Ulasan yg cukup menarik :)
Kalo boleh tau dapet sumber dari mana ya ?

On 5/3/05, d_nald <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Friendster, Pesona Baru Dunia Online
> 
> Nyaris tanpa promosi, tapi hanya dalam tempo setahun mampu membangun
> komunitas online yang sukses dan menarik sembilan juta anggota.
> Mimpi? Tidak. Friendster.com telah membuktikan, tanpa gegap gempita
> iklan, hanya mengandalkan jaringan anggotanya, mampu menjadi fenomena
> Internet tahun ini sehingga jadi incaran para pemodal kelas kakap.
> 
> Hebatnya, meski masih dalam versi beta, Friendster telah meraup dana
> US$ 13 juta atau sekitar Rp 130 miliar dari modal ventura dan pemain
> Internet kelas berat seperti mantan CEO Yahoo! Tim Koogle, mantan CEO
> Paypal Peter Thiel, serta mantan VP Amzon.com Ram Shriram.
> 
> Mengapa Friendster baru diperkenalkan tahun lalu dapat menjadi begitu
> fenomenal? Jawabannya sederhana: karena menawarkan arsitektur baru
> berkomunikasi yang tak mungkin dilakukan di dunia nyata. Ketika kita
> bertemu seorang teman, misalnya, kita hanya melihat sosok dia semata.
> Kita nyaris tak pernah membayangkan, bahkan tidak tahu, siapa saja
> teman sang teman kita. Mustahil pula kita memetakan siapa teman dari
> teman sang teman kita itu. Friendster mampu membuka tabir keterkaitan
> yang amat rumit di dunia nyata menjadi sederhana namun menarik di
> dunia maya.
> 
> Pengguna Friendster memahami betul betapa hal yang nyaris mustahil
> itu bisa terwujud di sana. Ketika pertama kali mendaftar menjadi
> anggota Friendster, Anda dipersilahkan membuat halaman web personal,
> dengan mengisi data-data pribadi dengan foto-foto diri. Selain nama,
> informasi yang dapat diisi adalah asal sekolah, tempat kerja, buku
> dan film favorit. Dengan mengisi info yang benar, Anda akan dengan
> mudah menemukan teman yang punya hobi sama, pernah kerja di tempat
> yang sama, atau dari sekolah yang sama. Saya misalnya, memasukkan
> Karl May sebagai pengarang idola, dengan amat mudah menemukan pecinta
> pengarang buku Winnetou itu. Betapa kagetnya saya ketika mendapatkan
> teman lama yang tak saya sangka sedikitpun sebagai pembaca setia
> serial petualangan Winnetou dan Old Shutterhand. Mudah ditebak, saya
> jadi punya teman diskusi petualangan dua sahabat itu di Amerika dan
> Balkan.
> 
> Tujuan Anda ikut Friendster juga wajib diisi, apakah mencari teman
> kencan, sekadar menolong orang lain, atau sekadar berteman (activity
> partner). Status juga perlu dinyatakan (sudah punya pasangan atau
> dalam pencarian pasangan). Informasi lain yang dapat diisi dalam data
> personal adalah "siapakah sesungguhnya Anda (menurut deskripsi Anda
> sendiri)" serta "ingin bertemu orang seperti apa". Dengan membaca dua
> kolom ini saja Anda langsung harus paham apakah Anda bisa menjadi
> teman seseorang atau tidak. Jika anda lelaki dan menemukan anggota
> Friendster perempuan dengan informasi "Cowo dilarang masuk, tak usah
> add sebagai teman, pasti tidak ditanggapi", dan di daftar temannya
> hanya berisi sesama kaum Hawa, Anda harus mahfum.
> 
> Mengundang orang lain dalam jaringan teman adalah fasilitas paling
> unik Friendster. Begitu orang yang Anda undang sebagai teman setuju,
> foto dan nama mereka akan tampil dalam halaman personal Anda.
> Hebatnya, Anda juga langsung terhubung pada teman-teman dari teman
> Anda tersebut. Begitu juga sebaliknya, teman baru Anda langsung
> terhubung ke teman-teman Anda. Danah Boyd, pengamat Friendster yang
> kini diakui sebagai guru "social network" oleh para programmer dan
> pemodal ventura dunia, mendeskripsikan Friendster secara
> tepat: "Friendster adalah sebuah wahana yang secara tegas menyatakan
> siapa saja teman anda, bagaimana profil mereka, dan mempersilahkan
> mereka untuk saling melihat melalui jalur Anda."
> 
> Bayangkan saja, Anda yang memiliki hanya 18 teman di Friendster, bisa
> terhubung ke jaringan teman dari 18 teman Anda, dan tanpa sadar Anda
> terhubung ke lebih dari 15 ribu orang dalam sebuah jaringan teman
> dalam sekejap. Itu pun masih dilengkapi dengan berbagai fitur menarik
> lainnya untuk berkomunikasi. Ada pesan personal yang hanya bisa
> dikirim oleh teman dalam jaringan. Ada bulletin board yang berisi
> pesan-pesan yang dapat dibaca oleh semua teman dalam jaringan. Ada
> pula fasilitas testimonial, di mana teman-teman Anda dapat mengisi
> kesan-kesan mengenai Anda. Friendster benar-benar merupakan perpaduan
> luar biasa antara email, bulletin board, personal web serta "jaringan
> sosial".
> 
> Pesona baru dunia maya inilah yang menyihir sebagian besar pengguna
> awal Friendster terhenyak di depan komputer, menghabiskan banyak
> waktu di dunia maya tersebut. Mereka keasyikan menelusuri jaringan
> teman, menemukan kejutan-kejutan baru dari teman-teman baru,
> mengundang teman-teman baru, memeriksa testimonial yang dikirim teman-
> teman lama, mengecek pesan baru, dan seterusnya. Tak mengherankan
> jika Friendster yang semula dirancang untuk ajang kencan online, kini
> berkembang jauh lebih luas dan hebat. Dalam sekejap anggotanya
> melesat menjadi 9 juta. Bukan hanya anak-anak muda yang tertarik
> menjadi anggotanya. Kalau kita search anggota yang usianya di atas
> 40, tidak sedikit nama yang muncul. Dengan fitur-fitur yang mudah
> digunakan pemakai internet pemula, Friendster memang tidak
> menghalangi siapapun antara usia 10 sampai 60 tahun untuk bergabung.
> 
> Ada seorang anggota yang mengatakan, "Friendster itu ibarat candu,
> sekali pakai ketagihan!" Komentar ini ditulis oleh pria berusia 34
> tahun, dan sudah punya satu anak. Ia mengaku membuka Friendster
> setiap hari untuk melihat adakah kawan lama (dan baru) yang
> menemukannya, dan apakah kawan-kawan yang ia ajak bergabung sudah
> menanggapi emailnya dan masuk dalam lingkarannya temannya. Satu lagi
> anggota Friendster bercerita kalau ia tercengang-cengang mengetahui
> kawannya yang tampak alim, pendiam dan sering berkhotbah, ternyata
> penggemar Linkin' Park. "Ini hanya bisa saya ketahui lewat
> Friendster," komentarnya sambil tertawa.
> 
> Tentu masih banyak kelemahan Friendster. Salah satunya adalah
> munculnya Fakester, istilah bagi mereka yang membuat profil palsu di
> Friendster dan membuat jaringan teman palsu. Kelemahan lain, siapa
> saja dapat membuat account di Friendster, sehingga ada account atas
> nama lembaga, termasuk Universitas Gadjah Mada dan Mailing List para
> pecinta marketing paling aktif di Indonesia, Marketing Club. Mana ada
> Universitas atau Mailing List punya teman?
> 
> Tapi kelemahan itu tidak mengurangi daya tarik Friendster. Bagi
> anggota, Friendster adalah wahana menarik. Bagi sang penemu, inilah
> wahana bisnis yang sungguh menggiurkan. Potensi pendapatannya sangat
> besar. Iklan online di Friendster saat ini memang belum banyak karena
> masih versi beta. Namun banyak calon pemasang iklan yang lebih
> tertarik memasang iklan di sebuah komunitas yang profil anggotanya
> jelas seperti Friendster. Apalagi jika iklannya dapat
> dipersonalisasi, dikirim ke target audience yang cocok dengan
> iklannya.
> 
> Pendapatan kedua adalah dari keanggotaan. Saat ini memang masih
> gratis. Namun sudah ada kasak kusuk untuk mengutip biaya untuk
> layanan khusus Friendster versi finalnya dengan biaya US$ 9,95 atau
> Rp 99,5 ribu per bulan. Asumsikan 10% saja dari anggota yang sekarang
> rela merogoh koceknya, maka pendapatan tahunan Friendster sekitar US$
> 107,46 juta.
> 
> Menggiurkan memang. Tak heran jika nama-nama lain muncul menawarkan
> jasa sejenis Friendster, seperti Orkut dan Multiply. Orkut yang
> dibuat oleh salah satu orang Google bentuknya hampir mirip
> Friendster, sedangkan Multiply menyediakan mini website bagi tiap
> anggota yang lebih banyak fiturnya dibanding sekedar halaman anggota.
> Anggota Multiply mendapat halaman dengan alamat URL individu yang
> bisa diakses langsung tanpa harus masuk dari halaman kita seperti
> yang Anda perlu lakukan di Friendster.
> 
> Kini lahir pula Spoke dan LinkedIn, yang lebih berorientasi pada
> komunitas bisnis. Sama seperti Friendster, kedua wahana baru ini
> berhasil merayu investor. Spoke mendapat suntikan modal US$ 20 juta
> sedangkan LinkedIn US$ 4,7 juta. Dunia Dotcom yang sempat tenggelam,
> kini bangkit lagi berkat Friendster.
> 
> *=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
> Donald S
> *=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*=*
> 
> --
> www.ITCENTER.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia
> Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED]
> ::: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! :::
> ## Jobs: ITCENTER.or.id/jobs ## Bursa: ITCENTER.or.id/bursa ##
> 
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 


-- 
==============================
Thanks & Best Regards

Harry

YM     :      callme_harry
MSN   :      [EMAIL PROTECTED]
Friendster : http://www.friendster.com/addfriendrequest.php?uid=5590705 
===============================





-- 
www.ITCENTER.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] 
::: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! ::: 
## Jobs: ITCENTER.or.id/jobs ## Bursa: ITCENTER.or.id/bursa ##

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke