> kalimat ini, - "Sulit juga bagi saya
> membayangkan TNI nggak netral. Mental
> mereka nggak disitu", - itu maksudnya apa?
> membayangkan TNI nggak netral. Mental
> mereka nggak disitu", - itu maksudnya apa?
Saya maksudkan adalah "mind-set" dari tentara
Indonesia. Mind-set ini dalam
bentuk doktrin. Yang jadi masalah adalah doktrin yang
selalu menganggap
diri sebagai "tentara-rakyat". Kelihatannya remeh.
Namun, efeknya besar
sekali. Doktrin ini mengharuskan adanya fungsi
territorial. Selain itu,
doktrin ini juga dijabarkan dalam sistem pertahanan
rakyat (hankamrata)
yang di mana-mana mengharuskan pembentukan
milisi-milisi untuk pertahanan.
Diobrak-abrik di Timtim, tapi mereka toh tetap buat di
Aceh dan di Papua.
Indonesia. Mind-set ini dalam
bentuk doktrin. Yang jadi masalah adalah doktrin yang
selalu menganggap
diri sebagai "tentara-rakyat". Kelihatannya remeh.
Namun, efeknya besar
sekali. Doktrin ini mengharuskan adanya fungsi
territorial. Selain itu,
doktrin ini juga dijabarkan dalam sistem pertahanan
rakyat (hankamrata)
yang di mana-mana mengharuskan pembentukan
milisi-milisi untuk pertahanan.
Diobrak-abrik di Timtim, tapi mereka toh tetap buat di
Aceh dan di Papua.
Implikasi yang lain adalah operasi tempur diganti
dengan operasi yang lebih
murah: operasi intelijen, yang uncontrollable. Mental,
sekali lagi mental!
Ini sudah ideology mereka. Kalau ada kesempatan,
mereka akan ambil karena
mental ini. Tentara kan sebenarnya borjuasi, yang
selalu covering their
head with rakyat.
dengan operasi yang lebih
murah: operasi intelijen, yang uncontrollable. Mental,
sekali lagi mental!
Ini sudah ideology mereka. Kalau ada kesempatan,
mereka akan ambil karena
mental ini. Tentara kan sebenarnya borjuasi, yang
selalu covering their
head with rakyat.
Ini jumlah kelas lulusan Akabri:
1973: 436
1974: 432
1975: 303
1976: 85
1977: 79
1978: 93
1979: No class
1973: 436
1974: 432
1975: 303
1976: 85
1977: 79
1978: 93
1979: No class
Orang yang lulusan tahun 75 dan 76 sebagian besar
sekarang masih jadi
kolonel. Meski ada yang sudah Letjen. Lulusan menurun
sejak 1976 sampai
tahun 1979. Tahun 80an naik lagi, sekitar 200an.
Apakah ini akan
berpengaruh terhadap netralitas TNI? Mungkin saja.
Memang ini akan
menghalangi kemampuan tentara untuk kudeta. Tapi,
untuk netral dalam
politik? Saya kok melihat soal doktrin juga penting.
sekarang masih jadi
kolonel. Meski ada yang sudah Letjen. Lulusan menurun
sejak 1976 sampai
tahun 1979. Tahun 80an naik lagi, sekitar 200an.
Apakah ini akan
berpengaruh terhadap netralitas TNI? Mungkin saja.
Memang ini akan
menghalangi kemampuan tentara untuk kudeta. Tapi,
untuk netral dalam
politik? Saya kok melihat soal doktrin juga penting.
Tapi factor lain juga penting. Tentara Indonesia itu,
under-trained,
under-paid, under-equiped - pokoknya under segalanya.
Sejak beberapa tahun
yl. Mereka juga sudah diisolasi dari pergaulan
internasional. Mereka memang
sadar soal itu. Soalnya sekarang adalah: godaan
politik ini sungguh
menantang. Apalagi, politisi sipil semakin menggoda
mereka untuk terjun saja.
under-trained,
under-paid, under-equiped - pokoknya under segalanya.
