Dilema Kenaikan Harga BBM
Oleh Andi Irawan


Rabu, (29-12-'04)
Kenaikan harga BBM akan menyebabkan inflasi pada semua harga output di semua 
sektor ekonomi. Hasil simulasi studi empiris, dampak kenaikan harga BBM 
menunjukkan kenaikan harga BBM sebesar 44% (bandingkan dengan kenaikan yang 
ditargetkan pemerintah sebesar 40%) maka akan menyebabkan kenaikan harga 
semua sektor dalam jangka pendek.
Harga minyak dunia yang membumbung tinggi telah menyebabkan subsidi bahan 
bakar minyak (BBM) meningkat drastis. Selama ini Indonesia masih memberikan 
subsidi harga BBM sehingga harga di dalam negeri jauh lebih rendah daripada 
harga pasar dunia. Harga minyak dunia yang membubung tinggi telah 
menyebabkan subsidi BBM meningkat drastis. Diperkirakan, angka subsidi 
hingga akhir tahun 2004 mendatang akan mencapai 59,2 triliun atau 3% dari 
Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga mendekati biaya pengeluaran pembangunan 
2004 yang mencapai 71,9 triliun,
Melihat fenomena tersebut Bank Dunia telah merekomendasikan kepada 
Pemerintah Indonesia untuk menaikkan harga BBM di awal tahun 2005 nanti. 
Pandangan tersebut juga tampaknya disepakati oleh kalangan pengambil 
kebijakan, misalnya, seperti telah dikemukakan oleh Menko Perekonomian 
Aburizal Bakrie dan Menteri Keuangan Jusuf Anwar, dan terakhir Wapres Yusuf 
Kalla ketika membuka seminar tentang gas, belum lama ini di Jakarta. 
Kepastian kenaikan harga BBM sekitar 40% pun akhirnya dilakukan terhadap 
Elpiji dan Pertramax pada akhir tahun ini, dan pada awal tahun depan akan 
ditindaklanjuti dengan kenaikan harga BBM untuk jenis lainnya.
Argumentasi yang diajukan kepada publik berkisar pada beberapa alasan utama.
1) Di balik angka subsidi BBM yang sedemikian besar tersebut ternyata hanya 
sebagian kecil yang tepat sasaran. Subsidi BBM selama ini ditengarai lebih 
banyak dinikmati oleh golongan menengah ke atas. Diperkirakan sekitar 70% 
subsidi BBM dinikmati oleh pemilik kendaraan pribadi dan pabrik-pabrik.
2) Harga BBM domestik yang lebih rendah dibanding dengan harga BBM di luar 
negeri, ambil contoh perbandingan dengan negara jiran Malaysia saja, di mana 
harga premium 2 kali lebih mahal dibanding dengan harga domestik kita. 
Perbedaan harga yang cukup mencolok ini memotivasi pihak-pihak tertentu 
untuk melakukan penyelundupan minyak mentah ke luar negeri. Terlepas dari 
fakta bahwa daya beli masyarakat di negeri jiran memang lebih tinggi 
daripada daya beli masyarakat kita, tetapi memang ketika ada selisih antara 
harga dometik dan harga luar negeri dari suatu komoditas perdagangan maka 
tak pelak lagi hal itu akan memacu terjadinya penyelundupan.
3) Bahwa di balik kenaikan harga BBM tersebut akan memacu masyarakat bukan 
saja untuk berhemat di dalam pemakaian BBM tetapi juga akan memacu 
diversifikasi dan ekstensifikasi pemakaian energi dalam negeri. Hal ini 
diharapkan akan memacu pula ditemukannya penggunaan sumber energi alternatif 
non-BBM.
4) Untuk memenuhi asas keadilan, pemberian subsidi haruslah tepat sasaran, 
yakni terbatas hanya pada kalangan warga masyarakat miskin. Untuk itulah, 
jenis BBM yang umumnya dikonsumsi kalangan menengah ke atas dan kalangan 
industri seperti premium dan minyak solar tidak seharusnya disubsidi lagi. 
Hanya jenis BBM yang umum digunakan rakyat kecil seperti minyak tanah yang 
masih layak disubsidi.
Walaupun demikian, menurut hemat saya, ada sejumlah kelemahan yang mendasar 
dilihat dari perspektif ekonomi politik dari argumentasi yang dikemukakan di 
atas.
Pertama, pemberian subsidi itu bisa saja tepat sasaran ke kalangan miskin, 
tetapi pemerintah tidak bisa mengisolasi agar dampak kenaikan harga BBM 
tersebut tidak berimbas pada kelompok miskin, dan perlu kita garis bawahi 
dampak tersebut jauh lebih menyakitkan bagi kelompok miskin ini. Mengapa?
1) Kenaikan harga BBM akan menyebabkan inflasi pada semua harga output di 
semua sektor ekonomi. Hasil simulasi studi empiris dampak kenaikan harga BBM 
menunjukkan kenaikan harga BBM sebesar 44% (bandingkan dengan kenaikan yang 
ditargetkan pemerintah sebesar 40%) maka akan menyebabkan kenaikan harga 
semua sektor dalam jangka pendek. Beberapa di antaranya yang cukup strategis 
dapat kita kemukakan di sini, antara lain jasa kesehatan naik 2,33%, jasa 
pendidikan (2,45%), angkutan (4,31%), komunikasi (1,7%), listrik (4,5%), 
beras (1,1%), bangunan (3,5%).
2) Kenaikan harga BBM juga berdampak terhadap penurunan lapangan kerja. Hal 
ini karena terjadinya penurunan output pada sebagian besar sektor ekonomi. 
Hasil simulasi menunjukkan kenaikan harga BBM sebesar 44% berakibat 
penurunan tenaga kerja pada sektor-sektor ekonomi yang menyerap tenaga kerja 
dari kalangan miskin, seperti sektor tanaman pangan terjadi penurunan 
penyerapan tenaga kerja berkisar antara 0,025% - 0,75%, tanaman perkebunan 
antara 0,252%-2,02%, ternak (0,135%), angkutan (1,71%), dan perdagangan 
(0,78%). Pendeknya, seluruh sektor ekonomi kecuali industri minyak olahan 
terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa dampak 
kenaikan harga BBM berimplikasi dapat memperparah tingkat pengangguran yang 
sudah tinggi saat ini. Yang perlu diingat, kita tidak memiliki fasilitas 
tunjangan kemiskinan dan pengangguran seperti yang dimiliki oleh 
negara-negara maju.
Kedua, publik juga memahami sesungguhnya ada sumber pemborosan yang 
seharusnya lebih menjadi skala prioritas pemerintah untuk diatasi demi 
menolong kebijakan fiskal pemerintah, dan sampai saat ini publik belum 
melihat tindakan pemerintah yang siknifikan dalam mengatasi pemborosan 
tersebut. Pemborosan yang dimaksud adalah:
1) Inefisiensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan bank-bank negara yang 
terus menerus membebani keuangan negara. Publik akan berkomentar bagaimana 
mungkin pemerintah mencabut subsidi dengan alasan penghematan, padahal pada 
saat yang bersamaan pemerintah mengeluarkan uang puluhan bahkan ratusan 
triliun untuk menutupi kerugian akibat skandal keuangan yang terus menerus 
terjadi di berbagai bank negara dan BUMN-BUMN kita? Sementara sampai saat 
ini, tindakan untuk menciptakan kinerja secara efisien dan penegakkan law 
enforcement terhadap para rent seeker super kakap dapat dikatakan tidak 
tampak hasilnya.
2) Sumber kesulitan fiskal saat ini bersumber dari kesalahan negara dalam 
mengelola penggunaan hutang luar negeri. Hutang luar negeri yang seharusnya 
digunakan untuk investasi publik ternyata malah dikeluarkan untuk kepenting 
pengeluaran rutin. Belum lagi, ketika ditemukan fakta bahwa anggaran yang 
bersumber dari hutang luar negeri tersebut kemudian hanya terealisasi 
sekitar 60%-nya. Sedangkan sisanya, lagi-lagi, diduga masuk kantong-kantong 
para benalu yang notabene adalah para oknum pejabat negara itu sendiri.
Akibatnya, kita harus membayar cicilan dan bunga hutang per tahun sebesar 
7,5 miliar dolar AS (sekitar 67,5 triliun rupiah) sejak tahun 2004. Alangkah 
naifnya rakyat yang telah susah payah membayar pajak dan tidak punya 
kontribusi dalam penyalahan-gunaan hutang luar negeri yang disalahgunakan 
oleh para oknum pejabat negara kemudian diminta harus berkorban dalam bentuk 
pencabutan subsidi. Sementara di sisi lain, tidak ada gembong koruptor yang 
berhasil diseret ke pengadilan atau diminta mengembalikan hasil korupsi 
mereka. Dan, prestasi korupsi para aparat negara pun tetap selalu menduduki 
level atas dunia.
Dari uraian yang panjang lebar di atas, ada dua hal yang ingin kita 
sampaikan:
1) Pemerintah saat ini harus menunjukkan bukti nyata terlebih dulu kepada 
publik akan usaha yang signifikan dalam mengatasi sumber inefisiensi dan 
kebocoran uang negara yang sesungguhnya menjadi sumber utama ketidakhematan 
penggunan anggaran negara.
2) Ketika langkah di atas belum ditunjukkan maka ketika pemerintah menaikkan 
harga BBM, bukan pesan rasionalitas dan efisiensi serta keadilan dalam 
pemberian subsidi BBM yang akan ditangkap tetapi pesan ketidakadilan negara 
dan ketidakberpihakan pemerintah terhadap kesulitan rakyat-lah yang 
ditangkap oleh masyarakat. ***
(Penulis adalah pengamat ekonomi Universitas Bengkulu). 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung ! 
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya 
pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti 
puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan 
kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau 
diskusi di [email protected] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi 
maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
 [EMAIL PROTECTED] (langganan)
 
website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
 ( underconstructions) 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke