--- In [EMAIL PROTECTED], "la_luta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mengenai Capres yang didukung oleh kaum penguasaha kuat, sedang ataupun lemah sebenarnya sudah menjadi standart ukuran kehidupan perpolitikan universal. Tapi kalau persoalannya terletak pada hubungan interaksi kehidupan dinamik sosial-politik/sosial-ekonomi antar penguasa dan pengusaha tidak diimbangi oleh kontrol wakil rakyat yang berpihak pada proses keadilan sosial-hukum dan mengabdi pada kesejahteraan kerakyatan juga tidak ada artinya. Sa�t ini fungsi dari proses Demokratisasi musti dibangun terlebih dahulu dengan sistim keterbukaan, kejujuran dan kesamaan pemahaman untuk membangun suatu sistim kenegaraan yang mandiri dan bijaksana serta bersih dari elemen budaya KKN. Inipun musti ditunjang oleh prinsip membangun kekuatan kolektif yang mampu mengontrol kepentingan individu dalam sikap keberpihakan serta tindakan pengabdian untuk keadilan-sosial.
Jadi, untuk siapapun yang menang dalam pertikaian Capres akan tidak ada artinya kalau kekuatan opposisi dalam sistim Demokratisasi tidak mulai dibangun dari sekarang! Kaum bourjuasipun di perancis, ketika mereka berhasil memenangkan Revolusi Perancisnya, tidak akan juga mampu membangun tradisi Demokratisasi politik-ekonominya selama lebih dari 300 tahun kalau tanpa mengandalkan kekuatan kapital mandiri dari para pengusaha serta penguasa Nasionalnya. Begitu juga dengan Amerika yang kemandirian politik-ekonominya dengan cara membunuh para kaum Indian dan membangun sistim ekonomi-perbudakan dari menghisap bangsa Afrika selama ratusan tahun Sedang umur Republik Indonesia relatif baru lahir dari rahim Ibu pertiwinya. Kita jangan melupakan, bahwasanya sa�t ini Indonesia musti menanggung beban warisan HUTANG dan Pelanggaran HAM-BERAT masa Orde baru yang tumbuh subur dan bermekaran di sepanjang kepulauan Nusantara selama lebih dari 30 tahun. Kitapun jangan berilusi, KARENA kita masih hidup dalam warisan dominasi kehidupan Budaya moral dan etika ORDE BARU-MILITERISM yang dimana kaum Oligarkhispun, terutama tantangan dari kekuatan politik-ekonomi kaum Oligarchis-Militernya, akan tetap menunjukan sikap pengabdian sistim Ekonomi Perbudakan Bangsa Aria serta keberpihakannya terhadap Kekuatan politik dan kapital Internasional, yang dimana diwakili oleh IMF&Worldbank serta pengaruh politik pertikaian antar Eropa Uni versus Amerika beserta sekutunya... Jadi Budaya dan Etika KKN tetap masih mendarah daging dalam JIWA kaum elites pengusaha sipil maupun Militer serta para penguasanya! Untuk itu si ARpun dan lain-lainnya masih tetap mewarisi anak bangsa KKN bersumber pada Air Susu Ibu,ASI, Bangsa Aria. Wallahualam... La Luta Continua! --- In [EMAIL PROTECTED], JASP <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Pengamat politik Fachry Ali menekankan agar jangan memilih kandidat yang > didukung kaum oligarkis, calon presiden yang didukung pengusaha kuat > sehingga memungkinkan terjadinya persekongkolan antara pengusaha dan > pemerintah , dimanapun dinegara yang maju dalam pemilu selalu ada pengusaha > yag mendukung partai. Contoh ialah negara adikuasa Amerika Serikat: baik > Partai Republik maupun Partai Demokrat ialah 2 Partai terbesar di negara > tersebut dalam kampanye kepresidenan selalu didukung oleh pengusaha dan > dana partai didapatkan dalam jumlah besar dari dukungan-dukungan pengusaha. > > Setiap kampanye pemilihan presiden selalu didukung oleh dana kuat, tanpa > dana mana mungkin melakukan kampanye ? Jadi apa yang dikatakan oleh Fachry > Ali tak jelas dan sangat mungkin digunakan untuk kampanye pendukung calon > presiden. Ada calon presiden yang tidak didukung oleh dana pengusaha , > tetapi didukung dana Koruptor ; misalnya mantan menteri keuangan zaman > rezim Orba yang dituduh korupsi besar-besaran, ini lebih celaka lagi. > Tetapi memang dinegara yang sarat dengan korupsi sangat sulit membedakan > dari mana dana didapatkan, mana politikus munafik dan mana politikus busuk. > Darimana dana untuk membeli kaos bergambar calon presiden dan wakilnya ? > Darimana dana untuk mengerahkan sopir Bajai dalam kampanye ? Darimana dana > untuk menyewa pesawat terbang ( seperti dilakukan oleh Amien Rais atau > Wiranto ), yang tentunya sangat mahal dan memang praktis dan cepat > menjangkau jarak jauh. > > Banyak kampanye yang dilakukan dengan tidak masuk akal, misalnya kampanye > anti calon presiden yang berasal dari TNI, sebab TNI tidak mencalonkan > seseorang dan jelas pernyataan Panglima TNI bahwa TNI tidak mendukung > siapapun juga dan pada posisi netral. Ada beberapa presiden terkenal > demokrat dan mantan Jenderal , sebagai contoh ialah Jenderal Dwight > Eisenhower yang terpilih sebagai presiden Amerika Serikat pasca Perang > Dunia II dan Eisenhower dikenal sebagai penegak Demokrasi. Charles de Gaule > adalah mantan Jenderal yang menjadi presiden Perancis dan memerintah dengan > baik. Tetapi ada beberapa orang sipil yang terpilih menjadi presiden tetapi > dikenal sebagai Rezim diktator, sebagai contoh ialah Adolf Hitler yang > rasialis dan menggunakan militer sebagai unsur dominan dalam pemerintahannya. > > Seorang teman mengatakan bahwa seorang mantan militer yang baik dan > demokrasi akan lebih baik menjadi kepala negara Indonesia, karena ia > mengenal faktor kuat dan lemahnya militer dan justru karena pengetahuannya > yang mendalam tentang TNI, ia akan sanggup memperbaiki demokrasi di > Indonesia. Tentu saja seorang mantan Jenderal yang demokrat sangat > diharapkan memimpin negara Indonesia yang terancam perpecahan, terancam > kekuatan militan atau penganut aliran terorisme dan juga berbagai > perpecahan yang disebabkan perang antar suku , antar golongan dan banyaknya > politikus busuk. > > Yang dibutuhkan ialah seorang pemimpin yang berjiwa lurus dan memiliki > kesanggupan mengorganisir negara ini menuju kemakmuran dan persatuan. > Seorang pemimpin yang sanggup mengatur negara, yang sanggup berpolitik > dengan baik dan bukan seorang pemimpin yang didukung kelompok tertentu > tetapi diragukan itikadnya oleh kelompok lain. > > Selamat memilih 5 Juli 2004 > > > > > > > At 02:27 PM 6/25/2004, you wrote: > >Saya sependapat dengan pernyataan Fachry Ali tersebut. Jika yang > >terpilih adalah kandidat yang didukung oleh kaum oligarkis, maka > >model perselingkuhan pngusaha dan penguasa seperti pada masa Orde > >Baru dulu akan terulang kembali. Ini jelas sangat berbahaya bagi > >masa depan Indonesia. Bukan tidak mungkin Indonesia akan semakin > >bangkrut dan demokrasi macet. Karena ideologi kaum oligarki itu > >hanyalah menumpuk kekayaan buat mereka saja. Mereka tidak peduli > >dengan apa akibatnya bagi negara dan rakyat Indonesia. > > > >Itulah sebabnya, dalam pilpres nanti kita harus hati-hati menentukan > >pilihan. Pilihlah kandidat yang diperkirakan akan mampu memotong > >berlanjutnya perselingkuhan pengusaha dengan penguasa tersebut. > >Mungkin kandidat belum tentu mampu menyelesaikan berbagai problema > >yang kini melilit Indonesia. Namun paling sedikit ia tidak membuka > >pintu untuk terulangnya kembali kebobrokan masa lalu. Dengan begitu > >maka problem Indonesia tidak semakin menumpuk. Ingat, salah memilih > >kita sendiri yang akan menanggung risikonya kelak. > > > >Salam, > > > >Munafrizal Manan --- End forwarded message --- ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IotolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung ! Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan ! Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan ******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] (langganan) website http://www.geocities.com/jaker_pusat ( underconstructions) Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jaker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