Sejak beberapa tahun
yl. Mereka juga sudah diisolasi dari pergaulan
internasional. Mereka memang
sadar soal itu. Soalnya sekarang adalah: godaan
politik ini sungguh
menantang. Apalagi, politisi sipil semakin menggoda
mereka untuk terjun saja.
> (4) Bagaimana dengan para perwira lulusan
> 80-an? Jumlah lulusan dekade itu rata-rata
> cuma 200-an orang. Untuk 10 Kodam, 2 Divisi
> Kostrad, Kopassus, persaingan jadi jenderal
> nggak terlalu ketat.
> 80-an? Jumlah lulusan dekade itu rata-rata
> cuma 200-an orang. Untuk 10 Kodam, 2 Divisi
> Kostrad, Kopassus, persaingan jadi jenderal
> nggak terlalu ketat.
Nggak juga. Karena lagged di angkatan paruh akhir
70an, akan ada orang yang
melompat roket, mengisi jabatan-jabatan penting. Nah,
disinilah saya lihat
peranan klik akan sangat besar. Ada beberapa nama yang
menonjol seperti
Kol. Panji Harry Soeko (yang sekarang jadi Komandan
Sektor di Aceh), Kol.
Andogo Wiradi (juga Dan Sektor di Aceh). Mereka ini
lulusan awal tahun
1980an. Tapi saya belum tahu kaitan mereka ke atas.
Belum ada info apakah
mereka juga anak atau mantu jendral. Kayaknya sih
bukan. Orang tempur
biasanya bukan siapa-siapa, sehingga mudah disalahkan.
Nah, persaingan akan
sangat sengit ke atas karena ini adalah
kolonel-kolonel dari kelas-kelas besar.
70an, akan ada orang yang
melompat roket, mengisi jabatan-jabatan penting. Nah,
disinilah saya lihat
peranan klik akan sangat besar. Ada beberapa nama yang
menonjol seperti
Kol. Panji Harry Soeko (yang sekarang jadi Komandan
Sektor di Aceh), Kol.
Andogo Wiradi (juga Dan Sektor di Aceh). Mereka ini
lulusan awal tahun
1980an. Tapi saya belum tahu kaitan mereka ke atas.
Belum ada info apakah
mereka juga anak atau mantu jendral. Kayaknya sih
bukan. Orang tempur
biasanya bukan siapa-siapa, sehingga mudah disalahkan.
Nah, persaingan akan
sangat sengit ke atas karena ini adalah
kolonel-kolonel dari kelas-kelas besar.
Kasihan lho, mereka yang pariah ini di TNI. Dandim
Aceh Barat, misalnya,
Letkol Yakraman Yagus. Dia kan kena kasus di Timtim,
terus dipindah ke Aceh
lagi. Orang beginian ini, paling pensiun kolonel.
Aceh Barat, misalnya,
Letkol Yakraman Yagus. Dia kan kena kasus di Timtim,
terus dipindah ke Aceh
lagi. Orang beginian ini, paling pensiun kolonel.
Untuk masa depan, persaingan juga akan melibatkan
"pangeran-pangeran" yang
ada di tentara. Ada anaknya Feisal Tanjung, mantunya
Hendro Priyono (yang
nangkep Al-Faruk; Mayor Andhika (Akmil 87)), dan lain
sebagainya. Lihat
saja sekarang di Aceh. Saya yang nyatetin Aceh setiap
hari, tidak pernah
menemukan nama-nama pangeran-pangeran atawa tentara
darah biru ini disana.
Nanti kalau ada operasi yang hampir berhasil, pasti
nama mereka akan
muncul. Seperti Prabowo waktu kasus Lobato dan kasus
Mapenduma.
"pangeran-pangeran" yang
ada di tentara. Ada anaknya Feisal Tanjung, mantunya
Hendro Priyono (yang
nangkep Al-Faruk; Mayor Andhika (Akmil 87)), dan lain
sebagainya. Lihat
saja sekarang di Aceh. Saya yang nyatetin Aceh setiap
hari, tidak pernah
menemukan nama-nama pangeran-pangeran atawa tentara
darah biru ini disana.
Nanti kalau ada operasi yang hampir berhasil, pasti
nama mereka akan
muncul. Seperti Prabowo waktu kasus Lobato dan kasus
Mapenduma.
Jadi, secara analisis struktur pun, tampak bahwa
tentara juga mungkin untuk
nggak netral. TENTARA ADALAH SEBUAH KASTA POLITIK.
Ingat itu.
tentara juga mungkin untuk
nggak netral. TENTARA ADALAH SEBUAH KASTA POLITIK.
Ingat itu.
> (5) Apakah selesainya Perang Dingin nggak
> ada pengaruhnya? Apakah perobahan geopolitik
> (a.l munculnya RRT sebagai kekuatan ekonomi/
> politik/militer regional, propaganda Perang
> Lawan Teror dan AS terbenam dalam Perang Iraq)
> nggak mempengaruhi pola pikir perwira-perwira
> muda TNI?
Memang ada pengaruhnya.
Yang saya takutkan adalah tentara akan mata gelap.
Mereka sudah lama
disingkirkan dan dianggap pariah oleh dunia
internasional. Nggak main
politik dimusuhin, main politik juga dimusuhin. Mau
apa lagi? Sejak tahun
1999, TNI sudah nggak ada yang ngajak latihan lagi
diluar negeri. Kecuali
latihan kecil dengan Malaysia. Itupun hanya TNI-AL. AD
sama sekali diisolir
akibat pelanggaran HAM terus menerus.
Mereka sudah lama
disingkirkan dan dianggap pariah oleh dunia
internasional. Nggak main
politik dimusuhin, main politik juga dimusuhin. Mau
apa lagi? Sejak tahun
1999, TNI sudah nggak ada yang ngajak latihan lagi
diluar negeri. Kecuali
latihan kecil dengan Malaysia. Itupun hanya TNI-AL. AD
sama sekali diisolir
akibat pelanggaran HAM terus menerus.
Nah, kalau ente berharap-harap, saya justru
bercemas-cemas.
bercemas-cemas.
Oh ya, perhatikan siapa yang mendukung SBY. Hari ini
saya dengar dia ketemu
sama jendral pensiunan. TB Silalahi ada di kubu dia.
Juga Saiful Sulun dan
banyak jendral politik lainnya. Ada Pendukung SBY.
Tahu siapa yang antara
lain ada disana? Yayasan Seroja! Nah .....
saya dengar dia ketemu
sama jendral pensiunan. TB Silalahi ada di kubu dia.
Juga Saiful Sulun dan
banyak jendral politik lainnya. Ada Pendukung SBY.
Tahu siapa yang antara
lain ada disana? Yayasan Seroja! Nah .....
Yang ente forwardkan adalah sikap Mabes TNI, yang
sekarang sedang jadi the
sitting duck. Lihat TNI-AD. Endriartono, menurut saya
sudah kalah perang.
Bukankah menarik, kalau yang dilamar oleh Amien Rais
adalah Ryamizard dan
bukannya boss-nya, Endriartono?
sekarang sedang jadi the
sitting duck. Lihat TNI-AD. Endriartono, menurut saya
sudah kalah perang.
Bukankah menarik, kalau yang dilamar oleh Amien Rais
adalah Ryamizard dan
bukannya boss-nya, Endriartono?
[Catatan: Ini keterangan dari seorang teman yg sudah
lama jadi da watcher
ABRI-TNI - trims, ben abel]
Do you Yahoo!?
Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for 25�
Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)
website http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

