Nah .. kita bisa saja disini ber-andai2...mungkin ini special policy or else
tapi bagaimana solusi bagi kita2 yang sudah terlanjur beli OEM ?
Mau H2C(harap2 cemas) BSA akan mempermasalahkan OEM kita atau ngga?
 
Memang kalau di runut kejadian beli lisensi OEM tanpa hardware memang
kesalahan kita sendiri.
Kurang pengetahuan mengenai license (maklum dari jaman pertama kali pegang
komp selalu mengkopi software, BAD!)
Yang penting kita sekarang sudah mulai mengerti mana yang salah mana yang
benar.

Balik lagi soal OEM yang sudah terlanjur ada di lemari kantor...bagaimana
kira-kira solusinya?
Tetap harus beli full retail (membuang OEM s/w yg notabene TIDAK MURAH)
Mungkin ada teman teman disini punya pengalaman yang sama dengan solusi yang
lebih cerdas? 

Utk Bung Wiempy : Sudah pernah disambangi BSA di kantornya?

Regards,
TomasDeli

________________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Wiempy
Sent: 07 September 2007 12:38
To: [email protected]
Subject: Re: [ITCENTER] [Ask] Nanya ,untuk melegalkan Windows Bajakan ?

----- Original Message ----- 
From: "Albert Siagian" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Friday, 07 September, 2007 11:13 AM
Subject: RE: [ITCENTER] Re: [Ask] Nanya ,untuk melegalkan Windows Bajakan ?
>
> Saya punya analisa mengenai hal ini, tentunya perlu verifikasi dari MS.
>
> Hal ini bisa terjadi, mungkin karena MS ingin ada "pemutihan" lisensi di
> Indonesia. Pemutihan ini caranya bukan dengan melegalkan Windows bajakan,
> tapi dengan sedikit memberikan toleransi (baca: perubahan EULA) pada 
> Windows
> OEM. Toleransi ini hanya berlaku di Indo, jadi EULA yang ada di situs 
> MS/CD
> OEM, itu tidak diubah.
>
> Jadi strateginya, untuk PC-PC lama, daripada konsumen harus beli FPP yang
> harganya USD 300, lebih baik beli OEM terpisah yang harganya USD 150.
>
> Microsoft dapat uang USD 150 per PC, dan konsumen tidak perlu bayar USD 
> 300
> untuk beli lisensi FPP.
>
> Win-win solution, tentunya dari sudut pandang MS.
>
> Hanya saja, apakah sistem ini sudah disosialisaikan kepada pihak yang
> berkait, saya ngga tahu. Saya juga ngga tahu, jika pihak berkait sudah 
> tahu,
> tapi pura-pura tidak tahu, alias UUD.
>
> Salam
> Albert

Wpy
Analisa Bung Albert sepertinya saya setuju. Hanya mungkin banyak
org sbg End Users ataupun company tdk banyak yg mengetahui
trik2 dari MS tsb. Sbg contoh kasus beberapa bulan yg lalu
mengenai penggunaan OfficeStation untuk sharing satu komp
agar bisa dipakai sampai 10 user. Ada yg bilang hal tsb tdk sah
karena harus membutuhkan 10 lisensi Windows. Ada yg bilang
sah2 saja. Setelah saya telp ke Technical Support MS Indo,
dibilang legal. Tapi itupun dijawab secara ragu2 dan tdk
meyakinkan banget, kesannya kurang professional. Akhirnya
saya pakai saja OfficeStation tsb, tapi hanya dipakai untuk 2
org user saja. Satu sbg user utama, satunya lagi sbg user biasa.

Salam,
Wiempy  



-- 
www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Gabung, Keluar, Mode Kirim : [EMAIL PROTECTED] 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke