PROGRAM KUK MEI 2004

Selasa s.d Minggu, 11-16 Mei 2004 [Galeri Lontar]
Presentasi dan Introduksi Media Seni Baru (New Media Art) Indonesia

Media seni baru (new media art) menjadi fenomena menarik dalam satu
dekade belakangan ini. Ia dipertunjukan tak hanya di galeri, museum, tapi
juga di cafe, mal, lapangan bola, dan ruang publik lainnya. Pegiatnya
yang sebagian besar generasi baru Indonesia, datang dari pelbagai
disiplin ilmu pengetahuan. Umumnya mereka akrab  dan menggilai  perkakas
informatika masa kini. Lewat perkakas canggih itu, mereka mengatakan
bahkan pengalaman paling subtil dalam dirinya. Atau dengan perkakas itu
mereka menikmati suatu permainan, suatu eksperimen, suatu perayaan. Dan,
mungkin pula suatu kegilaan. Hampir tak adalagi tempat bagi perbincangan
besar semacam ideologi  dan pencarian identitas bangsa, sebagaimana yang
sering di usung oleh perayaan kesenian masa lampau.
Direktorat Kesenian, Kementerian Kebudayaan  yang, bekerjasama dengan
Galeri Lontar, Komunitas Utan Kayu, Ruang rupa dan Jejaring, mencoba
merekam jejak kegiatan media baru di Indonesia.  Diantaranya
menyelenggarakan pameran  digital fotografi, video art, animasi,
performance art, screening sejumlah karya-karya video dari kelompok
generasi baru Indonesia, dan lain sebagainya. Acara yang berlangsung
selama 5 hari ini, juga dilengkapi dengan workshop, bersama pakar media
baru.

Selasa, 11 Mei 2004, pk. 19.30 WIB [Kedai Tempo]
Pembukaan Pameran Performance Art bersama Wayang Cyber

Rabu, 12 Mei 2004, pk.10.00 WIB, [Teater Utan Kayu]
Workshop Fotografi Digital dan Video Art bersama Krisna Murti

Kamis, 13 Mei 2004, pk.15.00 WIB [Teater Utan Kayu]
Diskusi New Media Art dan perkembangannya kini di Indonesia

Jumat, 14 Mei 2004, Pukul 20.00 WIB
PELUNCURAN DUA BUKU CERPEN
A.S. Laksana, Bidadari yang Mengembara
Kurnia Effendi, Senapan Cinta

Pembacaan cerpen oleh Alex Komang, Cornelia Agatha, Sandrina Malakiano,
Slamet Rahardjo Djarot, dengan iringan violin Eko Partitur
A.S. Laksana dan Kurnia Effendi adalah dua nama yang terbilang menonjol
dalam dunia penulisan cerita pendek Indonesia dewasa ini. Dengan pilihan
tema dan gaya bercerita masing-masing, kedua cerpenis tersebut
menjelajahi bahan dan bahasa secara intens tanpa mengabaikan semangat
bermain�alhasil, cerpen-cerpen mereka bisa menukik tajam ke lapis-lapis
yang sering tersembunyi dalam dunia manusia tanpa kehilangan rasa humor
dan kehangatan. Acara peluncuran Bidadari yang Mengembara dan Senapan Cinta
(keduanya diterbitkan oleh KataKita) akan dimeriahkan dengan pembacaan
sejumlah cerpen dari kedua buku tersebut oleh Alex Komang, Cornelia
Agatha, Sandrina Malakiano, dan Slamet Rahardjo Djarot; dengan iringan
violin oleh Eko Partitur.

Jumat s.d Minggu, 21-23 Mei 2004 [Teater Utan Kayu]
Pemutaran Film Thailand Kontemporer dan diskusi Thai Film Critics

Jumat, 21 Mei 2004
16.30 � Nang Nak (Nonzee Nimibutr, 1999)
19.00 � Blissfully Yours (Apichatpong Weerasethakul, 2002)

Sabtu, 22 Mei 2004
15.00 � One Night Husband (Pimpaka Towira, 2003)
17.00 � Tears of the Black Tiger (Wisit Sasanatieng, 2000)
19.00 � Iron Ladies (Youngyooth Thongkonthun, 2000)

Minggu, 23 Mei 2004
15.00 � Last Life in the Universe (Penek Ratanaruang, 2003)
17.30 � Diskusi, Pembicara: Anchalee Chaiworaporn
19.00 � The Legend of Suriyothai � Francis Ford Coppola Cut
(Chatrichalerm Yukol, 2002)

Pada tahun-tahun belakangan sinema Thailand merupakan salah satu
gelombang perfilman yang banyak dibicarakan di forum internasional.
Kebangkitan ini melibatkan pelbagai unsur dan segi dalam dunia perfilman
mereka: proyek-proyek studio maupun independen, generasi tua dan muda, kaum
lelaki dan perempuan. Telah banyak karya sinema Thai yang memasuki kancah
festival film penting seperti Cannes, Berlin, Venesia, dan mendapat
perhatian serta penanganan dari para distributor film internasional.
Bulan ini TUK akan memutar sejumlah film Thai pilihan dan
menyelenggarakan diskusi bersama seorang sineas muda dari Thailand,
Anchalee Chaiworaporn.

Selasa s.d Minggu, 25 Mei s.d 6 Juni
Pameran Video Instalasi Nadiah Bamadhaj dari Malaysia [Galeri Lontar]

Nadiah Bamadhaj, terlahir pada 1968  di Petaling Jaya, Selangor,
Malaysia. Minatnya sangat besar pada media baru. Sejumlah karya-karyanya
pernah dipamerkan di antaranya di Selandia Baru dan Jerman. Ia tertarik
pada tema-tema relasi antara kebudayaan dan kekuasaan. Misalnya video
instalasi yang dipertunjukkannya di Galeri Lontar kali ini,  ia menggarap
peristiwa enamlima di Jakarta, peristiwa politik paling berdarah  di
Indonesia. Ia merekam sepanjang jalan di kota-kota Indonesia yang,
sebagian besar ditandai dengan nama-nama para jenderal.
Penerima penghargaan Jane Rounick Memorial Award for Sculpture, ini
pernah belajar seni kriya dan sosiologi di Universitas Canterbury,
Selandia Baru. Ia juga banyak melibatkan diri pada organisasi sosial,
diantaranya pada Pink Triangle Malaysia dan Sydney Health Centre. Kini
menetap di Kuala Lumpur dan mengajar di salah satu pendidikan kesenian di
kota tersebut.
 
Selasa, 25 Mei, pk.19.30 WIB [Kedai Tempo]
Pembukaan Pameran Video Instalasi

Kamis, 27 Mei, pk.19.00 WIB [Teater Utan Kayu]
Diskusi JIL "Teori Hermenuetika Alquran Nashr Hamid Abu Zaid"
Narasumber: Yusuf Rahman dan Zuhairi Misrawi

Nashr Hamid Abu Zaid termasuk dalam deretan pemikir Muslim yang
kontroversial.  Oleh para ulama Mesir, pemikiran-pemikiran Abu Zaid
dipandang telah melenceng dari ajaran Islam.  Ini, salah satunya
disebabkan oleh pandangannya yang terlampau berani menyangkut eksistensi
Alquran. Menurutnya, Alquran adalah teks linguistik yang bersifat
kemanusiaan betapapun ia tetap memiliki unsur keilahian. Alquran ketika
diujarkan dengan menggunakan piranti kultural berupa bahasa, maka
Alquran, diakui atau tidak,--demikian Abu Zaid--telah bermetamorfosa
menjadi teks yang terkena hukum sejarah.  Alquran adalah produk budaya,
tandasnya dalam buku Mafhum al-Nash. Dengan demikian, Alquran tidak bisa
diposisikan pada hirarki transendentalnya semata sembari dilucuti dari
konteks budaya yang menyelimutinya.
JIL melalui serial diskusi bulanannya yang bekerja sama dengan TUK,
hendak membedah teori hermeneutika yang disodorkan oleh Nashr Hamid Abu
Zaid yang meliputi (1) tekstualitas Alquran; (2) problematika teks dan
konteks; (3) tarik menarik antara al-ma'na dan al-maghza; (4) perbedaan
antara tafsir, takwil, dan talwin; (5) pencarian makna obyekif.  Beberapa
pokok soal itu hendak dielaborasi di dalam forum diskusi dimaksud



Teater Utan Kayu
Jl. Utan Kayu 68H, Jakarta Timur 13120
telp. 021 7079 8628, 857 3388
fax.  021 857 3387
join the mailing-list: [EMAIL PROTECTED]
www.utankayu.org [sedang dibangun]


Do you Yahoo!?
Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for 25�

Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)

website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke