---------- Forwarded message ----------
From: Arochman Yudi Eko Prasetyo <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Feb 16, 2006 12:55 PM
Subject: [Wikusama] FW: [_] Surat untuk SBY: Kritik untuk situs resmi
Presiden RI
To: [EMAIL PROTECTED]


Surat untuk SBY: Kritik untuk situs resmi Presiden RI

Kepada Yang Mulia
Bapak Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Republik Indonesia
Istana Merdeka
Jl. Medan Merdeka Utara
Jakarta

Bapak Presiden yang mulia,

Sebelumnya saya ucapkan selamat atas peluncuran situs resmi Presiden
RI dengan domain name www.presidensby.info. Saya pertama kali membaca
berita tersebut dari LKBN Antara tertanggal 14 Februari 2006 lalu
bertajuk
"Presiden Yudhoyono Luncurkan Situs Resmi Presiden RI", dan esoknya
berita
serupa termuat di beberapa koran harian dan tersebar di beberapa milis.

Bapak Presiden yang mulia,

Tujuan pembuatan situs tersebut memang bagus, yaitu untuk memberikan
informasi kepada masyarakat luas tentang kiprah Presiden RI melalui
jaringan internet. Dengan dimasyarakatkannya kegiatan-kegiatan Presiden
secara online, diharapkan dapat lebih mengerek citra Bapak sebagai
kepala negara. Bukankah itu yang diharapkan?

Dengan harap-harap cemas, masyarakat republik ini tentunya menunggu
berita-berita apa saja yang bakal ditayangkan pada situs tersebut. Orang
yang kritis tentunya akan menilai, apakah berita tersebut benar, apakah
berita tersebut berimbang, dan apakah berita tersebut bermutu? Selama
ini sebagian masyarakat kecewa dengan situs-situs milik pemerintah baik
di pusat maupun daerah. Informasi yang tersaji umumnya dangkal dan
terkesan 'hangat-hangat tai ayam'. Bahkan ada masyarakat yang menuding
pembuatan dan pengelolaan situs-situs tersebut sebagai lahan KKN gaya
baru. Semoga situs milik Bapak yang digarap oleh tim  handal tak
mengalami fenomena serupa.

Bapak Presiden yang mulia,

Terus terang saya, saya orang awam dalam dunia internet. Namun sebagai
warganegara  Republik Indonesia yang sadar atas haknya untuk menyoroti
serta mengoreksi jalannya roda pemerintahan, saya amat keberatan dengan
diluncurkannya  situs internet tersebut, khususnya pada pilihan domain
name bukan pada isinya - karena terus terang saya belum sempat membuka
situs tersebut.

Bapak Presiden yang mulia,

Berikut beberapa poin keberatan dari saya:

1. Pada umumnya, pembuatan situs di internet adalah untuk tujuan
jangka
panjang. Terkesan, pembuatan situs tersebut hanya untuk kepentingan
sesaat.
Dengan menggunakan domain name tersebut, artinya umur situs tersebut
amat terbatas. Bukankah Presiden RI berganti tiap lima tahun sekali?
Bukankah sebelum Bapak menjabat sebagai Presiden sudah ada beberapa
kepala negara yang memimpin negeri ini? Begitu Bapak turun takhta,
otomatis situs yang disebut-sebut sebagai situs resmi itu tak ada lagi
manfaatnya.

2. Di negara-negara maju dan tentunya beradab, secara tegas diatur
Presiden
sebagai lembaga negara dan sosok nama kepala negara sebagai pribadi.
Kalau menggunakan domain name tersebut yang jelas-jelas menyebut nama
Anda,  konsekuensinya segala biaya mustinya ditanggung dari kantong
pribadi  Bapak sendiri, bukan dari uang negara yang notabene milik
rakyat. Saya rasa Bapak sekeluarga masih mampu untuk menanggung beban
biaya pembuatan situs tersebut.

3. Beberapa nama domain yang relevan adalah: www.presiden.go.id atau
www.presiden-indonesia.info, dan masih banyak pilihan lainnya yang lebih
masuk akal. Apabila domain name tersebut yang dipilih, saya rasa bisa
menggunakan uang negara.

Saya dengar cerita dari teman yang sudah mengecek domain name
tersebut,
ternyata domain name yang Bapak pakai adalah milik seorang karyawan Air
Putih, bukan atas nama Bapak sendiri. Saya tak akan mempermasalahkan
penunjukan Air Putih sebagai developer berdasarkan tender atau langsung
ditunjuk Saudara Andi Mallarangeng.

4. Saya berharap Bapak dapat menerima masukan dari saya, dan kalau
bisa
mengganti domain tersebut, kecuali Bapak menyatakan bahwa pengoperasian
situs tersebut sepenuhnya dibiayai secara pribadi dari kocek Bapak
sendiri.

Bapak Presiden yang mulia,

Di tengah sorotan masyarakat atas kiprah dan kinerja Bapak selama ini,
saya amat mendukung langkah Bapak dan aparat terkait untuk
menindak tegas pelaku KKN yang memang sudah mengakar di jajaran
birokrat.

Untuk itu, segala langkah yang Bapak lakukan hendaknya tidak menciptakan
KKN baru agar tak merusak citra yang selama ini telah susah payah
dibangun
oleh para pendukung Bapak. Dalam kasus situs resmi kepresidenan ini
mungkin Bapak tidak salah, tetapi orang-orang Bapak yang selama ini
dipercaya untuk menggarap situs tersebut mustinya memahami sensitivitas
publik karena tiap detiknya mereka selalu menyorotinya.

Sekian surat dari saya, semoga Bapak dapat menerimanya dengan lapang
dada.

Tak lupa saya mohon maaf apabila ada rangkaian kata yang kurang
berkenan dan menyinggung perasaan. Saya ingin kembali kirim surat -
sekadar memberi komentar -  apabila sudah membuka situs milik Bapak
tersebut, Insya Allah siang hari ini.


Jakarta, 16 Februari 2006

Hormat saya,

Radityo Djadjoeri
warganegara Republik Indonesia yang cinta damai
e: [EMAIL PROTECTED]


Catatan:
Surat tersebut di atas saya tulis atas nama pribadi, bukan atas nama
bangsa
Indonesia, bukan pula atas nama Masyarakat Internet Indonesia,
Komunitas Internet Indonesia dan lainnya.


___________________________________________________________________

Info dari staf Air Putih

From: Ahmad Suwandi
E-mail: [EMAIL PROTECTED]

Baca di bagian bawah, dalam halaman redaksi, tertulis developernya
Airputih.....:)

Jabat erat,

Wandi

http://wandi.airputih.or.id |
ym! suwandiahmad |
hp 081514440101

___________________________________________________________________

Presiden Yudhoyono Luncurkan Situs Resmi Presiden RI

Jakarta, 14/2 (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan
situs www.presidensby.info untuk menyediakan informasi tentang
kegiatan Presiden Yudhoyono, Ibu Negara dan Kantor Kepresidenan.

"Sudah waktunya bagi Presiden untuk memakai internet sebagai sarana
komunikasi kepada publik tentang aktivitas Presiden, Ibu Presiden dan
Istana Kepresidenan," kata Juru Bicara Kepresidenan, Andi
Mallarangeng, di Jakarta, Selasa.

Andi menuturkan, situs resmi Presiden Yudhoyono itu dapat diakses
selama 24 jam ke seluruh dunia terhitung hari Selasa (14/2) dengan
tujuan memberikan data dan informasi langsung, termasuk untuk pers di
dalam dan luar negeri serta pers daerah.

Situs www.presidensby.info itu antara lain memuat perspektif
Yudhoyono, instruksi dan peraturan presiden, wawancara, kolom,
keterangan pers oleh presiden serta juru bicara presiden dan
berita-berita yang dimuat oleh media massa.

Menurut Andi, persiapan peluncuran situs yang dikelola oleh Kantor
Juru Bicara Kepresidenan itu telah dimulai sejak tiga bulan lalu dan
kedua Jubir presiden, yaitu Andi Mallarangeng serta Dino Patti Djalal
bertindak sebagai pemimpin redaksi.

Redaksi situs terdiri dari antara lain dua redaktur pelaksana, tiga
wartawan, tiga redaktur foto, lima konsultan teknis, dan Tim AirPutih
serta PT. Telkom sebagai penanggung jawab teknologi informasi.
Roy Suryo, Heru Nugroho, I Made Wiryana, Adi Abidin dan Budiono
Darsono adalah lima konsultan teknis yang menurut Andi bekerja secara
sukarela tanpa dibayar.

Mengenai biaya pembuatan situs, kata Andi, Rp 84 juta telah digunakan
untuk penyediaan piranti lunak, pengembangan, pendaftaran domain dan
biaya operasional.

Pengelolaan situs juga harus mengeluarkan dana Rp 28,6 juta untuk
biaya
sewa server dari Telkom, pembayaran Rp 4 juta per bulan untuk tiga
orang tenaga teknis, serta Rp 12 juta per bulan untuk membayar tenaga
dua redaksi pelaksana dan tiga wartawan.

"Sementara perangkat keras seperti komputer, disediakan oleh
Rumah Tangga Kepresidenan," kata Andi. (T.T008)(T.T008/B/Z002/Z002)
14-02-2006 19:38:45 NNNN

___________________________________________________________________

Situs Presiden senilai Rp 44,638 Juta per bulan

http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0602/15/Politikhukum/2439649.htm

Banyak jalan bagi rakyat untuk menjangkau Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono atau sebaliknya. Setelah mengudarakan acara Pressident on
Radio, mengumumkan PO BOX 9949 Jakarta 10000, dan menyebarkan nomor
pesan singkatnya 9949, Presiden yang ketat menjaga citra ini
meluncurkan situs internet www.presidensby.info

Situs berisi informasi aktivitas Presiden, Ny Ani Yudhoyono, dan
Istana Kepresidenan ini disiapkan kurang dari tiga bulan. Terlibat di
dalamnya sejumlah konsultan teknologi informasi dan komunikasi,
seperti Heru Nugroho, Roy Suryo, Budiono Darsono, dan Made Wiryawan.
Presiden Yudhoyono senantiasa mengikuti perkembangan teknologi, salah
satunya internet. Internet jadi sarana komunikasi efektif, cepat,
mudah, dan murah, ujar Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Andi mengklaim www.presidensby.info adalah situs resmi paling murah.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dari pos Rumah Tangga
Kepresidenan digunakan hanya untuk membeli peranti lunak,
pendaftaran, membeli domain, dan operasional sebesar Rp 84 juta one
shoot.

Untuk operasional, situs ini menyewa server pada PT Telkom dengan
tarif Rp 28,638 juta per bulan. Untuk tiga teknisi dari Air Putih
dikeluarkan Rp 4 juta per bulan. Untuk dua redaktur pelaksana dan
tiga wartawan dikeluarkan Rp 12 juta per bulan. Dengan rincian ini,
dana operasional per bulan situs ini mencapai Rp 44,638 juta. Murah?
Tergantung.

Tujuan didirikannya panggung maya untuk Presiden ini, menurut Andi,
untuk memberi informasi langsung kepada masyarakat tentang kegiatan
Presiden, Ibu Negara, dan Istana Kepresidenan setiap saat, cepat,
mudah, murah, dan akurat kepada khalayak.

Karena tujuannya untuk panggung maya Presiden dan juga Ny Ani
Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mendampinginya sejak masa
kampanye dan disebut sebagai dwitunggal tidak mendapat tempat dalam
situs ini. Sorry.... Wakil Presiden hanya muncul dalam foto susunan
Kabinet Indonesia Bersatu. Wakil Presiden sudah bikin situs duluan,"
ujar Andi. Meskipun demikian, situs yang dikatakan Andi sudah duluan
dibuat Wakil Presiden, yaitu www.setwapres.go.id, tidak disertakan
dalam link situs www.presidensby.info. Tidak dijelaskan kenapa situs
Presiden itu tidak menggunakan domain go.id (government Indonesia,
instansi pemerintah), seperti halnya Wapres. Sayang, situs Setwapres
seperti tidak terurus. Berita terakhir yang ditampilkan adalah berita
basi tertanggal 31 Oktober 2005.

Ditanya kenapa situs sepasang Presiden dan Wakil Presiden tidak
digabung saja untuk efisiensi penggunaan APBN, Andi tak menjawab.
(wisnu nugroho)

___________________________________________________________________




Ungkapkan opini Anda di:

http://mediacare.blogspot.com

http://indonesiana.multiply.com

---------------------------------

What are the most popular cars? Find out at Yahoo! Autos

[Non-text portions of this message have been removed]



Ayo ayo mbangun deso reks..
Yahoo! Groups Links







____________________________________________________________________
IA-WIKUSAMA - Ikatan Alumni Widyaloka Kusuma Samekta Makarya

To subscribe,   e-mail: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]


[Non-text portions of this message have been removed]



-- 
www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] 
:: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! :: 
## Jobs: itcenter.or.id/jobs ## Bursa: itcenter.or.id/bursa ##
$$ Iklan/promosi : www.itcenter.or.id/sponsorship $$

[@@] Jaket ITCENTER tersedia di http://shop.itcenter.or.id 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke