> Dalam tulisan PR tsb, ditulis 56,9 persen saham XL punya TM. Karena sekian banyaknya saham TM di XL timbul pemikiran saya yang macam- macam. Pulau Sipadan sudah diambil karena kelalaian kita. Ambalat mau dikuasai juga secara sepihak, dengan seenaknya membuat peta bahwa ambalat masuk wilayah Malaysia. > Walopun Ambalat masuk wilayah Indonesia, dengan cara Malaysia mengklaim secara perlahan-lahan nantinya akan jadi punya Malaysia. Memang memerlukan waktu yang lama, mungkin sampai anak cucu kita.
===== Jangan sepicik itu lah... masalah politik jangan disamakan dengan masalah IT... beda urusan bung... IT ya IT, politic ya politic. .. dua dunia ini jangan dicampuradukan... ga akan nyambung... > Pertanyaannya Licik atau Malaysia lebih Pintar dari kita ? Hanya andalah yang punya jawabannya. ===== Saya umpamakan dengan suatu kata2 yang berkesan dari suatu cerita yang pernah saya baca: "Daun terbang karena Angin bertiup ataukah karena Pohon tidak menginginkannya lagi?". Kalo Anda bisa jawab kata2 saya di atas, tentu Anda bisa jawab juga pertanyaan Anda. > Apa hubungannya dengan XL tentu 56,9 persen keuntungan XL akan diboyong keSebrang. Kalo saya seeh jelas ngapain pake XL, karena banyak pilihan lain. ===== Anda kira pihak yang beli saham XL itu belinya pake "mulut" doang... belinya pake duit bung... Anda enggak pikir kalo XL merugi ya rugi siapa? Yang punya saham terbanyak bung... Anda ini bicara seolah2 "iri" melihat BreadTalk dan J.Co Donut diantri banyak orang (seperti saya juga yang semalam antri di J.Co untuk coba donut yang heboh itu, yang ternyata menurut lidah "pasaran" saya sih rasanya biasa2 aja tuh), sedangkan toko roti Anda sepi (misalkan karena toko roti Anda itu lokal)... padahal Anda enggak mikir berapa modal mereka untuk boyong lisensi produk impor dan bangun infrastruktur itu berapa dan resikonya kalo produk itu enggak laku gimana... memang enak mikirin orang kaya, tetapi kita melupakan PROSES dimana orang tersebut bisa menjadi kaya... > Untuk maju kaya Jepang tentu kita harus pake Produksi Dalam Negeri. Mungkin sekali lagi Nasionalisme kita diuji tentu tidak seperti Tahun 45 kita mengangkat Senjata. ===== Adanya produk import membuat persaingan lebih ketat. Produsen lokal ditantang untuk membuat produk yang lebih bagus dan lebih berkualitas. Hal itu juga terjadi di Jepang yang membuat orang Jepang bekerja lebih keras untuk bikin negaranya maju, terlepas dari support pemerintah juga sih... sampe saya denger2 (ga tau bener atau enggak), cowok Jepang lebih demen kerja daripada sex hehehe... terlihat kebalik dari film2 JAV yang sering kita tonton yak? ;) So back to topic, saya rasa ini sangat bagus untuk iklim persaingan (kalo ga ada saingan, kapan kita bisa tertantang untuk maju?). Itu yang kita perlu contoh PROSES MENUJU SUKSES dari Jepang yang setengah abad lalu mungkin masih migren akibat dibom atom (atau jangan2 karena bom atom ini mereka jadi pinter yak? otaknya bermutasi jadi mutant kaya xmen? so gimana kalo indonesia di bom juga aja? kali2 jadi tambah pinter dan lulus UN semua)... Ingat, proses-nya yang perlu kita lihat dan contoh, bukan kalo uda sukses baru kita "iri"... baca juga contoh toko roti di paragraf saya sebelumnya. Saya rasa sudah ada cukup banyak ketentuan untuk produk import (dalam hal pajak masuk yang cukup ketat) sehingga bisa memberikan proteksi untuk produk lokal... tapi ya kalo dalam prakteknya banyak barang murah hasil seludupan, ya Anda tanya deh kenapa... jangan tanya ke kita... ;) Kalo produk lokal gak maju2... pake sebulan rusak, pake 3 bulan jebol, ya siapa yang bersedia pake produk lokal? Tapi sebaliknya kalo produk lokalnya bagus (ada banyak contoh saya rasa, seperti merek Polytron yang sudah semakin besar, merek PC lokal seperti Mugen (lokal), IndoPC atau apa gitu (keluaran bhineka ya?), dsb), saya rasa cukup banyak orang lokal kita yang berani pakai dan tidak meragukan kualitasnya.... bener gak? Kita sedang dalam proses (yang mungkin cenderung jalan di tempat)... jadi jangan buru2 pengen sampe garis finish... kecuali Anda punya kemampuan teleportasi... ;) Back to basic hukum ekonomi aja... ada permintaan, ya ada penawaran... ada barang bagus dan terjangkau, terlepas dari lokal or branded, pasti ada calon pembeli... tapi kalo ada penawaran barang import tapi jelek (saya yakin ada banyak rekan di sini yang bisa kasih contoh produk komponen komputer import yang murah tapi kualitasnya cenderung jelek) walaupun murah sekalipun, dijamin permintaan sedikit (kecuali kalo konsumennya agak2 "kurang pandai"). Memang ada juga kelas2 dimana ada barang import yang kualitas biasa2 saja tapi harga kelas premium karena pake merek ternama (faktor gengsi), tapi khusus bagian ini tidak kita bahas ya... karena sudah lain lagi kelasnya... :) > Jelas kita lagi perang melawan Globalisasi. Kalo bukan kita-kita yang melindungi Produksi Dalam Negri sendiri siapa lagi. ===== Guru kencing berdiri, murid kencing berlari... gurunya kencing push up, muridnya mungkin sambil scout jump atau sambil kayang (ga mau kalah hehehe)... Kita berkaca dari pemerintah dan aparat dulu deh... mereka lebih punya akses untuk memajukan dan melindungi produksi dalam negeri dibandingkan kita rakyat kecil yang mungkin tidak pernah dianggap... Udalah, kita main TI aja... ga usah mikirin urusan politik... tapi sekali lagi, kalo ada produk dalam negeri yang bagus, itu wajib kita dukung... itu aja... kalo jelek, ya harus kita hindarin, terlepas dari itu lokal... kita coba kasih masukan supaya mereka (produk lokal) bisa maju... tapi kalo yang diajarin keras kepala, ya uda tinggalin aja... gampang toh? So kalo ada yang kasih Internet unlimited murah, mau import keq, ya wajib kita sikat... apa iya kita enggak nasionalisme? justru kita memanfaatkan Internet unlimited murah ini untuk membuat bangsa kita lebih maju dan lebih melek teknologi... Thanks dan maaf kalo saya ada salah2 kata... ;) baru bangun tidur nih. .. masih di atas ranjang... kali2 otak ama tangan saya masih emosional kekeke... Sincerely, Jimmy Auw. -- www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia Info, Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] :: Hapus bagian yang tidak perlu (footer, dst) saat reply! :: ## Jobs: itcenter.or.id/jobs ## Bursa: itcenter.or.id/bursa ## $$ Iklan/promosi : www.itcenter.or.id/sponsorship $$ [@@] Jaket ITCENTER tersedia di http://shop.itcenter.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
