Sekedar FYI...

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/13/Jabar/1894516.htm

Rabu, 13 Juli 2005       

Kendala Para Ahli Informatika 

Bandung, Kompas - Minimnya kemampuan berbahasa Inggris menjadi hambatan bagi
ahli informatika Indonesia untuk bersaing dengan ahli yang sama dari negara
lain. Kendala bahasa itu menyebabkan daya saing lulusan dari Indonesia di
dunia internasional menjadi rendah.

Hal itu berbeda keadaannya dengan tenaga ahli dari India. Rektor Institut
Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Samuel Tarigan mengatakan, tenaga ahli dari
India sangat lancar berbahasa Inggris.

Mereka tidak ada masalah dengan bahasa sehingga dapat dengan mudah
mempelajari modul-modul berbahasa Inggris, termasuk bahan-bahan dari
internet, tutur Samuel Tarigan pada peluncuran program internasional di ITHB
di Bandung, Sabtu (9/7).

Karena daya saing yang rendah itu, kebanyakan ahli informatika Indonesia
hanya bekerja di dalam negeri. Sedangkan, sebagian besar ahli dari India
justru keluar dari negaranya untuk bekerja di Amerika Serikat, Inggris, dan
negara-negara Asia lainnya.

Jika tidak segera diantisipasi, selamanya tenaga ahli dari Indonesia hanya
akan bekerja di dalam negeri. Bekerja di dalam negeri pun, menurut Tarigan,
bukan tanpa masalah. Ahli teknologi informasi dari India yang bekerja di
Indonesia rata-rata adalah pekerja yang tekun dan tidak menuntut banyak
fasilitas.

Di India, mereka yang bekerja di pabrik pemprograman komputer hanya bekerja
dengan fasilitas kipas, tidak ada AC, dan fasilitas seperti di kantor-kantor
kita. Jadi ketika mereka keluar dari negara mereka, mereka sudah terbiasa
bekerja dengan fasilitas seadanya dan tidak terlalu menuntut. Ada juga
tenaga dari India yang mau digaji lebih rendah dari kita. Di Jakarta,
perusahaan informatika yang dijalankan 80-90 persen orang India jumlahnya
sangat banyak, tutur Tarigan.

Namun, kita tidak perlu berkecil hati karena tenaga ahli kita juga memiliki
kemampuan teknis yang tidak jauh berbeda. Orang Indonesia dan orang Asia
lainnya kan mempunyai otak kiri lebih kuat, artinya kita kuat dalam bidang
matematika, kuantitatif, dan logika. Jadi secara tipikal hampir sama,
Tarigan menjelaskan.

Ahli teknologi informasi dari Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk
bekerja di luar negeri. Untuk itu perguruan tinggi perlu menyiapkan lulusan
informatika yang mampu bersaing dengan negara lain. Salah satunya dengan
membuka program internasional sehingga mahasiswa memperoleh sertifikat yang
diakui dunia, katanya. (d03)

-- 
Klik :
http://www.geocities.com/al_quran_pdf/




-- 
www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] 
::: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! ::: 
## Jobs: itcenter.or.id/jobs ## Bursa: itcenter.or.id/bursa ##
$$ Iklan/promosi : www.itcenter.or.id/sponsorship $$


:: SPONSOR -----------------------------------------------
Web hosting 1GB space cuma Rp. 65ribu/bln
Multiple website, free domain name. http://www.rakdata.com
----------------------------------------------------------

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke