Sumber :
http://www.oktomagazine.com/oktotainment/film/1598/perang.semut.animasi.kreasi.anak.bangsa

Film animasi kini tidak lagi hanya dianggap sebagai hiburan untuk anak – anak, 
namun sudah dipandang sebagai sebuah bisnis yang menjanjikan oleh banyak sektor 
industri, khususnya industri kreatif.

Yang menjadi dasar utama dalam dunia industri kreatif adalah ide yang keluar 
dari pemikiran seseorang, tentunya ditunjang dengan peralatan teknologi. Biaya 
yang dikeluarkan untuk kebutuhan teknologi itu kini semakin terjangkau. Video 
3D animasi buatan anak negeri mulai banyak beredar, meskipun masih sebatas di 
dunia maya melalui jejaring sosial dan forum lokal.

Dari sekian banyak acara yang terangkai di dalamnya, yang mendapat perhatian 
lebih dari pengunjung adalah film animasi. "Respon publik dan jumlah pengirim 
karya ke HelloFest mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Kualitas dari 
setiap karya animasi yang dikirimkan juga semakin mendekati sempurna yang biasa 
dibuat oleh para professional." Kata Wahyu Aditya, pendiri sekolah animasi dan 
kreatif Hello Motion Academy.

Beberapa karya animasi buatan anak bangsa pun ikut ditampilkan dalam event ini. 
Salah satunya adalah Semut Wars Spec Ops. Animasi yang dihasilkan melalui 
pemikiran kreatif Johanes Baptista Permadi sangat menarik untuk ditonton.

Berawal dari hobi menciptakan sebuah film pendek animasi, Permadi telah 
berhasil mengembangkan konsep film Semut Wars sehingga menghasilkan sebuah film 
animasi yang memang layak menjadi tontonan serial TV animasi. Situasi 
peperangan yang dianggap sebagai sesuatu yang mengerikan bisa dirubahnya 
menjadi sebuah tontonan yang berkualitas dan disukai.

Film yang berdurasi kurang dari tujuh menit itu menggunakan tagline "War is Not 
a Game". Tergambar dari setiap bentuk senjata yang digunakan, bangunan – 
bangunan dan kendaraan yang terlihat begitu nyata dalam film tersebut. "Perang 
bukanlah permainan, sekali tertembak peluru siapapun bisa mati. Saya tidak mau 
anak – anak yang menonton film ini berfikiran bahwa perang cuma sekedar sebuah 
permainan yang menyenangkan." Tegas Permadi.

Mengisahkan misi rahasia dua prajurit semut yang bernama Malih dan Jon. Kedua 
semut yang terlatih itu mendapatkan tugas dari Komandan Spec Ops untuk 
menghancurkan sebuah instalasi misil yang berada dibawah penjagaan laba – laba 
jahat bernama Esca.

Semut Wars yang diproduksi oleh Spinner Somnium Studio, sebuah studio indie 
yang dimiliki oleh Johanes Baptista Permadi, Shanty Rahayu, dan Yoan Fransiska 
telah berhasil menjadi salah satu finalis dari total keseluruhan sebanyak 304 
karya peserta. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan.

Berkembangnya karya – karya animasi Indonesia sekarang ini diharapkan akan 
lebih memacu tingkat kreatifitas anak bangsa. "Karya animasi Indonesia 
mempunyai kualitas yang hampir sama dengan animasi dari luar negeri. Hanya saja 
kurang berani untuk memperkenalkan karyanya ke pasar," ujar Fred Deakin, 
animator sekaligus pakar budaya popular asal London, Inggris yang juga hadir 
dalam HelloFest 8.

- Ekspresikan ide & tulisanmu di forum okto http://forum.oktomagazine.com/



------------------------------------

-- 
www.itcenter.or.id - Komunitas Teknologi Informasi Indonesia 
Gabung, Keluar, Mode Kirim : [email protected] 

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ITCENTER/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke