Dear prend.......ada info dari milis tetangga sapa tau dibutuhkan.

-SOL-

----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday,
April 01, 2006 5:08 PM

> [KS] kita tidak usah berlindung dibalik berbagai alasan atau bahasa-bahasa
> "langit"nya IT/ERP kalau belum bisa mencapai A Class.
>
> komen :
>
> setuju, bos!
>
> Namun seringkali keberhasilan suatu company yg didasarkan atas tolok ukur
> performansi tertentu selalu dikaitkan dgn keberhasilan akan implementasi
> suatu  konsep/system tertentu sebelumnya, misalnya saja dlm konteks IT
> adalah ERP, yg ujung2nya selalu membawa "brand" akan software package
> tertentu :-)
>
> Hanya saja sekali lagi, kita juga perlu tahu persis asumsi-asumsi yg
> digunakan dlm mengukur "success ratio" yg umumnya bermuara kepada seberapa
> besar cost savings yg dihasilkan atau performansi finansial lainnya
sebagai
> cerminan dari sebuah kesuksesan/keberhasilannya tsb.
>
> Sebagaimana dlm suatu artikel ttg Six Sigma yg saya dapat di milist ini
juga
> bertajuk "When is Six Sigma not Six Sigma?", si penulisnya (Arthur M.
> Schneiderman) sampai bilang kalo dia juga gak ngerti darimana "cummulative
> manufacturing cost savings" sebesar US$ 16 Billion yg di klaim o/ Motorola
> atas "keberhasilan" mereka dlm implementasi Six Sigma. Dia betul2 ingin
> melihat hasilnya tsb lewat independent audit agar tahu asumsi2 yg
digunakan
> o/ pihak Motorola seperti apa sehingga keluar angka fantastis sebesar itu.
>
> Contoh yg menarik, misal ketika sebuah company bernama Wallace Pipeline yg
> pernah memenangkan penghargaan bergengsi di bidang manajemen mutu "Malcolm
> Baldrige National Quality" (MBNQ) pada th. 1999, namun kurang 2 thn dari
> sana perusahaan dari Houston ini, ironisnnya justru bangkrut! Apakah bisa
> disimpulkan jika mereka itu sepertinya berhasil di awal dlm implementasi
QMS
> (Quality Management System) nya tsb, tapi ternyata gagal untuk
berkelanjutan
> ? Atau bangkrutnya itu tidak ada kaitannya dgn implementasi QMS yg mereka
> lakukan, misal ada faktor X lainnya ? Atau kita akan bilang bahwa
> implementasi QMS yg mereka lakukan itu (yg mungkin salah satu tujuannya
> untuk memperoleh reward MBNQ kah ?!) dgn investasi yg tidak sedikit
> jumlahnya, toh pada akhirnya "mubazir" juga ? Apa sebenarnya yg "salah"
> dengan mereka ? Apapun dalihnya, namun kenyataan yg ada dgn diperolehnya
> reward MBNQ, ternyata tidak menjamin akan "long life" nya perusahaan tsb.
>
> Sayangnya, keberhasilan suatu company tertentu yg kemudian menjadi "best
> practise" lebih banyak ter-exploitasi secara besar-besaran ketimbang
mereka
> yg  pernah mengalami kegagalan (yg mestinya menjadi "worst practise").
> Padahal justru kita juga perlu "lesson learned" dari mereka yg sebut saja
> telah merasa "gagal" setelah implementasi konsep/system tertentu atau
> setelah mendapatkan reward tertentu misalnya. Hanya bukan "aib" nya yg
harus
> jadi komoditi seperti dalam dunia entertaintment, tapi bagaimana mereka
bisa
> sampai kesana (proses kegagalannya tsb bagaimana termasuk gejala awalnya
> seperti apa, etc.) karena jangan-jangan kita sendiri sedang menuju kesana
> (hanya kita tidak tahu dan tidak pernah menyadarinya...)
>
> Wassalam,
> - danan



-- 
www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] 
:: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! :: 
## Jobs: itcenter.or.id/jobs ## Bursa: itcenter.or.id/bursa ##
$$ Iklan/promosi : www.itcenter.or.id/sponsorship $$

[@@] Jaket ITCENTER tersedia di http://shop.itcenter.or.id 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke