati 75,8 ton 
dengan nakhoda Kla diduga kuat memasuki perairan ZEE Indonesia sejauh 3,8 mil 
laut (6,84 kilometer). Kapal kedua, yaitu KF 5195, berbobot mati 63,8 ton 
dengan nakhoda kapal Nhoi diduga kuat masuk sejauh 8 mil laut.

PENGAMAT HUKUM LAUT INTERNASIONAL, HASYIM DJALAL, MENGEMUKAKAN, BATAS PERAIRAN 
INDONESIA-MALAYSIA TERKAIT ZONA EKONOMI EKSKLUSIF SELAMA PULUHAN TAHUN MASIH 
MENJADI KENDALA. HAL ITU, ANTARA LAIN, DIPICU OLEH SULITNYA MALAYSIA UNTUK 
BERUNDING.

Sumber: KOMPAS
http://beritahankam.blogspot.com/2011/04/kapal-malaysia-tetap-diproses.html 



      


------------------------------------

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

JIMedia: Memurnikan Tanggapan Umum Melalui Penyebaran Ilmu dan Maklumat

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nota: Kandungan mel ini tidak menggambarkan pendirian rasmi Pertubuhan
Jamaah Islah Malaysia (JIM) melainkan yang dinyatakan sedemikian.

Sila ke "JIM E-Bazaar" untuk membeli belah, membayar yuran program dan 
menyumbang untuk dakwah, di http://www.jim.org.my/e-bazaar/

Untuk melanggan Islah-Net, hantar e-mail ke [email protected]
Untuk menghentikan langganan, hantar e-mail ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/islah-net/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/islah-net/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke