wah wah udah dong debatnya.....kasian kan yang pada mau nyari kerjaan(nganggur) mereka pasti kebanyakan buat liat milist ini dari warnet or rental....kan buayar.................liat postingan kalian yang jadi panjang ini kan membuat bill warnet mereka tambah mahal.....ya biarin aja lah kalo misalkan digaji berapa berapa aja..itu kan masalah negosiasi dari pihak penyedia dan pelamar....ko jadi panjang gini....udah lah di stop aja topic ini....masalah kerjaan biarkan masing masing aja yang menilai......mendingan kita sharing ilmu deh dari pada ribut2......sabar sabar...please diantara kalian jangan diambil perasaan....siapa tau aja dari kalian ada LOWONGAN lagi dan ngga akan terjadi lagi cela mencela........
Dony Isnandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pada Wednesday, May 31, 2006, 1:29:38 PM, Sapto menulis: > Ini menunjukkan bahwa masih banyak yang tidak menghargai keahlian > dibidang IT. Masalah gaji memang tergantung yang mau menjalani > dengan pertimbangan bisnis dan latar belakang sendiri2. Oleh > karenanya alangkah baiknya jika dibuat standarisasi upah bagi > kalangan pekerja IT. Ini perlu untuk menghadapi para pemilik modal > yang ingin memperkejakan tenaga IT. Pemilik modal adalah bisnisman, > pasti mereka mencoba untuk mencari tenaga semurah2nya. namanya juga bisnis. mencari keuntungan sebesar-besarnya dong. kalo bukan cari keuntungan itu namanya badan sosial > Menurut pendapat saya, gaji 1juta per bulan dengan lingkup > pekerjaan yang sedemikian banyak, sangat tidak layak bagi pekerja IT. no komen. karena saya tidak tahu berapa gaji yang ditawarkan oleh institusi tersebut. > Bagi pemilik modal dan pencari pekerja, mbok ya menghargai para > pekerja IT. Jangan mentang2 banyak pencari kerja terus anda sewenang > wenang menggaji mereka begitu rendah. Untuk perusahaan yang menempatkan IT sebagai 'Cost' mereka pasti akan menempatkan pekerja IT sama dengan pekerja lainnya. Yang menurut rekan-rekan adalah gajinya begitu rendah. Namun karena mereka menganggap IT adalah beban, maka akan sangat wajar mereka memperlakukan demikian. Mengapa mereka menganggap beban? Karena bagi mereka, dengan atau tanpa IT mereka bisa jalan. Saat perusahaan menempatkan IT di level yang agak lebih tinggi yaitu misalkan pada posisi tanpa IT produksi mereka akan terganggu maka tingkat penghargaanpun akan menjadi lebih tinggi. Nah lain soal bila perusahaan yang sudah menempatkan IT sebagai bagian dari keunggulan "strategic". Dimana IT adalah salah satu keunggulan mereka atau IT adalah produk mereka. Disini anda dapat mengharapkan penghargaan yang setinggi-tingginya. Sehingga bila kita telusur lagi mengapa perusahaan Indonesia masih menggaji rendah tenaga IT mereka? Jawabannya jelas... mereka masih menganggap IT adalah 'Cost' dan beban. -- Dony Isnandi (http://isnandi.net/) -- www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] :: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! :: ## Jobs: itcenter.or.id/jobs ## Bursa: itcenter.or.id/bursa ## $$ Iklan/promosi : www.itcenter.or.id/sponsorship $$ [@@] Jaket ITCENTER tersedia di http://shop.itcenter.or.id Yahoo! Groups Links --------------------------------- Do you Yahoo!? Get on board. You're invited to try the new Yahoo! Mail Beta. [Non-text portions of this message have been removed] -- www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] :: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! :: ## Jobs: itcenter.or.id/jobs ## Bursa: itcenter.or.id/bursa ## $$ Iklan/promosi : www.itcenter.or.id/sponsorship $$ [@@] Jaket ITCENTER tersedia di http://shop.itcenter.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
