Sekedar informasi
 
________________________________________________________________________
 
Ilustrasi : Jalan pikiran seorang pelaku Cyber Crime
 
Aku adalah seorang anak SMA berusia 16 tahun. Ayahku adalah seorang 
konsultan Teknologi dari sebuah Bank ternama. Ibuku adalah seorang System 
Analyst dari sebuah perusahaan System Operasi ternama di dunia. Aku adalah 
anak yang sangat dimanja oleh kedua orang tuaku. Di samping itu, aku 
memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Dari hal-hal kecil sampai 
hal-hal yang imajinier aku tanya langsung kepada kedua orang tuaku. Kadang 
pertanyaanku sering kali membuat mereka terdiam (sambil
berkenyit) berpikir, sebelum memberikan jawaban kepadaku.
 
Pada saat aku menginjak usia 7 tahun, oleh ayahku aku dibelikan sebuah 
alat permainan yang terkenal dengan sebutan PlayStation. Hanya dalam waktu 
singkat aku dapat memainkannya, bahkan untuk Game-game yang tingkat 
kesulitannya cukup tinggi dapat aku selesaikan. Game yang paling aku sukai 
adalah "Thomb Raider" & "Max Paine", karena membutuhkan olah pikiran untuk 
memecahkan misteri & kehati-hatian dalam menjalankan misi.
 
Jika dibandingkan dengan teman-teman kelasku sewaktu aku berumur 7 tahun, 
aku tergolong anak yang pendiam. Tapi pada waktu belajar di kelas aku 
paling menyukai mata pelajaran Matematika dan Komputer. sering kali, pada 
saat test atau ulangan aku mendapat nilai tertinggi untuk kedua mata 
pelajaran tersebut.
 
Walaupun pendiam, aku dikenal oleh teman-temanku sebagai "pendebat ulung", 
seringkali terjadi tanya jawab yang sengit antara aku dengan guru 
dikelasku. Segala pertanyaan, argumentasi maupun jawaban yang aku utarakan 
sering kali membuat susah guruku untuk menjawab maupun menanggapinya. 
Pernah wali kelasku memanggil kedua orang tuaku untuk melakukan 
konsultasi. Beliau menyarankan agar aku diberikan kesempatan mengikuti 
pelajaran yang lebih tinggi lagi (waktu itu dikenal dengan istilah "Loncat 
Kelas"). Tetapi ibuku bersikeras agar aku tetap mengikuti kelas yang 
normal karena sangat mengkhawatirkan perkembangan mentalku yang beliau 
rasa belum siap untuk bergaul dengan anak yang usianya lebih tua dari aku 
(kakak kelas). Akhirnya aku tetap mengikuti kelas yang normal mengikuti 
keinginan ibuku.
 
Walhasil, karena kelebihan yang aku miliki, aku menjadi anak yang kurang 
bergaul dengan anak seusiaku. Pada saat anak-anak yang lain sedang asyik 
bermain dan bercanda di halaman sekolah, aku memilih diam di kelas atau 
pojokan kantin sambil membaca majalah Teknologi & lebih sering mencoba 
mengutak-atik soal-soal matematika.
 
Pada usia 9 tahun, aku mulai berkenalan dengan yang namanya "Internet". 
Kebetulan ayahku membawa pulang komputer Notebooknya dan pada waktu itu 
beliau sedang mengecek Email. Aku langsung tertarik dan bertanya ke ayahku 
apa yang sedang beliau kerjakan. Mulai saat itu aku seperti kecanduan 
ngutak-atik Notebook ayahku hanya sekedar bisa jalan-jalan alias "Surfing" 
ke Internet. Oleh ayahku bahkan aku diajarkan bagaimana mencari informasi 
lewat website "Google.com","Wikipedia.com", "Metacrawler.com". Oleh ayahku 
kemudian aku dibelikan sebuah Komputer Desktop supaya aku bisa lebih 
leluasa belajar tanpa mengganggu Notebook ayahku yang lebih banyak berisi 
pekerjaan kantornya.
 
Suatu hari pada saat aku berusia 11 tahun, aku melihat ayahku sedang 
membuka sebuah website. Aku menghampirinya dan melihat bahwa website 
tersebut berisi informasi nilai tukar mata uang, bunga bank, dan informasi 
ekonomi. Kemudian ayahku mengklik sebuah link yang bertuliskan "Member". 
Pada saat berikutnya aku melihat halaman tampilan berubah, ada kolom isian 
yang bertuliskan "Username" dan "Password". Ayahku lalu mengetikkan 
sesuatu ke isian tersebut lalu mengklik sebuah tombol yang bertuliskan 
"Logon". Halaman berikut yang muncul berisikan informasi nama lengkap 
ayah, jumlah rekening ayah. Kemudian ayahku melakukan sesuatu, yang aku 
lihat selanjutnya adalah angka pada kolom rekening ayah berkurang.
 
Menyadari ada aku di sampingnya ayah hanya menjelaskan bahwa ia sedang 
membayar rekening tagihan listrik, telepon dan koran. Aku bertanya 
bagaimana hal itu bisa terjadi, kelihatannya dengan gampang ayah melakukan 
hal itu cukup dari rumah saja, soalnya aku pernah melihat orang tua salah 
seorang temanku sedang antri di loket pembayaran Listrik untuk membayar 
listrik. Dengan gamblang ayahku menjelaskan semuanya kepadaku, mulai dari 
tahap registrasi (pendaftaran) sampai punya Account
(ID) khusus untuk bisa mengakses rekening Bank dari Internet.
 
Sejak saat itu aku mulai tertarik mempelajarinya, bahkan oleh ayahku aku 
mulai mengenal yang namanya bahasa pemrograman seperti ASP,  Javascript, 
PHP. Tidak sampai 2 bulan aku sudah bisa membuat website pribadiku. Suatu 
hari pada saat aku sedang mengutak-atik bahasa pemrograman, tiba-tiba di 
layar monitorku muncul kotak dialog peringatan dengan pesan dalam 
kata-kata aneh. Aku lalu memanggil ayahku untuk bertanya. Beliau lalu 
menjelaskan bahwa itu ulah Virus komputer. Lalu beliau mengambil alih 
komputerku untuk diutak-atik. Tak lama kemudian pesan di layar monitor 
tersebut telah hilang. Lalu ayah berkata bahwa virusnya telah hilang. Aku 
menjadi penasaran, aku lalu bertanya kepada ayahku siapa pembuat virus itu 
dan bagaimana caranya virus bisa masuk ke komputer aku.
 
Ayahku lalu menjelaskan secara detail bagaimana virus itu dibuat dan 
bagaimana cara penularannya sehingga masuk ke komputerku. Demikian 
terkesannya aku akan proses virus komputer ini, membuat aku mulai mencari 
informasi bagaimana cara membuatnya melalui internet.
 
Hampir seharian aku menggunakan fasilitas pencarian dari "Google.com" dan 
"Metacrawler.com" sampai akhirnya aku menemukan sebuah website yang 
kebetulan menyediakan informasi yang aku cari. Tidak hanya itu, aku juga 
bisa mendapatkan sebuah program kecil (tool) yang bisa membuat virus 
secara cepat, program ini dikenal dengan nama "Virus Generator .... ", 
dengan cepat aku mempelajarinya.
 
Fasilitas yang disediakan oleh Virus Generator ini cukup lengkap, mulai 
dari pilihan cara penularan, teknik menyembunyikan diri dari program 
antivirus, sampai informasi apa saja yang ingin virus tersebut kumpulkan. 
Sebagai percobaan, aku memodifikasi virus dari Virus Generator dan aku 
cobakan ke komputer Notebook ayahku. Aku penasaran dengan sebuah aplikasi 
yang ada di Notebook ayah yang selalu meminta Password setiap kali aku 
membukanya. Lalu aku copykan virus ini ke Notebook ayah. Prinsip kerja 
virus ini aku buat untuk merekam seluruh aktifitas terutama setiap kali 
ayah memasukkan kata kunci (Password) ke Notebooknya. Setiap hasil rekaman 
aktifitas ini akan terkirim secara otomatis lewat email ke komputerku.
 
Hasilnya dalam waktu 2 hari aku sudah memperoleh Password dari aplikasi 
pada Notebook. Lantas aku coba membuka aplikasi pada Notebook ayah dengan 
Password yang aku peroleh dari virus tersebut. Ternyata aku bisa masuk ke 
dalam aplikasi tersebut tanpa masalah. Informasi yang muncul selanjutnya 
adalah jadwal kerja ayah selama di kantor, informasi rekan kerja maupun 
rekan bisnis ayah. Di dalamnya ada informasi alamat Email, Telepon dan 
Alamat Rumah.
 
Wow, demikian senangnya aku dengan hasil kerja virus yang aku mdifikasi. 
Pada saat aku menginjak usia 15 tahun (usia pelajar SMA) aku mulai mencoba 
menggunakanan virus yang aku buat ini untuk mendapatkan jawaban ulangan 
yang akan diberikan oleh guruku nanti. Waktu itu dengan sembunyi-sembunyi 
aku masuk ke dalam Lab Komputer, kemudian aku menuju ke komputer yang 
biasanya digunakan oleh guruku. Aku copy-kan virus yang telah aku 
modifikasi untuk merekam seluruh aktifitas pada komputer tersebut, 
menyimpannya dalam bentuk file lalu secara otomatis mengirimkannya ke 
alamat email aku. 3 hari kemudian aku telah memperoleh seluruh soal maupun 
jawaban yang dibuat oleh guruku yang aku download dari email aku di rumah.
 
Pada saat ujian berlangsung, ternyata soal yang keluar sama persis dengan 
yang aku dapatkan. Dengan tenangnya aku menuliskan jawabannya sesuai 
dengan yang telah aku peroleh sebelumnya. Seminggu kemudian hasil ujian 
keluar, tenyata di kelasku hanya aku yang mendapat nilai tertinggi dan 
nilai sempurna (A). Demikian senangnya aku dengan hasil yang aku peroleh 
tanpa perlu susah payah belajar mata pelajaran tersebut. Bahkan oleh guru 
pada bidang pelajaran tersebut aku dianggap sebagai murid "terpandai".
 
Aku lalu menyadari keampuhan Virus Generator yang aku gunakan ini. Suatu 
hari aku membaca sebuah berita di Internet. Berita tersebut berisi 
bobolnya informasi para nasabah dari sebuah Bank ternama. Informasi 
seperti Nama Lengkap, Nomor Rekening, Nomor Kartu Kredit, Alamat, bahkan 
UserID dan Password telah bocor hanya melalui sebuah website palsu yang 
meniru tampilan website dari Bank tersebut. Pelakunya kemudian tertangkap 
dan mengakui perbuatannya. Aku bahkan sempat berdiskusi dengan ayahku 
tentang keamanan data nasabah dari sebuah Bank. Ayahku menjelaskan apa 
saja yang kira-kira bisa membuka celah akses ke data nasabah. Mulai dari 
sistem pengaman sampai kepada sistem operasi yan digunakan Bank. Bahkan 
ibuku juga ikut nimbrung, membicarakan tetang celah kelemahan sistem 
operasi tempat dia bekerja.
 
Hampir semalaman, aku tidak bisa tidur memikirkan berita di Internet 
tersebut, campur-aduk dengan informasi yang aku dapat dari ayah dan ibu. 
Siang harinya di sekolah, aku sengaja tinggal lebih lama di ruang Lab 
Komputer pada jam istirahat. Aku lalu menggunakan Virus Generator yang aku 
miliki untuk membuat virus baru. Dengan melakukan modifikasi yang cukup 
rumit akhirnya aku bisa menyelesaikannya.
 
Cara kerja virus ini adalah :
 
1. Mengecek file-file dokumen yang ada dalam komputer tersebut apakah ada 
kata yang berhubungan dengan "Account", "Rekening", maupun nama-nama Bank 
ternama kemudian merekamnya dalam satu file lalu mengirimkannya lewat 
email ke alamat email yang aku buat pada beberapa penyedia email gratisan.
 
2. Mengecek aplikasi yang sedang dijalankan apakah pada tampilannya ada 
kata yang berhubungan dengan "Account", "Rekening", "Credit Card", 
"UserID" & "Password", lalu merekamnya kemudian mengirimkan hasilnya ke 
alamat email aku .
 
3. Mengecek apakah komputer tersebut terhubung dengan komputer lainnya 
melalu jaringan komputer, lalu mencari direktori yang disharing pada 
komputer yang lain untuk kemudian menularinya dengan virus yang sama.
 
4. Mengecek addres book (buku alamat) yanga ada pada komputer tersebut, 
lalu secara otomatis mengirim email yang mengandung virus yang aku buat ke 
alamat-alamat email yang tercantum dalam buku alamat pada kompute 
tersebut.
 
Setelah selesai aku buat virus ini, lalu dari rumah dengan menggunakan 
komputer Notebook ayah aku mengirim email yang telah aku masukkin virus 
yang aku buat ke rekan kerja ayah dan rekan bisnis melalui data aplikasi 
yang aku "curi" dari ayah dulu.
 
Untuk mencegah pelacakkan virus yang aku buat itu, sengaja aku menggunakan 
alamat email gratisan yang banyak tersedia di internet. Dalam waktu dua 
minggu, aku banyak sekali mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan 
data-data nasabah Bank. Bahkan pada bank tempat ayah bekerja aku berhasil 
mengumpulkan informasi data nasabah sebanyak 200 orang.
 
Iseng-iseng, aku menggunakan data nasabah tersebut untuk melakukan 
transfer ke tabungan atau rekening yang aku miliki. Untuk mencegah 
ketahuan oleh nasabah tersebut transfer yang aku lakukan cukup $100 
(seratus dolar) per nasabah. Dengan demikian jika si nasabah mengecek 
saldo rekeningnya akan tidak begitu kelihatan berkurangnya. Dengan cepat 
rekeningku bertambah sebanyak $20.000 ($100 x 200 orang).
 
3 minggu kemudian sebuah perusahaan antivirus ternama, mengumumkan 
penemuan virus baru (virus yang aku buat), yang digolongkan sebagai virus 
"berbahaya" karena mencuri data-data pribadi nasabah dari beberapa Bank 
ternama. Dengan cepat aku beraksi, mendownload seluruh data yang berhasil 
aku curi lewat email. Kemudian selama satu malam aku membuat virus baru, 
yang memiliki sifat menghapus virus yang sebelumnya kubuat guna 
"menghilangkan jejak".Lalu melalui sebuah warnet aku lalu mengirimkan 
email yang mengandung virus yang aku buat ke alamat-alamat email nasabah 
yang telah aku miliki datanya.
 
Pada suatu sore, ayahku pulang dari kantor dengan wajah murung dan 
sedih.Pada saat makan malam aku mendengar beliau bercerita pada ibuku 
bahwa karir beliau tengah terancam, karena pada siang harinya kantor ayah 
di datangi polisi dan penyidik kejahatan internasional yang memeriksa 
seluruh aktifitas transaksi dan seluruh akses internet dari kantor ayah. 
Bahkan komputer Notebook ayah ditahan untuk diperiksa. Ayah berkata bahwa 
nilai saham Bank tempat dia bekerja anjlok karena polisi menduga asal 
muasal kebocoran dan penyebaran virus berasal dari kantor tempat ayah 
bekerja. Oleh pimpinan tempat ayah bekerja seluruh staff diberikan 
pengarahan serta teguran keras barang siapa yang membocorkan informasi 
akan dipecat.
 
Kebetulan divisi ayah yang bertanggung jawab terhadap koneksi internet dan 
sistem pengamanan Bank. Sebagai konsultan tentunya ayah yang merasa paling 
bertanggung jawab terhadap hal ini.
 
Setelah mendengarkan penuturan ayah yang demikian tertekan dan seperti 
kehilangan semangat, aku menjadi shock dan terdiam. Ternyata pengetahuan 
yang aku miliki menghancurkan kerja bahkan karir orang yang paling aku 
sayangi. Semalaman aku mengurung diri di kamar, bahkan saat ibuku 
memanggil aku untuk makan malam aku menjawab kalau aku masih kenyang. Aku 
cuma duduk diam dan menangis di tempat tidur.
 
Pagi harinya, bel pintu rumah kami berbunyi. Dari jendela kamar aku 
melihat 2 buah mobil polisi parkir di depan rumahku. Aku melihat 4 orang 
polisi turun dari mobil, sedangkan yang berdiri depan pintu rumah kami 
adalah seorang Inspektur polisi berpakaian sipil biasa tapi lengkap dengan 
tanda pengenal serta pistol di pinggang kirinya. Ibuku yang membuka pintu 
mempersilahkan polisi itu masuk, ayahku sedang berada di ruang makan dan 
sedang sarapan. Tak lama berselang aku mendengar teriakan dan tangisan 
ibu. Aku lalu berlari k ruang tamu untuk melihat apa yang sedang terjadi. 
Aku kaget dan gemetar melihat ayahku sedang diborgol oleh polisi dan 
selanjutnya digiring ke arah pintu depan rumah kami.
 
Dengan perasaan campur aduk dan sedih aku lalu berteriak :
 
"Berhenti... !!! Bebaskan ayahku !! ayahku tidak bersalah, akulah yang 
bersalah !! Aku yang melakukan semua kejahatan itu, silahkan anda periksa 
komputerku, disitu ada data-data dan aplikasi yang aku gunakan untuk 
melakukan kejahatan.  Mohon lepaskan ayahku... dia tidak bersalah.. !!!"
 
Ibuku memandang dengan mulut ternganga, mata melotot ke arahku, beliau 
tidak berkata apa-apa, dari matanya keluar air mata yang segera membasahi 
kedua pipinya yang bersih. Saking shock-nya ibuku lalu jatuh pingsan depan 
pintu rumah kami. Aku cuma bisa menangis.. melihat semuanya.
 
Demikianlah kisah karirku dalam bidang "Cyber Crime", hasilnya dalam sia 
yang masih sangat muda (anak SMA) aku dijebloskan ke penjara anak dengan 
hukuman 1 tahun penjara dan hukuman untuk tidak boleh berada dekat dengan 
komputer minimal 10 meter selama 5 tahun.
 
Ayahku sekarang telah membuka usaha sendiri, sebagai konsultan pendidikan 
setelah beliau dipecat dari perusahaan tempat dia bekerja. Ibuku... hmm.. 
yang aku sayangi sekarang berbisnis pakaian dengan membuka toko di samping 
rumah kami. Beliau memutuskan untuk berhenti bekerja dari tempat kerjanya 
yang dulu dan ingin lebih dekat dan mengawasi aku sekeluar aku dari 
penjara.
 
NB: Dikutip dari kisah seorang anak muda asal Kanada yang terinspirasi 
dari kisah hidup Kevin D. Mitnick yang menulis uku  yang berjudul "The Art 
of Deception" (Sekarang menjadi konsultan Cyber Crime di FBI & CIA)
 
Catatan :
Kisah atau ilustrasi ini hanyalah merupakan kisah hidup seorang pelaku 
"Cyber Crime" yang bisa dijadikan pelajaran antara lain : Semaju atau 
secanggih apapun Teknologi semuanya kembali tergantung kepada anusia yang 
menggunakannya, ifat-sifat manusia seperti percaya diri yang terlalu 
tinggi, tidak hati-hati dalam memberikan dan menyimpan informasi,semuanya 
dapat menjadi senjata makan tuan hanya karena perbuatan seorang anak SMA 
yang memiliki sifat"Rasa Ingin Tahu" dan "Kreatifitas Imajinasi

[Non-text portions of this message have been removed]





-- 
www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] 
:: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! :: 
## Jobs: itcenter.or.id/jobs ## Bursa: itcenter.or.id/bursa ##
$$ Iklan/promosi : www.itcenter.or.id/sponsorship $$

[@@] Jaket ITCENTER tersedia di http://shop.itcenter.or.id 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke