Henkie Basuki Djayapranata wrote:
> Itu adalah kelemahan dari jenis UPS yang "off line", yaitu jeda waktu yang 
> terputus, antara listrik dari luar dan kemudian digantikan dengan listrik 
> dari batere yang di "invert" menjadi listrik 220 volt lah, yang terlalu lama, 
> bagi power supply CPU yang menyebabkannya.  
> Biasanya, perancang hanya membuat waktu itu aman, hanya kalau tegangan 
> listrik PLN nya, langsung mati.

kalau saya baca dengan teliti posting originalnya, kasusnya adalah begini :
a. kalau cuman input UPS saja yang dicabut, UPS aktif dan komputer tidak 
restart
b. tapi kalau keseluruhan rumah/gedung mati, UPS aktif namun komputer 
restart.
c. yang dihubungkan ke UPS hanyalah CPU. Monitor dan periferal lain tidak.
d. listrik sering mati karena beban overload sehingga MCB tripped.

Jadi bukan masalah listrik mati-hidup-mati.

Dari symptom di atas, saya memperkirakan di jaringan listrik 
rumah/gedung tersebut ada beban/alat listrik yang sifatnya induktif, 
akibatnya ketika keseluruhan gedung/rumah mati, beban induktif itu 
memproduksi spike /transient voltage yang tinggi dan menghantam komputer 
tersebut. Tentu saja asumsi ini valid jika kecepatan timbulnya spike 
lebih cepat dari kecepatan relay bergerak (kadang karena tingginya 
spike, masih bisa lompat lewat celah relay yg tidak tertutup). Solusi 
dari ini adalah pakai UPS atau Power Supply unit yang punya rangkaian 
line filter dan spike arrester yang bagus.

Hypothesis yang lain, adalah transient tersebut terjadi di periferal yg 
tidak di-supply oleh UPS. Karena periferal tersebut tiba tiba kehilangan 
catu daya listrik, dia menimbulkan spike dan karena masih terhubung ke 
CPU dari jalur data, bukan tidak mungkin ada perubahan ground level yang 
bisa mengacaukan catu di dalam CPU. Solusinya, coba masukkan semua 
device yang terkoneksi ke dalam CPU ke dalam UPS yang sama. Tentu saja 
daya UPS kudu cukup.

Hypothesis yang lain juga, karena matinya rumah/gedung karena overload, 
bisa jadi ketika beban overload, terjadi brown-out (penurunan tegangan). 
Bisa jadi selama brown out tersebut, level tegangan sudah ada di bawah 
batas minimum power supply CPU, tapi masih belum cukup untuk men-trigger 
UPS melakukan switching. Solusinya adalah mencari power supply CPU yang 
lebar tolerasi tegangannya besar (rada susah sekarang, kebanyakan power 
supply udah jadi barang kacangan, gak seperti jaman dahulu yang sanggup 
dari 90V - 240V), atau cari UPS yang limit lower tresholdnya bisa 
di-atur (ini biasanya ada di smart UPS).

Just my 2 cents.
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 


-- 
www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] 
## Jobs: itcenter.or.id/jobs ## Bursa: itcenter.or.id/bursa ##

## Jaket ITCENTER tersedia di http://shop.itcenter.or.id 
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke