�
  �
screenDocs! Sex, Youth and Videotape

akan memutar film-film dokumenter hasil workshop  Audio Visual �Kesehatan Reproduksi 
dari Perspektif Remaja� yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia 
(YLKI) dan Cangkir Kopi pada 16 Oktober 2004/ 14.30 �17.30 wib, di Teater Kecil, Taman 
Ismail Marzuki Jl. Cikini Raya 73 Jakarta Pusat. 

Selain itu akan ada diskusi pula bareng para filmmaker remaja, Indah Sukmaningsih 
(YLKI) ), dan dimoderatori oleh Abduh Azis (Produser film dokumenter).

Diskusinya sendiri akan membicarakan seputar peran media film/ video dalam melakukan 
pendidikan kesehatan reproduksi remaja.


Film-film yang akan diputar:

Film 1 : Remaja dan Kesehatan Reproduksi 
(Karya:  Depri (SMU 13), Devi Nur (SMU 78), Herlambang & Irman (SMU Percik),Rahadi L 
(SMU 90), Sitti ER & Titien (SMK YP IPPI), Prod. 2004, Durasi 7min)

Informasi mengenai kesehatan reproduksi (seksualitas) masih dianggap tabu oleh 
berbagai kalangan. Alhasil banyak remaja yang bingung ketika mengalami permasalahan 
seksualitas untuk pertama kalinya. Potret pengalaman remaja menghadapi menstruasi, 
perubahan hormon, onani dan masalah seks lainnya, coba diungkap dalam film ini. 
Termasuk juga pendapat para pakar dan orangtua mengenai hak informasi kesehatan 
reproduksi sedini mungkin. 

Film 2 : Sorot Sani�ah 
(Karya: Maulidya R (SMU 13), Fajar M (SMKN 45), Dede S & Surya (SMU YP IPPI), Agus 
(Yayasan Kaki), M. Yusrizal & Tery Eka (SMU 90), Prod. 2004, Durasi 9 min)

Saniah adalah sosok remaja putri yang biasa hidup mengamen di jalan. Di balik 
tampangnya yang lugu, ternyata Saniah mengalami permasalahan kesehatan reproduksi yang 
cukup serius. Saniah menikah pada usia yang amat muda (13 thn) dan dimalam pertama 
mengalami pendarahan yang cukup parah; sampai pingsan. Sayang, pengetahuan, informasi 
dan kesadaran yang kurang memadai mengenai masalah ini membuat Saniah cuek. Apalagi 
pelayanan kesehatan yang cenderung �menghakimi� remaja jalanan yang mengalami 
permasalahan seks membuat remaja jalanan juga  enggan untuk terbuka mengenai 
penyakitnya.
 
Film 3 : Yani dan Sarman 
(Adriadi Hamzah & Satiti R(SMU 31), Erick M & Yustina (SMU YP IPPI), Ian S (Yayasan 
Kaki), Syamsul S (SMKN 45), Prod. 2004, Durasi 10 min)

Yani, remaja putri cantik yang menikah pada usia 11 tahun dengan Sarman. Menurut 
mereka, pernikahan dini ini merupakan hal yang wajar, sesuai dengan tradisi daerahnya. 
Pasangan ini berjuang hidup di Jakarta, mengandalkan pendapatan Sarman sebagai 
pemulung. Pengalaman pernikahan pasangan muda ini, termasuk mengenai alat kontrasepsi, 
lika-liku kehamilan dan pandangan mengenai kesehatan reproduksi lainnya terungkap dari 
penuturan Yani dan Sarman yang lugu.  


Untuk informasi mengenai event ini dapat menghubungi  Kris (0856-8032256) atau 
Dian/Mia di:

In-Docs
Jl. Sutan Syahrir IC/Blok 3-4 
Jakarta 10350
t: [021] 319 25 113/ 319 25 115
f: [021] 319 25 360
[EMAIL PROTECTED] / www.in-docs.com


ACARA INI TERSELENGGARA BERKAT KERJASAMA FORD FOUNDATION � IN-DOCS; DIDUKUNG OLEH 
CINEMA SOCIETY -- YAYASAN LEMBAGA KONSUMEN INDONESIA � DEWAN KESENIAN JAKARTA.

Kirim email ke