editorial yang tak pernah tercetak, tiada yang sakti kecuali si penyandang dana? ah, hl merajut mimpi bersama klas menengah pinggiran, yang tentunya punya bahasa lain lagi dari kitakita yang samarasa samarata, tak pernah ilusi sidebu itu terbukti, kerna mimpi itu makin absurd dan makin ganas! bacalah tulisan di bawah editorialnya yang tak pernah tercetak... " Jalan Tengah". Di tengah jalan ketidakpastian, diantara gang-gang kumuh rumah buruh, terseliplah impian anak-anak yang termajinalkan oleh refleksi sinarnya lampu kota metropolitan. Tanda-tanda jaman? Simbolnya adalah pekerjaan dan pengangguran. Tanpa kita sadari sistim globalisasi ternyata bisa memanipulasi dan menjual mimpi-mimpi yang tak pernah terbukti! Tiada lagi jalan yang lain, hanya jalan ini yang kita musti lalui, demikian kata sebagian orang yang telah dan bisa menikmati nikmatnya kue tart reformasi, walaupun sejarah telah menuliskannya, bahwa jalan tengah yang diimpikan oleh klas menengah selalu berhadapan dengan kerakusan akan kekuasaan yang diciptakan untuk kepentingan golongan elite dan para sekutunya. Nyanyian para pemuja perdamaian mendesah di sunyi malam, echonya membentur tembok-tembok batu-kaku birokrasi, sinyal dari kemelaratan tercermin dalam sebuah puisi sunyi orang-orang yang kalah dalam persaingan mencari sesuap nasi dan segenggam berlian. BALADA SEPIRING NASI TEMPE gembel busuk tersuruk dipojokan tembok rumahmu melingkar seperti bangkai ular lapar perutnya menyanyikan lagu lagu perang meninabobokan impian para pecundang terbang terbanglah kemelaratan jika harga sepiring nasi tempe cuma jadi mosaik yang melekat pada ban mobil jaguar sang penguasa sakit hatinya rakyat dibalas dengan tajamnya bayonet! menikam segala yang melawan! pasrah rela nerima adalah peraturan yang dipropagandakan dari istana kekuasaan dan kamu tiarap ketakutan memeluk nasibmu menjilat pantat demi kekayaan demi harta demi sorga yang dibeli dari hasil memeras keringat mereka yang lelap di trotoar berselimut embun malam *** Kemiskinan, kebodohan dan budaya kekerasan menjadi cap yang dilumrahkan, kita terbiasa membeli hukum dan peraturan. Siapa yang kuat bisa bermain dalam dunia kasak-kusuk-busuk, "segala urusan memakai uang tunai", alias "sumut", dan rakyat kecil hanya bisa meneteskan air liurnya, dipaksa menonton kemewahan disudut kehidupan yang carut-marut! Demikianlah, mimpi kita yang bernama " Jalan Tengah", kita coba sosialisasikan, dalam bentuk seperti ini, semoga niat baik berbuah kebaikan. Kepada yth para penyumbang karya tulisan dan lukisan, kami ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya. Tengkyu maypren! God bless you! Salam, Heri Latief Jakarta, 13 Oktober 2004 ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IotolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung ! Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan ! Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan ******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] (langganan) website http://www.geocities.com/jaker_pusat ( underconstructions) Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/jaker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

