Milister,
Masalah-masalah kemiskinan di Papua sudah menjadi sebuah halaman muka keseharian hidup rakyat. Bukan tidak mungkin, proses pelaksanaan neoliberlisme pasar yang semakin pesat akan menjadikan rakyat Papua semakin miskin diatas tanah ulayatnya sendiri dan semakin termarjinalisasi dari proses sosial yang semakin tidak bersahabat.
Kebijakan Otsus yang setengah hati dan proses represi militer Indonesia, menjadikan rakyat Papua sebagai tumbal sejarah kekerasan kemanusiaan yang, mau tidak mau, harus diterimanya sebagai akibat keserakahan negara (baca: PENJAJAH) terhadap rakyatnya dan tunduk-takluknya borjuasi komprador di Indonesia yang berkolaborasi dengan antek-antek kapitalisme global.
Sejak tahun 1996 angka kemiskinan Papua terhitung 19% dari 2 juta penduduk saat itu. Pasca Krismon 1998 angka kemiskinan terus meningkat sampai pada level 30% pada awal tahun 2000. Sebuah fenomena terbalik jika dibandingkan dengan devisa yang diberikan oleh Papua ke kas NKRI. Sejak 1996 Devisa yang diberikan Papua ke kas NKRI adalah sebesar 24 Trilyun Rupiah, angka itu terus merambah naik searah semakin besarnya kapasitas produksi Freeport Indonesia dan beberapa MNC yang ada di Papua, angka sumbangan Devisa Papua sudah mencapai lebih dari 30 Trilyun Rupiah.
Tetapi yang didapat rakyat Papua adalah: represi TNI (anjing penjaga modal asing) dan kebijakan tidak populis dari berbagai regime yang berkuasa di Jakarta.
Dalam paket Otonomi Khusus yang diberikan oleh Indonesia berdsarkan UU No.22 Tahun 2000 RAPBD Papua hanya diberikan sebesar Rp. 2 Trilyun saja, sebuah paradoks ditengah pencurian sumber-sumber daya alam Papua!
Milister, jangan heran ketika tuntutan Merdeka rakyat Papua, tidak lagi dapat dibendung hari ini. Sebab dari awal, Rakyat Papua selalu ditempatkan sebagai obyek penjarahan, obyek pembantaian dan praktek-praktek kekerasan struktural negara. Kami merasa tidak dihargai dan bagi kami bergabung dengan NKRI sama dengan bunuh diri!
Angka kemiskinan di Papua dapat menjadi contoh nyata.
Salam Soldiaritas!
HG
-----------------------
Jutaan Penduduk Papua Tergolong Fakir Miskin
_______________________________________________
Minggu, 26 September 2004 - 07:21 WIB
Jayapura, Sebanyak 1.135.484 jiwa yang terdiri atas 250.594 kepala keluarga (KK)di Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya Barat dikategorikan sebagai keluarga fakir miskin sehingga kondisi kehidupan dinilai sangat memprihatinkan.
"Jutaan penduduk tersebut hidup tersebar secara merata di pedalaman dan pesisirpantai di Provinsi Papua dan Irian Jaya Barat," kata Kabid. Bantuan Sosial Kantor Dinas Sosial Provinsi Papua, Drs. John Safkaur,MSi, di Jayapura, Jumat.
Dikatakan, jutaan penduduk fakir miskin itu baru diberi bantuan berupa bahan bangunan rumah (BBR) dan kelompok usaha bersama (KUBE) dibidang ekonomi. Bantuan itu baru dilaksanakan tahun anggaran 2003 dengan biaya APBN melalui Proyek Bantuan Sosial Fakir Miskin.
Tahun anggaran 2004 ini diserahkan BBR untuk 10 KK di Kampung Koma-Koma, 20 KK di Kampung Segior, 20 KK di Kampung Wehali, 15 KK di Kampung Sauf dan 50 KK di Kampung Soroan dan 50 KK di Kampung Pasir Putih, Distrik Ayamaru dan Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Irian Jaya Barat.
Sebanyak 85 KK di Teminabuan, ibukota Kabupaten Sorong Selatan, Kampung Wermit dan Kampung Aibobor, Distrik Teminabuan mendapat proyek berupa penataan kota karena penduduk di jantung kota itu tergolong kumuh.
BBR diberikan berupa seng gelombang, seng plat, paku, peralatan tukang dan bahan bakar minyak (BBM) dan chainshaw satu unit di masing-masing kampung, sedang pembangunan dan penataan rumah menjadi tanggung jawab masing-masing keluarga.
"Seluruh bantuan itu diserahkan secara simbolis kepada Sekda Kabupaten Sorong, Drs. Agustinus Saa,MSi di Teminabuan pekan lalu," jelas Safkaur.
Dikatakannya, bantuan serupa kepada 100 KK, 15 diantaranya yang tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUBE) di Kabupaten Waropen. KUBE itu bergerak disektor perikanan laut karena penduduk di daerah tersebut pada umumnya nelayan. Bantuannya diterima Caretaker Bupati Waropen Drs. Ones Ramandey. Bantuan kepada KUBE di Merauke.
Dia mengaku masih banyak KK yang belum mendapat bantuan bahan bangunan dan KUBE karena masih terbatasnya dana yang disediakan pemerintah, sehingga ke depan penduduk fakir miskin akan mendapatkan pelayanan agar bisa menata kehidupannya yang sedikit layak.
Diharapkan dukungan pemerintah setempat maupun keterlibatan lembaga keagamaan dan LSM yang mempunyai kepedulian terhadap masyarakat yang dikategorikan fakir miskin.
(sumber: media indonesia)
_______________________________________________
Minggu, 26 September 2004 - 07:21 WIB
Jayapura, Sebanyak 1.135.484 jiwa yang terdiri atas 250.594 kepala keluarga (KK)di Provinsi Papua dan Provinsi Irian Jaya Barat dikategorikan sebagai keluarga fakir miskin sehingga kondisi kehidupan dinilai sangat memprihatinkan.
"Jutaan penduduk tersebut hidup tersebar secara merata di pedalaman dan pesisirpantai di Provinsi Papua dan Irian Jaya Barat," kata Kabid. Bantuan Sosial Kantor Dinas Sosial Provinsi Papua, Drs. John Safkaur,MSi, di Jayapura, Jumat.
Dikatakan, jutaan penduduk fakir miskin itu baru diberi bantuan berupa bahan bangunan rumah (BBR) dan kelompok usaha bersama (KUBE) dibidang ekonomi. Bantuan itu baru dilaksanakan tahun anggaran 2003 dengan biaya APBN melalui Proyek Bantuan Sosial Fakir Miskin.
Tahun anggaran 2004 ini diserahkan BBR untuk 10 KK di Kampung Koma-Koma, 20 KK di Kampung Segior, 20 KK di Kampung Wehali, 15 KK di Kampung Sauf dan 50 KK di Kampung Soroan dan 50 KK di Kampung Pasir Putih, Distrik Ayamaru dan Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Irian Jaya Barat.
Sebanyak 85 KK di Teminabuan, ibukota Kabupaten Sorong Selatan, Kampung Wermit dan Kampung Aibobor, Distrik Teminabuan mendapat proyek berupa penataan kota karena penduduk di jantung kota itu tergolong kumuh.
BBR diberikan berupa seng gelombang, seng plat, paku, peralatan tukang dan bahan bakar minyak (BBM) dan chainshaw satu unit di masing-masing kampung, sedang pembangunan dan penataan rumah menjadi tanggung jawab masing-masing keluarga.
"Seluruh bantuan itu diserahkan secara simbolis kepada Sekda Kabupaten Sorong, Drs. Agustinus Saa,MSi di Teminabuan pekan lalu," jelas Safkaur.
Dikatakannya, bantuan serupa kepada 100 KK, 15 diantaranya yang tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUBE) di Kabupaten Waropen. KUBE itu bergerak disektor perikanan laut karena penduduk di daerah tersebut pada umumnya nelayan. Bantuannya diterima Caretaker Bupati Waropen Drs. Ones Ramandey. Bantuan kepada KUBE di Merauke.
Dia mengaku masih banyak KK yang belum mendapat bantuan bahan bangunan dan KUBE karena masih terbatasnya dana yang disediakan pemerintah, sehingga ke depan penduduk fakir miskin akan mendapatkan pelayanan agar bisa menata kehidupannya yang sedikit layak.
Diharapkan dukungan pemerintah setempat maupun keterlibatan lembaga keagamaan dan LSM yang mempunyai kepedulian terhadap masyarakat yang dikategorikan fakir miskin.
(sumber: media indonesia)
=========
Hans Gebze
Sekertaris Jendral
Komite Pusat Aliansi Mahasiswa Papua (KP AMP)
E-mail:[EMAIL PROTECTED] & [EMAIL PROTECTED]
Mobile: --
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)
website http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/jaker/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

