Media Indonesia
 
Rabu, 10 November 2004
POLITIK DAN KEAMANAN
 
TNI-AL Siap Tanggalkan Semua Bisnis Usahanya

JAKARTA (Media): KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh menegaskan kesediaan pihaknya untuk segera menutup 6 lahan bisnis yang dikelola TNI-AL, bilamana telah ada perintah penutupan sebagaimana diatur dalam UU TNI.

Pernyataan tersebut disampaikan KSAL, kemarin, usai memimpin upacara serah terima jabatan Komandan Korps Marinir, dari Mayjen Achmad Rifai kepada Mayjen Safzen Noerdin, di Markas Komando Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. Menurut KSAL, penutupan dilakukan mengingat anggota-anggota TNI-AL memang bukanlah pebisnis.

Pernyataan KSAL itu terkait dengan keinginan Departemen Pertahanan yang disampaikan langsung oleh Menhan Juwono Sudarsono bahwa pihaknya bersama dengan TNI telah sepakat untuk membentuk kelompok kerja (pokja) bersama untuk menata bisnis militer yang dinilainya hanya menguntungkan petinggi militer. Menurut Juwono saat itu, penertiban unit-unit bisnis yang ada di semua jajaran TNI dimaksudkan agar dikelola profesional dalam wadah khusus semacam BUMN.

Lebih lanjut, Sondakh mengatakan bahwa institusi TNI-AL dari dulu memang terus berusaha melakukan penertiban lahan bisnis mereka. Bahkan, dalam dua tahun ini, ujar KSAL, telah ditutup 20 dari 26 perusahaan yang dikelola AL.

Dari jumlah perusahaan milik TNI-AL yang tersisa, yakni 6 buah, menurut KSAL, direncanakan untuk dijual kepada swasta. Penjualan tersebut, tetap akan dilakukan kendati diakui perusahaan tersebut dalam posisi untung.

"Sekarang ini tinggal ada 6 perusahaan. Itu semua akan kami jual kepada swasta, tetapi bukan dijual karena rugi. Lumayanlah dari perusahaan ini sebenarnya bisa untuk membelikan rokok prajurit," kelakar Sondakh. Di antara 6 lahan bisnis milik TNI-AL yang masih beroperasi adalah Yayasan Nala yang bergerak di bidang pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi.

Bahkan, KSAL bertekad bila sampai dengan ada perintah untuk menutup perusahaan milik TNI-AL belum ada pihak (swasta) yang membeli maka pihaknya tidak akan membuang waktu untuk menaati peraturan yang ada. Demikian juga, bila perusahaan itu akan dijadikan BUMN, sambungnya.

'Kalau mau diambil dan dijadikan BUMN silakan saja. Kami tidak pusing. Karena kami ini tentara bukan pebisnis," tegasnya.

Keinginan Dephan untuk menata bisnis yang dilakukan TNI itu juga didukung oleh Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ermaya Suradinata. Menurutnya, unit-unit bisnis TNI tersebut harus ditangani secara profesional, dan bisa dibedakan dengan unit bisnis lain, sehingga tetap bisa menguntungkan negara.

Di hadapan para prajurit dan pejabat marinir dalam acara sertijab di Mako Marinir, Cilandak, kemarin, KSAL dalam amanatnya mengingatkan kembali kata-kata Panglima Besar Jenderal Sudirman yang diucapkan sepanjang tahun 1945 sampai dengan 1950 bahwa "Tentara hanya memiliki satu kewajiban yakni untuk mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya. Tentara juga tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang mana pun juga. TNI juga bukanlah prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya, tetapi tentara yang berideologi."

Masih terkait dengan penataan bisnis TNI, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto kepada wartawan sempat mengungkapkan penilaiannya bahwa hal itu sebenarnya belum perlu dilakukan.

Separatis Aceh

Pada kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo AS mengatakan operasi pemulihan keamanan belum sepenuhnya menyelesaikan separatisme di Aceh.

Pernyataan ini disampaikan Widodo, kemarin, usai menghadiri seminar komisi pengawasan kejaksaan, di Jakarta. Menurut Widodo, saat ini kekuatan kelompok separatis bersenjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM) masih ada di Aceh.

"Jumlah kekuatan mereka sekitar 2.400 dengan kekuatan senjata lebih dari 800 pucuk. Ini satu fenomena yang harus dilihat bahwa operasi pemulihan keamanan belum sepenuhnya menyelesaikan masalah separatisme di Aceh," katanya.

Terkait dengan pelaksanaan darurat sipil yang masa pemberlakuannya akan berakhir pada 18 November mendatang, Widodo mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi. Dan dijadwalkan, hasil evaluasi tersebut akan dilaporkan kepada Presiden dalam minggu ini. "Kita akan melaporkan kepada Presiden karena status darurat sipil akan berakhir pada 18 (November)," kata Widodo.(Nur*/P-4)



Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung !
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau diskusi di [EMAIL PROTECTED] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] (langganan)

website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
( underconstructions)



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke