Ini satu laporan akhbar yang perlu diberi perhatian serius oleh semua pihak 
terutama Perdana Menteri Malaysia dan Panglima ATM dimana anggota TLDM dari KD 
Laksamana Tun Pusmah telah dikatakan menangkap dan menganiaya 5 nelayan 
Indonesia dan merampas 200 kg ikan hasil tangkapan ikan.
 
PUNCANYA ialah pemimpin Malaysia tidak mahu berunding dengan Indonesia sejak 
berpuluh tahun untuk menyelesaikan masalah sempadan laut kedua-dua negara. 
Ulasan isu sempadan laut ini di 
http://amkns.blogspot.com/2011/04/sikap-pemimpin-malaysia-punca-nelayan.html
 
Yang menjadi mangsa ialah para nelayan kedua-dua negara. Nelayan Malaysia 
sering ditangkap oleh penguatkuasa Indonesia, manakala nelayan Indonesia pula 
sering ditangkap oleh penguatkuasa Malaysia.
 
TENTARA LAUT MALAYSIA ANIAYA 5 NELAYAN INDONESIA
Senin, 26 September 2011 | 22:18 WIBA A A 
 
JAKARTA, TRIBUN - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhamad mengirim surat 
permintaan agar Menteri Luar Negeri Marti Natalegawa segera mengirim nota 
protes kepada pihak Malaysia. Hal itu terkait penganiayaan yang dilakukan 
Tentara Laut Diraja Malaysia terhadap lima nelayan Indonesia asal Belawan, 
Sumatera Utara. Peristiwa serupa berulang kali terjadi.
 
Kasus peanganiayaan terkahir menimpa Amri (nakhoda) dan empat orang nelayan, 
yakni Mustafa, Herman, Syahruddin dan Ari alias Bobot. Mereka dianiaya tentara 
laut Diraja Malaysia yang berada di atas KD LAKSAMANA TAN PUSMAH dengan nomor 
lambung 137, pada Jumat pekan lalu pukul 10.000 WIB. Lokasinya 50 mil dari 
garis pantai Belawan.
 
Menurut laporan yang diterima Kementerian Kelautan dan Perikananan, saat itu 
aparat tentara laut Diraja Malaysia menuduh kelima nelayan Indonesia telah 
menangkap ikan di wilayah Malaysia. Para nelayan indonesia tidak diberi 
kesempatan menjelaskan posisi kapal karena peralatan radio dan satelit kapal 
dirampas.
 
MEREKA KEMUDIAN DIANIAYA SECARA MEMBABIBUTA SELAMA SEKITAR 1,5 JAM. PARA 
NELAYAN INDONESIA ITU AKHIRNYA DILEPAS SETELAH APARAT MALAYSIA ITU MERAMPAS 
SEKITAR 200 KILOGRAM IKAN HASIL TANGKAPAN. Setelah itu, radio dan satelit kapal 
dikembalikan.
 
Dirjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengusut tuntas kasus itu 
dan berkoordinasi dengan instansi terkait.(kompas.com)
 
http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/89782/Tentara-Laut-Malaysia-Aniaya-5-Nelayan-Indonesia
 
EMPAT NELAYAN RI DITANGKAP TENTARA MALAYSIA
2 Oktober 2011
 
Medan (ANTARA News) - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kota Medan memprotes 
penangkapan empat orang nelayan tradisionalasal asal Kecamatan Medan Belawan 
oleh Tentara Laut Diraja Malaysia, Sabtu (1/10).
 
"Kami memprotes tindakan oknum Tentara Laut Diraja Malaysia, karena menangkap 
nelayan Belawan di perairan Indonesia," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh 
Indonesia (HNSI) Kota Medan Zulfahri Siagian kepada ANTARA di Medan, Minggu.
 
Berdasarkan data pada perangkat global positioning system atau GPS di perahu 
mereka, penangkapan terjadi pada koordinat 05.07.200 Lintang Utara dan 
99.03.180 Lintang Timur.
 
"DARI TITIK KOORDINAT TERSEBUT TERLIHAT JELAS BAHWA PERAHU NELAYAN ITU SAAT 
DITANGKAP OLEH PATROLI TENTARA LAUT DIRAJA MALAYSIA BERADA DI WILAYAH PERAIRAN 
INDONESIA," UJARNYA.
 
http://www.antaranews.com/berita/278035/empat-nelayan-ri-ditangkap-tentara-malaysia


------------------------------------

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

JIMedia: Memurnikan Tanggapan Umum Melalui Penyebaran Ilmu dan Maklumat

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nota: Kandungan mel ini tidak menggambarkan pendirian rasmi Pertubuhan
Jamaah Islah Malaysia (JIM) melainkan yang dinyatakan sedemikian.

Sila ke "JIM E-Bazaar" untuk membeli belah, membayar yuran program dan 
menyumbang untuk dakwah, di http://www.jim.org.my/e-bazaar/

Untuk melanggan Islah-Net, hantar e-mail ke [email protected]
Untuk menghentikan langganan, hantar e-mail ke 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/islah-net/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/islah-net/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke