selebaran aksi 10 Januari 2005

MENANAK NASI BUTUH GAS BUKAN JANJI
BBM NAIK, SEMBAKO MELAMBUNG!!!

Di negeri ini, jalan pintas selalu menjadi pilihan. Lihatlah! Ketidaksanggupan 
negara mengelola minyak mentah disiasati dengan menjual langsung ke negara lain 
untuk kemudian dibeli lagi dengan harga lebih mahal dalam bentuk minyak jadi.  
Pun demikian dengan UU Migas No 22 Thn 2001 yang memberi kuasa penuh kepada 
para investor untuk mengambil 75% keuntungan atas eksplorasi minyak dan hanya 
menyerahkan 25% kepada negara, menjadikan negara makin tidak berdaya dihadapan 
Modal Asing. Ironisnya, ketidakberdayaan negara dalam memproteksi produksi dan 
harga minyak dibebankan kepada masyarakat dengan memotong subsidi BBM. 

Adalah apologi bila pemotongan subsidi dikatakan tepat dan meringankan 
masyarakat kecil. Dinyatakan bahwa selama puluhan tahun subsidi BBM lebih 
banyak dinikmati oleh kalangan atas, maka semestinya subsidi dikurangi. Logika 
ini diperkuat dalam Iklan Pertamina yang meminta masyarakat hemat BBM, seakan 
penyebab krisis Pertamina adalah masyarakat. Berbagai dalih juga dikeluarkan, 
termasuk dengan mengatakan bahwa dana subsidi BBM akan dialihkan untuk subsidi 
Pendidikan, Kesehatan dll. Terdengar irasional menaikkan subsidi dengan 
memotong subsidi lain. Pun masyarakat tahu, bahwa subsidi lain memiliki 
anggaran tersendiri dalam APBN. 

Semestinya yang harus dilakukan oleh Negara adalah menyita semua harta koruptor 
baik di tubuh Pertamina maupun di instansi lain untuk menambah dana subsidi.  
Mengapa pemerintah tidak menjalankan program ini? Mengapa justru masyarakat 
kecil yang dikorbankan? Tanpa rasa empati, pejabat negara mengatakan bahwa 
kenaikan elpiji hanya berdampak pada kelas menengah ke atas. Mereka lupa atau 
memang tidak tahu bahwa masyarakat kecil juga memakai elpiji. Di 
pelosok-pelosok kampung para ibu memasak dengan gas elpiji. Pun demikian dengan 
penjual martabak, gorengan dan pedagang makanan lainnya. Karena kepraktisannya, 
gas elpiji telah menjadi pilihan semua kalangan (jumlah pemakai 16%, sumber 
BPS). 
        
Ditengah kemiskinan yang makin mendera, ditengah jumlah penganggur yang kian 
meningkat, masyarakat kecil masih dipaksa untuk menanggung kenaikan BBM, yang 
berarti naiknya  harga sembako dan transportasi, sementara pendapatan keluarga 
tak juga beranjak. Penyakit lupa sengaja dibiarkan. Janji perubahan yang belum 
lama diobral ketika Pemilu melenyap begitu saja. Di tengah bencana kemanusiaan 
yang beruntun datang, pemerintah bergegas mengambil kesempatan; berharap kita 
semua lengah bahwa saat ini beberapa kebijakan yang tidak berpihak kepada 
rakyat kecil telah digodok dan segera diterapkan. Oleh karena itu, menjadi 
kemestian bagi kita semua untuk menolak kenaikan BBM. Kita telah belajar 
banyak, pemotongan subsidi-sekecil apapun makin melindas masyarakat kecil 
terutama kaum ibu. Maka Biarkan Para Ibu Berteriak Lantang Menolak Kenaikan 
BBM! Pak Presiden, Dengarkan Panci-panci Kosong Kami Berbunyi!

SUARA HATI  IBU:
Suara Ibu Peduli,  Perempuan Mahardika,  Senjata Kartini,  Koalisi Perempuan 
Indonesia, 
Yayasan Konsumen Indonesia

----------------------------------
Office Address:
Jl. Kayu VII no 23 Kp Ambon
Jakarta Timur 13210
Phone/Fax   : 021-4714268      
----------------------------------



-- 
_______________________________________________
Find what you are looking for with the Lycos Yellow Pages
http://r.lycos.com/r/yp_emailfooter/http://yellowpages.lycos.com/default.asp?SRC=lycos10






Semua orang adalah seniman setiap tempat adalah panggung ! 
Belajar dan berkarya senilah bersama Rakyat miskin untuk membangun budaya 
pembebasan !
Silakan kawan kawan kirimkan karya seni berupa tulisan sastra  seperti 
puisi,cerpen, gambar gambar berupa lukisan, kartun ,komik ,atau undangan 
kegiatan kebudayaan yang membangun budaya pembebasan
******Bergabung dan ramaikan diskusi Reboan di jaker (di dunia nyata) atau 
diskusi di [email protected] (di dunia maya)! Untuk bergabung di diskusi 
maya silakan kawan kawan kirim email kosong ke :
 [EMAIL PROTECTED] (langganan)
 
website  http://www.geocities.com/jaker_pusat
 ( underconstructions) 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/jaker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke